Selasa, 21 Mei 2013

Mereka Yang Telah Pergi

Albus Dumbledore

Di buku, Dumbledore digambarkan sebagai seorang penyihir klasik; tinggi dan kurus, dengan rambut panjang keperakan. Ia memiliki mata biru, hidung yang mancung dan bengkok, dan jari-jari yang panjang. Ia mengenakan kacamata bulan-setengah. Ia pernah dikatakan memiliki bekas luka diatas lututnya yang penyebabnya tidak diketahui. Menurut alur cerita Harry Potter, Dumbledore lahir pada tahun 1881 dan meninggal pada tahun 1997, yang berarti ia berumur 116 tahun. Ia biasanya terlihat mengenakan jubah panjang dengan berbagai warna dan motif yang biasanya bermotif bulan dan bintang.
Beberapa kritik mengatakan beberapa kesamaan antara Dumbledore dan penyihir klasik, Merlin dan Gandalf dari Lord of the Rings.
Dalam seri-seri Harry Potter, Dumbledore tidak mementingkan "kemurnian darah" dan percaya bahwa pilihan setiap individu mencerminkan karakter setiap orang, ia berkata, "masalahnya bukan bagaimana seseorang lahir, tapi orang seperti apakah mereka pada saat mereka besar". Voldemort menganggap Dumbledore sebagai "pahlawan bagi para Darah Lumpur dan Muggle". Tidak seperti penyihir lain, Dumbledore tidak takut untuk mengatakan nama Voldemort (dan mencoba membujuk orang lain untuk memanggilnya menggunakan nama Voldemort pada saat pertempuran pertama) dan memanggilnya "Tom" saat berdebat dengannya.
Beberapa karakter dalam buku sering menganggap kelemahan terbesarnya adalah kemauannya untuk mempercayai orang-orang yang menurut orang lain tidak bisa dipercaya. Ia terlihat mempunyai selera humor yang bagus. Ia sangat sabar, dan selalu tenang. Ia juga selalu sopan terhadap siapa saja, bahkan terhadap musuh-musuhnya. Ia adalah seorang pecinta musik.
Selain seorang penyihir yang cerdas dan bijaksana, ia juga adalah seorang yang eksentrik.
Di usia muda, Dumbledore selalu memperlihatkan kemampuan sihir yang sangat hebat dan di ujian N.E.W.Tnya, "...melakukan hal-hal dengan tongkatnya yang tidak pernah dilihat (oleh para penguji) sebelumnya".
Dumbledore juga seorang ahli kimia yang bekerja dengan Nicolas Flamel, pembuat Batu Bertuah, dan ia juga menemukan dua belas kegunaan darah naga. Ia dapat membuat patronus, yang berbentuk phoenix. Ialah yang menemukan metode pengiriman pesan ke orang lain melalui Mantra Patronus, kemampuan yang hanya diajarkannya kepada anggota Orde Phoenix.
Ia juga dapat menciptakan api Gubraithian (api sihir abadi). Ia juga mengklaim bahwa ia dapat menjadi tidak terlihat tanpa perlu menggunakan Jubah Gaib. Dumbledore juga memiliki kemampuan dalam Occlumency dan Legilimency. Dumbledore juga seorang ahli transfigurasi (mengingat ia merupakan guru transfigurasi sebelum menjadi Kepala Sekolah). Di Harry Potter dan Orde Phoenix, Dumbledore mentranfigurasi ribuan potongan kaca menjadi pasir dalam sekejap. Ia dapat berbicara Mermish, Gobbledegook, dan ia mengerti Parseltounge.

Sirius Black

Sirius Black (1959-Juni 1996) pertama kali muncul dalam Harry Potter dan Batu Bertuah sebagai seorang penyihir yang meminjamkan motor terbang kepada Hagrid sesaat setelah Voldemort membunuh James dan Lily Potter. Sirius juga merupakan ayah baptis Harry Potter, putera tunggal James dan Lily Potter, kedua sahabatnya. Karakternya mendapat perhatian dalam Harry Potter dan Tawanan Azkaban, di mana ia berperan sebagai seorang tawanan. Sirius juga merupakan animagus,seperti ketiga sahabatnya yang lain. Dalam hal ini,Sirius dapat berubah menjadi seekor anjing hitam. Di buku ke 5 (Harry Potter dan Orde Phoenix) ia dibunuh oleh sepupunya, Bellatrix ketika tengah bertempur bersama Orde Phoenix di Kementerian Sihir.Sirius Black III (1959 [6] - 18 Juni 1996), juga dikenal dengan julukan Padfoot, adalah seorang penyihir darah murni, putra dari Orion dan Walburga Hitam dan kakak dari Regulus oleh sedikit lebih dari setahun. Meskipun ia adalah pewaris dari House of Black, Sirius tidak setuju dengan keyakinan keluarganya dalam kemurnian darah dan menantang tradisi ketika ia diurutkan ke Gryffindor bukan Slytherin di Hogwarts School of Sihir, yang dihadiri 1971-1978. Sebagai hubungan Sirius 'dengan kerabatnya memburuk, ia mendapatkan persahabatan di James Potter, Remus Lupin, dan Peter Pettigrew. Empat teman, juga dikenal sebagai perampok, bergabung dengan Orde Phoenix untuk melawan Lord Voldemort dan para Pelahap Mautnya selama Perang sihir Pertama. Sirius juga menjadi godfather Harry Potter, putra James dan Lily Potter. Ketika Pettigrew mengkhianati Potters ke Voldemort, Sirius berusaha untuk membalas dendam pada Pettigrew. Namun, Pettigrew mampu membingkai Sirius untuk pengkhianatan tentang Potters, pembunuhan dua belas Muggle, dan dipentaskan pembunuhan Pettigrew sebelum Sirius bisa mencapai hal ini. Sirius dikirim ke Azkaban selama tiga belas tahun, akhirnya menjadi satu-satunya orang yang dikenal untuk melarikan diri penjara tanpa bantuan dengan mengubah ke dalam bentuk Animagus tentang anjing hitam besar bingung dengan "Grim." Sirius terkena pengkhianatan Pettigrew kepada temannya Remus tua dan anak baptisnya. Setelah Lord Voldemort kembali pada tahun 1995, Sirius bergabung kembali Ordo. Dia dibunuh oleh sepupunya Bellatrix Lestrange selama Pertempuran Departemen Misteri dan kemudian dibersihkan dari semua tuduhan oleh Kementerian Sihir.Dia sempat tampil lagi melalui Batu Kebangkitan untuk Harry, bersama dengan James, Lily dan Remus pada tahun 1998.

Severus Snape 


Severus Snape adalah guru Ramuan dan Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam dan kepala sekolah di Hogwarts dalam kisah Harry Potter. Dia berhidung bengkok seperti paruh elang, berambut klimis-hitam-pendek.
Snape terlahir dari pasangan Tobias Snape, seorang Muggle, dan Eileen Prince yang penyihir. Masa kecil Snape jarang sekali disinggung dalam buku. Tapi di Harry Potter and the Order of the Phoenix ketika Harry belajar Occlumency dari Snape, dapat disimpulkan bahwa Snape sering kali menyaksikan, bahkan mungkin menjadi korban kekerasan ayahnya. Di saat remaja pun Snape adalah murid yang tidak populer karena kesukaannya pada ilmu hitam.
Snape satu angkatan di Hogwarts dengan James Potter, Sirius Black, Remus Lupin, dan Peter Pettigrew. Tapi Sirius dan James sangat membencinya, demikian pula sebaliknya. Di setiap kesempatan, mereka, terutama Sirius seringkali mengolok-olok Snape, baik secara mental maupun fisik.
Pada suatu hari, Sirius berencana untuk membuat lelucon yang berbahaya terhadap Snape. Sirius memberitahu Snape kemana Lupin pergi setiap bulan purnama, dengan harapan Snape akan terluka atau bahkan terbunuh ketika Lupin tengah bertransformasi menjadi manusia serigala. Snape yang serba-ingin-tahu bermaksud membuktikan hal ini. Tetapi di saat-saat terakhir James menghalangi Snape, menyelamatkan hidupnya. Meski demikian Snape telah melihat wujud Lupin sebagai manusia serigala. Snape berjanji pada Dumbledore untuk tidak memberitahu siapa pun tentang Lupin. Sejak itu Snape makin membenci Sirius, James, dan Lupin (meski sebenarnya Lupin tidak membencinya). Meski James menyelamatkannya, Snape menganggap itu demi kepentingan James sendiri, supaya tidak dikeluarkan dari Hogwarts. Kebencian ini terus berlanjut sampai mereka dewasa.
Sirius mengatakan pada Harry bahwa Snape yang masuk Slytherin, bergabung dengan geng Slytherin seperti Bellatrix dan Rodolphus Lestrange, Avery, Wilkes and Evan Rosier, yang dikemudian hari menjadi Pelahap Maut. Snape adalah anggota Orde Phoenix, meskipun hingga akhir cerita kesetiaannya dipertanyakan. Baik Dumbledore maupun Voldemort beranggapan Snape ada di pihak mereka.
Dalam buku ketujuh, diungkapkan bahwa Snape sebenarnya mencintai dan berteman dengan Lily Evans sejak kecil, dan keduanya selalu bersama sampai masuk Hogwarts. Karena perbedaan pendapat dan salah faham, keduanya berpisah pada jalan masing-masing. Diungkapkan pula James membenci Snape sejak pertama kali bertemu di Hogwarts Express dan saling menghina. Karena laporannya pada Voldemort tentang Ramalan, membuat dia menyesali perbuatannya; Voldemort jadi mengejar Harry Potter, anak dari Lily Potter. Kemudian dia menemui Dumbledore dan mengubah kesetiaannya dari Pelahap Maut menjadi Orde Phoenix, dan menjadi mata-mata bagi Voldemort. Setelah kematian keluarga Potter, Snape bersumpah agar menjaga dan mengawasi Harry dan berubah menjadi menyayanginya (dia menangis setelah mengetahui bahwa Harry harus mati sebelum mengalahkan Voldemort), meskipun pada awalnya dia membenci Harry yang sangat mirip dengan ayahnya namun memiliki mata ibunya.
Kebencian Snape pada Harry sudah tampak sejak pertama kali mereka bertemu di Hogwarts. Bahkan Harry mengira Snape yang hendak mencuri Batu Bertuah. Snape menyelamatkan Harry ketika Quirell memantrai sapunya, namun Harry tetap membencinya. Begitu pun Snape, yang selalu mempersulit Harry dalam pelajaran, dan senantiasa mencari-cari kesempatan untuk mengeluarkan Harry dari Hogwarts.
Dalam Harry Potter and the Prisoner of Azkaban, Snape membuatkan ramuan untuk Lupin setiap bulan, untuk mengurangi rasa sakit akibat transformasi menjadi manusia serigala. Hal ini mungkin atas suruhan Dumbledore, karena Harry seringkali mendapati Snape "menatap jijik" pada Lupin. Terbukti pada akhir tahun ajaran, Snape secara "tidak sengaja" keceplosan bahwa Lupin adalah manusia serigala, karena kemarahan akibat lolosnya Sirius Black dari genggamannya.
Di akhir Harry Potter and the Goblet of Fire, ketika Dumbledore berusaha meyakinkan Fudge bahwa Voldemort telah kembali, Snape menunjukkan Tanda Kegelapan yang tampak jelas di lengannya, menandakan bahwa Voldemort benar-benar kembali. Tapi Fudge mengabaikannya. Kemudian Dumbledore segera mengutusnya untuk sebuah tugas rahasia, yang kemudian terungkap dalam Order of the Phoenix, yaitu memata-matai Voldemort dan menjadi agen ganda.
Dalam Harry Potter and the Order of The Phoenix, Snape atas suruhan Dumbledore memberi pelajaran Occlumency pada Harry. Snape dipilih karena dia adalah Occlumens yang hebat. Tapi pelajaran ini gagal total. Harry curiga Snape justru membuka pikirannya agar dapat dimasuki Voldemort, sementara Snape marah besar ketika Harry kepergok melihat kenangan terburuknya dalam Pensieve. Menjelang akhir cerita, menurut Dumbledore, Snape memastikan bahwa Sirius baik-baik saja ketika Harry mendapat penglihatan bahwa Sirius tertangkap oleh Voldemort. Snape pun mencari Harry ke Hutan Terlarang ketika ia dan Umbridge tidak juga kembali. Dan Snape segera mengontak anggota Orde Phoenix lain untuk segera membantu Harry di Kementerian. Disini terdapat indikasi bahwa Snape sebenarnya berpihak pada Orde, karena komunikasi Orde adalah dengan Patronus, yang hanya dapat dilakukan oleh penyihir putih. Ini disebabkan karena Mantra Patronus membutuhkan pikiran positif agar berfungsi sepenuhnya, sesuatu yang tidak dimiliki oleh para Pelahap Maut.
Snape menjadi kepala sekolah Hogwarts, setelah Kementerian Sihir diambil alih oleh Pelahap Maut. Snape juga ditugaskan untuk memberikan pedang Godric Gryffindor pada Harry tanpa ketahuan identitasnya. Menjelang Pertempuran Hogwarts, ia melarikan diri setelah sempat berduel melawan Minerva McGonagall. Sampai akhirnya dia dibunuh oleh Voldemort, penyamarannya sebagai Pelahap Maut tidak terungkap, dan menjadi musuh Orde Phoenix dan Guru Hogwarts. Dalam keadaan sekarat, dia memberikan memorinya pada Harry, dan memohon Harry untuk melihatnya. Hal ini menunjukan kepada siapa sebenarnya kesetiannya selama ini, kepada Orde Phoenix yang di bawah Dumbledore bukan kepada Pelahap Maut di bawah Voldemort, meskipun semata-mata karena kecintaannya pada Lily Evans. Hal ini terungkap di mana patronusnya adalah rusa betina yaitu patronus yang sama dengan Lily, yang ditunjukannya ke Dumbledore untuk membuktikan perasaannya selama ini kepada Lily. Memori itu juga memberikan informasi bahwa Harry adalah Horcrux terakhir, yang tanpa sengaja dibuat Voldemort pada hari kejatuhannya yang pertama (31 Oktober 1981), sehingga ia "harus mati" untuk memusnahkan bagian jiwa Voldemort di tubuhnya. Inilah faktor utama kemenangan Harry atas Voldemort di akhir cerita.
Menurut J.K Rowling, karena Snape melarikan diri dengan masih menjabat kepala sekolah Hogwarts, lukisannya tidak dipajang di kantor Kepala Sekolah di akhir cerita. Harry kemudian berjuang meyakinkan pihak Kementerian Sihir untuk memajang lukisan Snape, sekaligus menjelaskan kepada masyarakat sihir mengenai kesetiaan Snape yang sebenarnya, dan peranannya dalam memerangi Voldemort.

Dobby

Dobby adalah peri rumah yang unik. Tidak seperti para peri rumah lainnya, ia menginginkan kebebasan. Ia dipaksa untuk menjaga banyak rahasia hitam ketika ia masih menjadi peri rumah dari keluarga Malfoy. Ia (seperti peri rumah lainnya) selalu menyebut dirinya dengan kata ganti orang ketiga.
Tetapi, sayangnya di Harry Potter and The Deathly Hallows, ia mati karena dibunuh karena pisau yang dilemparkan Bellatrix Lestrange menembus tubuh Dobby. Dobby pun dimakamkan di rumah Bill dan Fleur di Shell Cottage. Karena Dobby membantu Harry dan Ron keluar dari penjara bank Gringgots saat mereka ingin menghancurkan Horcrux Voldemort yang berada di lemari besi milik Bellatrix sementara Hermione diinterogasi oleh bellatrix Lastrange.Dobby (28 Juni (tahun tidak diketahui), - Maret 1998) adalah seorang peri-rumah yang melayani keluarga Malfoy. Master Nya Wizards gelap yang merawatnya dengan kejam. Pada tahun 1992, ia mencoba untuk memperingatkan Harry Potter plot untuk memiliki Kamar Rahasia dibuka kembali yang ia datang untuk mengetahui melalui kontak antara master dan Lord Voldemort. Dobby terus menyakiti dirinya sendiri dengan berbagai cara, misalnya Alas tangannya, dan membenturkan kepalanya ke lampu. Dia merasa ini diperlukan karena ia tidak mematuhi tuannya, keluarga Malfoy. Pada akhir tahun itu sekolah, setelah Harry telah dikalahkan memori Tom Riddle dan Basilisk di Kamar Rahasia, ia menipu Lucius Malfoy dalam membebaskan Dobby dengan menempatkan buku harian Tom Riddle di dalam kaus kaki hitam sendiri, Lucius jijik, dipisahkan buku dari kaus kaki dan melemparkan kaus kaki ke udara, di mana Dobby menangkapnya.Setelah masa pengangguran, Dobby melanjutkan untuk bekerja di dapur di Hogwarts, untuk itu ia dibayar satu Galleon seminggu, dan mendapat satu hari libur setiap bulan. Albus Dumbledore juga mengatakan kepada Dobby bahwa dia bebas untuk memanggil dia "si tua sinting" jika dia ingin. Dia telah menemani ke Hogwarts oleh temannya Winky, yang baru saja dipecat dan telah setuju untuk pergi mencari pekerjaan. Pada tahun 1997, Dobby membantu Harry memata-matai Draco Malfoy dengan Kreacher. Pada tahun 1998, ia melanjutkan perintah Aberforth Dumbledore untuk menyelamatkan nyawa Harry dan teman-temannya Ron Weasley, Hermione Granger, Luna Lovegood, Dean Thomas, Mr Ollivander, dan Griphook dari Pelahap Maut di Malfoy Manor dan terluka parah oleh pisau Bellatrix Lestrange sebagai ia berhasil Apparate Harry dan Griphook ke tempat yang aman di Shell Cottage. Harry menggali kuburan Dobby di taman Shell Cottage tanpa menggunakan sihir dan meletakkan mayat Dobby dalam. Setelah Harry selesai mengubur salah satu teman yang paling setia, ia mengukir batu mengatakan "Di sini terbaring Dobby, A Elf Gratis." menempatkannya di mana Dobby dimakamkan.Dobby sering dikucilkan karena tidak memiliki "rasa malu yang tepat" tentang menjadi keluar dari pekerjaan, cara peri-rumah (termasuk teman Winky nya) paling bertindak. Dobby umumnya senang untuk bebas, meskipun ia menikmati bekerja (sebagai lebih dari hobi daripada karir). Dia sangat gembira untuk keluar dari tangan kasar dari Malfoy tapi sama senang untuk bergabung dengan staf Hogwarts, di mana ia bisa datang dan pergi sesuka hatinya, tidak memiliki banyak tugas, dan orang-orang yang memang memiliki yang cukup sederhana. Dobby meminta beberapa kompensasi untuk karyanya dan akhirnya ia dan Dumbledore datang ke suatu perjanjian, dan sebagainya mulai Dobby baru, hidup bahagia terdekat teman-temannya terdekat: Harry, Ron, dan Hermione.

Remus Lupin and Tonks


Remus John Lupin (lahir 10 Maret 1959 dan meninggal 2 Mei 1998), nama panggilannya Moony, adalah karakter fiksi dari seri Harry Potter karangan J.K. Rowling. Dia tampil pertama kali dalam Harry Potter and the Prisoner of Azkaban sebagai guru Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam. Di film karakter ini diperankan oleh David Thewlis.
Ada bukti-bukti yang menunjukkan bahwa Lupin adalah penyihir yang jauh lebih hebat daripada yang diperlihatkannya. Di jilid ketiga, ia membuat api di tangannya yang kosong, ini menunjukkan kemampuannya menciptakan sihir tanpa tongkat. Di jilid kelima, dia adalah satu-satunya petarung, selain Dumbledore, yang tidak terluka, terbunuh, maupun pingsan dalam pertempuran di Departemen Misteri.
Lupin digigit oleh manusia serigala jahat, Fenrir Greyback, ketika masih kecil dan untuk seterusnya menjadi manusia serigala. Orangtuanya mencoba segala cara untuk mencari obatnya. Ketika keluarganya mengira bahwa ia tidak dapat masuk sekolah, Dumbledore yang sudah menjabat Kepala Sekolah Hogwarts kala itu memberinya izin untuk masuk Hogwarts. Sebuah rumah dibangun di Hogsmeade dengan sebuah jalan masuk rahasia di bawah Dedalu Perkasa. Lupin diselundupkan ke dalam rumah ini untuk bertransformasi setiap bulan, untuk menjamin keselamatan dirinya dan orang lain. Transformasi dari manusia menjadi manusia serigala amatlah menyakitkan, dan ketika terisolasi dari manusia, atau ketika ditemani dengan hewan lain, manusia serigala akan menyakiti dirinya sendiri dengan gigi dan cakarnya disebabkan oleh rasa frustasinya karena tidak bisa menyerang makhluk lain. Penduduk desa mengira jeritan Lupin adalah suara hantu. Oleh sebab itu gubuk tersebut diberi nama "Shrieking Shack" (gubuk menjerit) dan dikenal sebagai tempat paling berhantu di Inggris. Meskipun tempat ini sama sekali tidak berhantu, Dumbledore menyebarkan rumor ini supaya penduduk desa tidak menyelidiki tempat ini.
Lupin berusaha menyembunyikan keadaan dirinya, tapi kawan-kawan terdekatnya, (James Potter, Sirius Black, dan Peter Pettigrew) mengetahui rahasia ini di tahun kedua mereka. Di kelas lima mereka mempelajari bagaimana menjadi Animagus untuk menemani Lupin selama masa transformasi. Manusia serigala hanya berbahaya terhadap manusia. Dia diberi nama panggilan "Moony" oleh kawan-kawannya karena kondisi dirinya yang bertransformasi setiap bulan purnama. Di kelas enam, Sirius membuat lelucon (yang berbahaya) terhadap Snape (Sirius, James, dan Peter membencinya, sementara Lupin tidak punya alasan untuk membencinya sampai di buku ke-6). Sirius memberitahu pada Snape kemana Lupin pergi setiap bulan, tahu bahwa Snape akan terbunuh bila ia mendekati Lupin ketika ia bertransformasi. Snape, yang berharap mereka akan memperoleh kesulitan, mengikuti petunjuk Sirius. James menghentikan Snape di tengah jalan untuk menyelamatkan dirinya, tapi Snape telah melihat Lupin bertransformasi, dan berjanji pada Dumbledore untuk merahasiakannya. Snape tidak pernah memaafkan Sirius (juga James dan Lupin) untuk lelucon itu dan yakin bahwa motif James menyelamatkannya adalah untuk kepentingan pribadinya, yaitu supaya tidak dikeluarkan dari Hogwarts. Dan meskipun Lupin tidak mengetahui sedikitpun tentang lelucon ini, Snape tetap membenci dan menyalahkan dirinya juga.Lupin adalah seorang Prefek, biarpun ia kesulitan mendisiplinkan teman-temannya. Dalam sebuah wawancara, Rowling menghubungkan hal ini dengan keingingan Lupin untuk disukai, "karena ia telah begitu sering tidak disukai". Kesalahan utama Lupin adalah dia senang disukai. Sirius mengatakan bahwa Lupin adalah "anak baik" di Orde Phoenix, dan Rowling mengatakan bahwa dia adalah orang yang "dewasa". Sirius mengatakan bahwa Lupin tidak pernah andil dalam kenakalan mereka (terutama pada Snape), tapi Lupin menyesali dirinya karena tidak pernah menyuruh James dan Sirius untuk berhenti. Lupin juga salah satu pembuat Peta Perampok, yang akhirnya jatuh ke tangan Harry. Lupin adalah salah satu anggota awal Orde Phoenix.Rowling pernah mengatakan bahwa Lupin adalah jenis guru yang ia inginkan. Baik hati dan mampu menampilkan yang terbaik dari setiap orang (misalnya meningkatkan kepercayaan diri Neville dengan cara mengajarinya untuk menghadapi boggart). Fakta bahwa dirinya adalah manusia serigala dan membutuhkan ramuan untuk mencegahnya menyakiti orang lain selama hidupnya membuat Lupin adalah simbol dari konsekuensi kecurigaan dan pengucilan, dan juga reaksi negatif masyarakat terhadap penyakit dan kecacatan.Remus mengajar di Sekolah Sihir Hogwarts dan Sihir sebagai Guru Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam selama tahun ajaran 1993-1994. Dia juga seorang guru Harry Potter, putra James, yang dia diajarkan bagaimana untuk menyulap Patronus, tapi mengundurkan diri setelah Severus Snape mengungkapkan kepada publik bahwa Remus itu manusia serigala. Dia berperang melawan Pelahap Maut sekali lagi dalam Perang sihir Kedua, di mana ia kehilangan temannya Sirius. Pada tahun 1997, Remus menikah Orde sesama anggota Nymphadora Tonks dan memiliki seorang putra, Teddy Lupin. Remus bertempur di Pertempuran Hogwarts, di mana istrinya dibunuh oleh Bellatrix Lestrange. Remus juga dibunuh oleh Pelahap Maut, Antonin Dolohov, selama pertempuran yang sama pada tahun 1998. Namun, ia sempat tampil lagi melalui Batu Kebangkitan untuk Harry, bersama dengan James, Lily, dan Sirius pada tahun 1998.

 Fred Weasley

Fred dan George Weasley adalah karakter fiktif dalam serial Harry Potter karangan J.K Rowling. Lahir tanggal 1 April 1978, tepat pada April Fool's Day. Mereka adalah putra keempat (kembar) dari pasangan Arthur Weasley dan Molly Weasley. Fred dan George biasa disebut sebagai si kembar Weasley, dua-duanya sama-sama jail dan suka mengusili orang, tetapi mereka tidak jahat. Mereka sering menciptakan lelucon yang lucu dan bermain-main.
Sahabat karib mereka di Hogwarts adalah Lee Jordan, dan mereka bertiga selalu berusaha menciptakan ramuan atau bahan-bahan terbaru yang bisa digunakan untuk menjaili orang. Pada tahun kelima Harry, si kembar Weasley sudah menciptakan Kudapan Kabur, yang berfungsi untuk membuat diri kita sakit sehingga dapat keluar dari kelas. Sejauh ini Kudapan Kabur bermacam-macam jenisnya, seperti Nogat Mimisan, Pastiles Pemuntah, Permen Pingsan, dan lain-lain. Ciptaan pertama si kembar Weasley yang tampil di buku keempat adalah Permen Lidah-Liar yang termakan oleh Dudley dan berbagai jenis krim.
Fred dan George kabur dari Hogwarts dengan sapu terbang yang sebelumnya ditahan Dolores Umbridge pada tahun terakhir mereka, atau pada tahun kelima Harry. Mereka lalu menyewa sebuah toko di Diagon Alley yang diberi nama Sihir Sakti Weasley (Weasleys' Wizard Wheezes), yang sangat laku pembeli. Dalam Pertempuran Hogwarts,kembar ini turut bertempur untuk membela Hogwarts. Namun, Fred tewas saat melawan Pelahap Maut dalam sebuah ledakan akibat kutukan, yang disaksikan oleh Percy Weasley. Namun, George selamat dan melanjutkan usaha Weasleys' Wizard Wheezes bersama Ron, sebelum Ron memutuskan keluar untuk menjadi Auror bersama Harry Potter. George kemudian menikah dengan Angelina Johnson dan memiliki 2 anak, Fred dan Roxanne.Si kembar Weasley pada film Harry Potter diperankan oleh Oliver dan James Phelps.Fred Weasley (1 April, 1978 - 2 Mei 1998) adalah seorang penyihir darah murni, putra Arthur Weasley dan Molly Weasley (née Prewett), saudara Bill, Charlie, Percy, Ron dan Ginny Weasley, dan saudara kembar George Weasley. Ia masih balita selama puncak Perang sihir Pertama dan tiga ketika Lord Voldemort jatuh untuk pertama kalinya. Ia menghadiri Sekolah Sihir Hogwarts dan Sihir 1989-1996 dan diurutkan ke Gryffindor rumah. Baik dia dan saudara kembarnya adalah siswa populer, dikenal karena rasa humor, lelucon, dan Beater untuk tim Quidditch Gryffindor. Pada tahun ketujuh mereka, mereka bergabung Laskar Dumbledore.Sebuah lelucon brilian dan penemu, Fred meninggalkan Hogwarts segera sebelum wisuda untuk menjadi pengusaha sukses, bersama saudara kembarnya, George, dan membuka toko Weasley 'lelucon Sihir Sakti di Diagon Alley. Fred juga anggota Orde Phoenix, ia berjuang dalam Pertempuran Tujuh Potters pada tahun 1997 dan merupakan komentator untuk Potterwatch selama puncak Perang Kedua Sihir. Pada tahun 1998, Fred berpartisipasi dalam Pertempuran Hogwarts, membela lorong-lorong benteng dengan saudara kembarnya. Sementara berjuang bersama saudaranya, Percy, ia tewas dalam ledakan.

James and Lily Potter 


James Potter adalah ayah dari Harry Potter dan suami dari Lily Evans. Berbeda dengan Lily, James adalah penyihir berdarah murni. James Potter dilahirkan pada tahun 1959 di Inggris.
James juga bersekolah di Hogwarts dari tahun 1970 dan lulus pada tahun 1977. Sama seperti Harry, James juga masuk asrama Gryffindor. Di Hogwarts James bersahabat dengan Sirius Black, Remus Lupin, dan Peter Pettigrew. Bersama Sirius, James juga dikenal sebagai murid yang cerdas sekaligus nakal. Keduanya sering sekali terkena hukuman (atau detensi). Untuk mengatasi pemisahan tempat detensi, James dan Sirius menggunakan cermin dua arah sehingga mereka tetap bisa berkomunikasi satu sama lain meskipun terpisah. Dari ketiga sahabatnya, James lebih dekat dengan Sirius. Sirius juga merupakan pendamping James di pernikahannya dengan Lily dan hampir merupakan pemegang rahasia keluarga Potter (sebelum akhirnya dialihkan ke Peter Pettigrew untuk mengelabui Lord Voldemort).
James Potter merupakan animagus tak terdaftar. Ia mengambil bentuk rusa jantan sehingga dijuluki Prongs oleh ketiga sahabatnya. Mereka pula yang menciptakan Marauder's Map (Peta Perampok) yang dapat memperlihatkan denah Hogwarts dan sekitarnya, termasuk posisi orang-orang di dalam Hogwarts.
Pada masa pertempuran melawan Lord Voldemort dan para Pelahap Mautnya, James dan Lily tergabung dalam Orde Phoenix yang dipimpin oleh Albus Dumbledore. Keduanya diceritakan berhasil meloloskan diri dari Lord Voldemort sebanyak 3 kali.
Keluarga Potter tinggal di Godric's Hollow sampai akhirnya rumah itu dihancurkan oleh Lord Voldemort bersamaan dengan terbunuhnya James dan Lily.
Lily Evans adalah penyihir kelahiran muggle (sebutan untuk manusia biasa tanpa bakat sihir). Walaupun demikian, Lily merupakan salah satu penyihir yang pintar dan juga menjadi murid kesayangan salah satu guru Hogwarts pada masanya, Horace Slughorn. Lily Evans merupakan adik dari Petunia Dursley (yang bernama Petunia Evans sebelum menikah dengan Vernon Dursley).
Setelah lulus dari Hogwarts, Lily menikah dengan James Potter dan melahirkan Harry James Potter. Namun Lily dan James meninggal pada tahun 1981, saat usia Harry baru berumur 1 tahun, akibat dibunuh oleh Lord Voldemort (karena petunjuk ramalan yang disebutkan di buku Harry Potter and The Order of Phoenix). Hampir setiap orang yang bertemu Harry akan melihat diri Lily di dalam dirinya karena Lily mewariskan warna matanya yang hijau ke Harry.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar