Hermione Granger
Hermione adalah seorang murid yang terpilih di asrama Gryffindor di
Sekolah Sihir Hogwarts dan merupakan sahabat terbaik
Harry Potter dan
Ron Weasley.
Ia lahir pada tanggal 19 September 1979 yang membuat Hermione menjadi
siswa tertua di antara teman sekelasnya. Hal ini terjadi karena Hogwarts
hanya menerima siswa yang sudah berusia sebelas tahun pada saat masuk
pada tahun ajaran pertama sekolah tersebut pada 1 September, dan
Hermione terlalu muda untuk bergabung dengan kelas terdahulu.
Hermione menunjukkan kemampuan akademis yang lebih bila dibandingkan
dengan sahabat dan teman sekelasnya walaupun ia kurang memiliki
kematangan emosional. Ia selalu bereaksi negatif pada Ron yang selalu
menggodanya, tidak tahan bila dipermalukan atau ketika teman-temannya
berbuat hal yang konyol, dan biasanya melemparkan tubuhnya ke tempat
tidur bila merasa kecewa.
Hermione mempunyai mata berwarna coklat,
rambut ikal coklat, dan mempunyai gigi depan yang besar ketika pertama
kali muncul. Banyak orang di sekolah yang menertawakan wajahnya,
termasuk Professor
Severus Snape dan pada tahun keempatnya dia diejek
Rita Skeeter yang mengatakan bahwa dia adalah "wanita yang polos namun ambisius". Bagaimanapun juga, dalam film
Harry Potter and the Goblet of Fire, dia menarik perhatian salah satu bintang
Qudditch,
Viktor Krum,
dan akhirnya Hermione pun berdansa dengannya di pesta dansa. Hermione
adalah salah satu murid terpintar di antara murid-murid lainnya, tetapi
dia sedikit lebih sombong (terutama jika dibandingkan dengan Harry yang
tergolong rendah hati), suka berlagak tahu semuanya, dan sangat tidak
suka apabila diejek.
Harry Potter dan
Ron Weasley
sangat tergantung padanya dalam hal-hal akademis. Dengan kepintarannya,
Hermione terbukti bisa mengeluarkan trionya (Trio Emas) dari berbagai
macam masalah yang ada, meskipun dia pun sering membuat masalah.
Hermione adalah siswi yang setia, berani dan mempunyai kesadaran
politis yang kuat (yang mempengaruhi karirnya kelak), tetapi
kadang-kadang mempunyai permasalahan yang sering mengganggunya, walaupun
pada tahun pertamanya ia kalut dalam konsidi krisis (ketika diberitahu
untuk menyalakan api saat terperangkap di Jerat Setan, dia malah
menjawab “ Tapi tidak ada kayu!”), namun demikian dia telah berhasil
melakukan sihir Menyalakan Api Gaib di awal-awal tahun pelajarannya,
juga mau tidak mau dia ceritakan kepada Profesor Umbridge untuk
menyelamatkan Harry di dalam
Harry Potter and the Order of the Phoenix (dia mengakui bahwa ada suatu senjata di dalam hutan, dan membuat Dumbledore tewas), dan kegagalannya cukup menundukkan
Pelahap Maut
di dalam Departemen Misteri (dia kesunyian bukannya membingungkan dia,
meninggalkan dia sadar, mengusulkan bahwa di dalam panas saat/momen, dia
melupakan sekitar mantera tidak lisan [yang] melempar). Tentu saja,
Akal Hermione adalah paling kuat dalam menganalisa sasaran dan memori,
dan dia kadang-kadang mempunyai kesukaran ketika dipaksa untuk membuat
menggigit penghakiman (suatu faktor yang adalah sering dibuang di
(dalam) adaptasi film). Haruslah dicatat bagaimanapun, bahwa pada
umumnya rencana nya Harry dan Ron ( kadang-kadang dengan enggan)
mengikuti. Selagi dia dibuat kekeliruan, apapun juga dia menyarankan
pada umumnya adalah tindakan yang terbaik.
Walaupun berbelas kasih, ia kadang-kadang sedikit canggung ketika
berhubungan dengan orang banyak, meskipun berposisi sebagai " penghubung
sosial" di dalam trio itu. Sebagai contoh yang bagus adalah usahanya
yang ceroboh dalam menghibur
Lavender Brown atas kelincinya yang mati. Penulis naskah
Steve Kloves
mengatakan Hermione itu sering menunjukkan " ketidakpahaman sepenuhnya
mengenai bagaimana dia dapat memengaruhi orang lain". Menurut
J. K. Rowling,
Hermione sangat merasa tidak aman dan kadang-kadang merasa sangat tidak
mampu. Untuk menutupinya, dia mencoba menjadi yang terbaik pada
segalanya di sekolah, memperlihatkan suatu kepercayaan diri palsu yang
dapat menyinggung orang lain. Hermione juga cenderung menyinggung orang
lain dengan gamblangnya rasa keunggulan akhlak, yang sering ia paksakan
kepada orang lain di masa lalunya. Meskipun demikian dia juga telah
membuktikan keterampilannya dalam memahami perasaaan dan hubungan antar
sesama, ini sering membuat perselisihan dengan
Ron
yang awalnya benar-benar tidak tahu mengenai persoalan seperti ini
(Hermione menganggap kepekaan emosionalnya seukuran dengan sendok teh).
Harry berkonsultasi dengan Hermione untuk meminta saran mengenai
hubungannya dengan
Cho Chang dan
Ginny Weasley
(meskipun dalam kasus Cho, hal inilah yang menyebabkan Harry putus dari
Cho, karena Cho cemburu akan hubungannya dengan Hermione).
Fleur Delacour
Fleur berasal dari Perancis. Neneknya adalah veela, sehingga
membuatnya seperempat veela. Ia mewarisi kecantikan veela yang
memabukkan bagi para pria. Ia kurang lebih 3 tahun lebih tua dari Harry,
jadi kemungkinan ia dilahirkan sekitar tahun 1977. Fleur memiliki
seorang adik,
Gabrielle Delacour yang kemungkinan 10 tahun lebih muda.
Tongkat Sihir Fleur 9,5 inci (25 cm), tidak bisa ditekuk, terbuat
dari kayu mawar dan berisi sehelai rambut veela dari neneknya. Ia bisa
berbahasa Inggris dengan lancar, namun dengan aksen
Perancis yang kental.
Karena darah veela yang mengalir dalam tubuhnya, banyak anak
laki-laki yang terpesona ketika melihat Fleur, bahkan melakukan hal-hal
yang memalukan. Biarpun hal ini kadang-kadang menguntungkan, namun bisa
juga membahayakan dirinya. Karena Voldermort dan para Pelahap Maut
memiliki kecurigaan yang berlebihan kepada mereka yang bukan keturunan
penyihir-murni. Fleur dapat dikategorikan berdarah campuran karena
neneknya yang veela.
Di Hogwarts Fleur seringkali mengeluhkan tentang keadaan Hogwarts,
tentang makanannya, dan menyuarakan keberatannya terhadap Harry sebagai
juara keempat, yang dianggapnya terlalu muda. Ia adalah satu-satunya
dari keempat juara yang berkomentar tentang hal ini.
Fleur memiliki seorang adik bernama
Gabrielle Delacour
yang berumur 8 tahun di Goblet of Fire. Gabrielle adalah sandera yang
harus dibebaskan Fleur untuk Tugas Keduanya di Turnamen Triwizard, namun
dia gagal. Harry memilih untuk menyelamatkan Gabrielle (biarpun
sebenarnya tidak perlu) dan Fleur yang sangat terguncang berubah menjadi
lebih ramah kepada Harry dan tidak lagi berkomentar soal Hogwarts.
Fleur tersingkir dari Turnamen Triwizard akibat campur tangan Voldermort, ia dipingsankan oleh
Viktor Krum (yang di bawah pengaruh kutukan Imperius
Barty Crouch Jr.).
Di akhir cerita ia mengatakan pada Harry bahwa setelah lulus dia
kemungkinan akan kembali ke Inggris untuk bekerja dan memperlancar
bahasa Inggrisnya.
Dalam
Harry Potter and the Order of the Phoenix disebutkan bahwa Fleur bekerja di Bank Gringotts, dan Bill membantu
melancarkan bahasa Inggrisnya, mengindikasikan adanya hubungan istimewa antara keduanya (menurut Fred, Bill banyak memberi Fleur
pelajaran privat).
Dalam
Harry Potter and the Half-Blood Prince,
terungkap bahwa Fleur dan Bill telah bertunangan dan akan segera
menikah. Bill membawa Fleur ke The Burrow selama beberapa hari untuk
mengenal keluarganya.
Molly Weasley
tidak menyukai Fleur dan tidak bisa mengerti bagaimana Bill bisa jatuh
cinta padanya, karena menurut Molly, mereka berdua tidak memiliki
kesamaan sedikitpun. Sementara Fleur juga tidak berusaha mengubah
anggapan calon ibu mertuanya. Harry dan kawan-kawan mengira Molly lebih
suka bila Bill jatuh cinta pada
Nymphadora Tonks (sampai kemudian terungkap bahwa sebenarnya Tonks mencintai Lupin).
Ron, tidak membencinya. Dan bisa dimengerti, karena dalam The Goblet
of Fire, Ron adalah salah satu anak laki-laki yang kehilangan akal
(dalam cerita ia dikatakan sempat tidak bisa bicara) akibat pengaruh
veela dari Fleur (kebalikan dari Harry yang tidak begitu terpengaruh,
biarpun saat Fleur mencium pipinya, Harry senang juga), salah satu dari
anak laki-laki yang banyak terpengaruh oleh pesona Fleur.
Fleur akhirnya mendapat restu Molly setelah Bill terluka akibat
pertempuran di Hogwarts. Molly semula mengira pernikahan Bill akan
batal, Fleur segera membantah. Mengatakan bahwa perlu lebih dari manusia
serigala untuk menghentikan Bill mencintainya, demikian pula
sebaliknya. Ia berkata bahwa ia cukup cantik untuk mereka berdua. Dan
semua luka itu menunjukkan bahwa Bill pemberani. Kemudian Molly
mengatakan tentang tiara milik bibi buyut Muriel yang kemungkinan bisa
dipinjamnya untuk pernikahan, dan selanjutnya Fleur dan Molly sama-sama
menangis dan berpelukan. Tampaknya hubungan Fleur dan keluarga Weasley
membaik setelah insiden ini.
Fleur dan Bill menikah di awal Buku Ketujuh. Fleur menginginkan Ginny dan Gabrielle untuk menjadi pendampingnya. Pada tahun
1998 Fleur Delacour beserta suaminya ikut bertempur dalam pertempuran Hogwarts sebagai anggota
Orde Phoenix
dan ia berhasil bertahan hidup. Pada akhir buku ke 7, Bill dan Fleur
Delacour Weasley mendapatkan seorang putri yang bernama Victoire
Weasley. Kemudian, mereka mendapat 2 anak lagi, Dominique dan Louis.
Salah satu anak Harry dan Ginny Weasley Potter (James Sirius) melihat
Victoire berciuman dengan Teddy Remus Lupin, anak laki-laki Remus Lupin
dan Nymphadora Tonks yang terbunuh dalam pertempuran di Hogwarts.
Luna Lovegood
Luna "Loony" Lovegood (Lahir
±1981) adalah salah satu
tokoh fiksi dalam seri
Harry Potter.
Ia digambarkan sebagai seorang anak perempuan yang aneh dan kerap
menggunakan aksesoris yang tidak lazim seperti kalung yang dibuat dari
tutup botol
butterbeer, dan menyelipkan tongkat sihirnya di belakang telinga untuk lebih aman.
Ayah Luna, Xenophilius Lovegood adalah editor dari
The Quibbler,
majalah unik yang berisikan (menurut Luna) "cerita-cerita penting yang
perlu diketahui oleh publik". Tampaknya Luna mewarisi keunikan
('keanehan') dari ayahnya. Artikel-artikel di
The Quibbler
seringkali menggelikan dan bodoh. Harry Potter pada mulanya berpikir
bahwa majalah ini adalah majalah lelucon, sampai ia menyadari bahwa Luna
mempercayai isi majalah itu. Luna membela keyakinannya, ayahnya, dan
majalah itu dari tokoh-tokoh lainnya, di antaranya dari
Hermione Granger.
Luna Lovegood ( Diperankan oleh Evanna Lynch) merupakan teman dari
Ginny Weasley (Adik Ron Weasley) yang berasal dari asrama Ravenclaw. Dia
merupakan tokoh pendatang baru yang baik hati dan membantu Harry dan
kawan-kawan untuk melawan Voldemort. Ia juga menjadi tokoh yang selalu
menghibur Harry terutama saat ia kehilangan Sirius Black
[HP5].
Tokoh yang pertama kali muncul pada Harry Potter and the Orde of
Phoenix ini juga merupakan salah satu dari beberapa murid Hogwarts yang
sepenuhnya percaya kepada Harry bahwa Voldemort telah kembali. Ia juga
termasuk dalam anggota dari
Dumbledore's Army
(Laskar Dumbledore) dan ia bergabung dalam perang melawan pelahap maut
di Kementerian Sihir. Di buku ketujuh (Relikui Kematian), ia menjadi
pimpinan sementara Laskar Dumbledore, yang menentang rezim Severus
Snape. Namun, pada masa libur Natal ia diculik Pelahap Maut, tetapi
diselamatkan oleh Harry, Hermione, dan Ron. Kemudian ia turut berperang
untuk mempertahankan Hogwarts pada akhir buku ketujuh, dan selamat.
Pada akhirnya, Luna menikah dengan Rolf Scamander, seorang ahli alam (naturalis), cucu dari
Newt Scamander.
Kemudian mempunyai anak kembar yaitu Lorcan dan Lysander Scamander.
Seperti suaminya ia juga menjadi naturalis. Namun, menurut JK Rowling,
setelah melakukan beberapa ekpedisi alam ke seluruh dunia, ia harus
meyakini bahwa beberapa keyakinan ayahnya (seperti keberadaan Snorkack
Tanduk-Kisut) adalah salah. luna adalah seorang pemikir post=modern.
Nymphadora Tonks
Tonks (yang tidak suka bila dipanggil dengan nama depannya) adalah
wanita yang sangat bersemangat di usianya yang baru 20-an. Dia adalah
salah satu
Auror dan bergabung dalam
Orde Phoenix. Sebagai seorang
Metamorphmagus,
dia bisa mengubah-ubah penampilannya, baik sebagai sarana penyamaran
maupun untuk bersenang-senang saja. Meski Tonks adalah Auror yang
handal, dia tidak terlalu bagus untuk mengerjakan pekerjaan rumah tangga
dan cenderung canggung.Tonks bukan anggota asli dari Orde Phoenix karena di saat pertama kali Orde terbentuk, ia masih sangat muda. Dia bersekolah di
Hogwarts pada tahun 1984 dan masuk asrama
Hufflepuff,
dan nilai-nilainya pastilah sangat bagus karena ia memenuhi kualifikasi
untuk menjadi Auror di kemudian hari – meskipun secara pribadi ia
termasuk orang yang tidak memiliki kemampuan untuk bersikap baik
(menurut
kepala asramanya). Ia seangkatan dengan
Charlie Weasley.
Tonks melewati 3 tahun pelatihan Auror dari Kementerian Sihir, dimana
dia mendapat nilai tertinggi untuk Penyaruan dan Penyamaran, tapi
kesulitan dengan Penyelidikan Diam-Diam dan Pelacakan.
Tonks berhubungan baik dengan Harry Potter, Hermione Granger dan
Ginny Weasley. Mungkin disebabkan karena usianya yang tidak terpaut
terlalu jauh dengan mereka. Sikapnya yang ramah dan kemampuannya
menghibur (terutama dengan kemampuannya mengubah-ubah warna rambut dan
bentuk hidungnya) membuat Tonks disukai. Dalam Half Blood Prince Tonks
mengakui bahwa dia mencintai
Remus Lupin.
Orang tuanya adalah Andromeda Tonks ( Terlahir Black ) dan
Ted Tonks.
Ayahnya Ted Tonks adalah penyihir kelahiran Muggle, sementara itu
ibunya Andromeda adalah penyihir berdarah murni yang adalah putri dari
Keluarga Black, yang sangat menjunjung tinggi kemurnian darah mereka.
Oleh sebab itu, ketika Andromeda menikah dengan Ted, ia dikucilkan oleh
keluarganya,serta dianggap sebagai pengkhianat.
Kreacher, peri rumah Keluarga Black, tidak mau menerima perintah dari Tonks.
Orang tua Tonks tidak muncul dalam novel sejauh ini, dan nyaris tidak
diketahui pasti detail tentang mereka. Tonks hanya disinggunya sedikit,
bahwa Andromeda Tonks memiliki ilmu untuk membuat barang-barang tertata
rapihan, dan
Ted Tonks
orang yang ‘slebor’. Andromeda yang orang yang bertanggung jawab
memberi nama kepada puteri tunggalnya , Nymphadora pada Tonks, nama yang
sangat dibencinya.
Ibunya ,
Andromeda Tonks adalah sepupu
Sirius Black, dan
Andromeda Tonks juga merupakan kakak kandung dari
Narcissa Malfoy (Istri dari
Lucius Malfoy) dan adik dari Pelahap Maut
Bellatrix Lestrange. Hubungan kekerabatan ini menjadikan Nymphadora Tonks sebenarnya adalah sepupu
Draco Malfoydan keponakan dari
Bellatrix Lestrange dan
Narcissa Malfoy.
Dalam
Pangeran Berdarah-Campuran, terungkap bahwa Tonks
mencintai Remus Lupin, tapi merasa frustasi dan tertekan karena
penolakan Lupin karena alasan bahwa Lupin "terlalu tua, terlalu miskin,
... terlalu berbahaya". Hal ini menjelaskan perubahan kepribadian dan
rupa Tonks. Namun demikian, Lupin berhenti menolak setelah peristiwa
kematian Dumbledore dan peristiwa digigitnya
Bill Weasley oleh manusia serigala
Fenrir Greyback. Hal ini menyebabkan kepribadian dan rupa Tonks kembali ke "normal"
[HP6]
Dalam buku seri terakhir Harry Potter dan Relikui Kematian ( Harry
Potter and The Deathly Hallows ), Nymphadora Tonks mempunyai seorang
anak laki-laki dari pernikahannya dengan Remus Lupin dan putranya diberi
nama Teddy Lupin. Teddy Lupin juga adalah anak baptis Harry Potter.
Nymphadora Tonks dan Remus Lupin tewas dalam pertempuran di Hogwarts
[HP7] dalam usaha melawan Lord Voldemort dan para Pelahap Mautnya. Pada perang tersebut. Nymphadora dibunuh oleh
Bellatrix Lestrange, sementara suaminya dibunuh oleh
Antonin Dolohov.
Ginny Weasley
Dia adalah anak paling
bungsu dari tujuh bersaudara di keluarga
Arthur Weasley dan
Molly Weasley, dan juga satu-satunya anak perempuan mereka.
Ginny Weasley memiliki perawakan kecil, dengan rambut merah menyala
(turun-temurun dalam keluarga Weasley) dan juga berbola mata
kecokelatan. Dia juga dikategorikan sebagai penyihir yang berbakat pada
usianya, terutama dalam keahlian khususnya yaitu Kutukan-Kepak
Kelelawar.
Ia sudah muncul sejak
episode pertama, dimana ia bersama
ibunya turut mengantar kakak-kakaknya ke
Hogwarts, termasuk
Ron, yang akan memulai tahun pertamanya di Hogwarts (bersama dengan Harry). Kemudian di
episode kedua, ia mulai bersekolah di Hogwarts dan masuk asrama
Gryffindor
(seperti keluarga Weasley yang lain). Ia digambarkan sudah sangat
menyukai Harry Potter namun dia malu untuk mengungkapkan perasaannya. Ia
memegang peran kunci dalam kasus di episode ini, yaitu serangan
siswa-siswi kelahiran muggle. Terungkap bahwa ialah yang membuka kamar
rahasia. Ia dirasuki jiwa
Tom Riddle (Voldemort muda) dari buku harian yang diselipkan di buku pelajarannya oleh
Lucius Malfoy, yang berencana untuk memecat
ayahnya
dari Kementerian Sihir dengan plot tersebut. Ia lalu dibawa ke kamar
rahasia. Namun Harry berhasil menyelamatkannya dam mengalahkan Riddle.
Ia tidak banyak berperan di
episode ketiga.Di
episode keempat (Piala Api), ia lebih berperan sebagai karakter
sampingan. Bersama keluarga Weasley lainnya, ia menyaksikan Piala Dunia
Quidditch. Di pesta dansa Natal, ia pergi dengan
Neville Longbottom. Kemudian, di buku kelima, ia bergabung dengan
Laskar Dumbledore
dan ia juga membantu Harry menenangkan emosinya, karena pada episode
ini Harry sedang menghadapi tekanan emosi berat pasca kejadian di
episode sebelumnya, dan beban misinya, melawan Voldemort. Lalu, ketika
Harry mendapat larangan bermain Quidditch "seumur hidup" oleh Dolores
Umbridge. Ginny menggantikannya sebagai Seeker Gryffindor. Ini
membuktikan dia juga adalah pemain Quidditch yang hebat, terbukti dia
dapat menggantikan Harry menjadi seeker dengan baik dan membawa
Gryffindor merebut Piala Quidditch. Di akhir buku ia turut bertempur di
Departemen Misteri bersama beberapa anggota LD.
Prestasi ini juga diulanginya di buku keenam ketika Harry menjalani
detensi dari Profesor Snape (meskipun di buku keenam Ginny sebenarnya
berposisi sebagai Chaser).Pada episode ini pula, ia masuk Klub Slug,
klub siswa-siswi berbakat yang diharapkan terkenal oleh guru ramuan baru
Horace Slughorn setelah ia mengutuk
Zacharias Smith
dengan senjata andalannya, Kutukan Kepak-kelelawar karena Zacharias
terus menanyakan apa yang terjadi di Departemen Misteri di episode
sebelumnya. Ketika Ginny mulai pacaran dengan
Dean Thomas yang merupakan teman seangkatan Harry di Hogwarts saat ia kelas lima (dan juga merupakan anggota
Laskar Dumbledore),
Harry mulai cemburu dan sadar bahwa sebenarnya dia menyukai Ginny. Di
bawah pengaruh ramuan keberuntungan (Felix Felicis) dan perlindungan
Jubah Gaib, ia tak sengaja menyebabkan Ginny dan Dean putus; ia menubruk
Ginny pada saat ia dan Dean sedang melewati lubang lukisan Nyonya Gemuk
(pintu masuk asrama
Gryffindor).
Ginny merasa Dean terlalu protektif dengan dia dan akhirnya mereka
berpisah. Harry akhirnya menyatakan cintanya dan menjadi pacar Ginny
walaupun hubungan mereka terpaksa berakhir karena Harry takut jika Ginny
akan menjadi korban
Lord Voldemort jika
Voldemort
tahu bahwa Ginny mempunyai hubungan dengannya. Ia juga merupakan salah
satu murid yang bertempur ketika Pelahap Maut menyerbu Hogwarts di akhir
buku keenam.
Pada
Harry Potter dan Relikui Kematian, sementara Harry dan kedua sahabatnya sedang berburu Horcrux. Ginny,
Neville, dan
Luna mengaktifkan kembali Laskar Dumbledore untuk melawan rezim kepala sekolah
Severus Snape.
Di akhir cerita ia beserta seluruh keluarganya bertempur di Pertempuran
Hogwarts. Ia berhasil bertahan hidup dari pertempuran. Pada babak
terakhir, ia, Hermione, dan Luna tengah bertempur melawan Pelahap Maut
Bellatrix Lestrange.
Bellatrix meluncurkan kutukan pembunuh (Avada Kedavra), yang hampir
mengenai Ginny. Ini menyebabkan ibunya, Molly Weasley marah dan
memutuskan memerangi Bellatrix sendiri, dan Bellatrix tewas terkena
kutukan Molly.
Di akhir cerita Harry Potter Ginny menikah dengan Harry Potter dan memiliki tiga anak bernama
James Sirius Potter,
Albus Severus Potter , dan
Lily Luna Potter.
Menurut JK Rowling, ia bermain Quidditch untuk klub Holeyhead Harpies
selama beberapa tahun sebelum pensiun untuk membangun keluarga bersama
Harry. Kemudian ia bekerja di
Daily Prophet sebagai koresponden
Quidditch senior (di dunia kita serupa dengan
wartawan olahraga).
Molly Weasley
Seorang ibu rumah tangga, istri dari Arthur Weasley dan ibu dari Bill,
Charlie, Percy, Fred, George, Ron dan Ginny. Molly yang juga anggota
Orde Phoenix, adalah kemenakan
Ignatius Prewett (yang menikah dengan
Lucretia Black). Pada masanya di Hogwarts, ia masuk asrama
Gryffindor.
Molly
menganggap Harry dan Hermione sebagai bagian dari keluarga Weasley.
Harry terutama, diperlakukan dengan over-protektif karena dirinya yatim
piatu dan tinggal dengan keluarga yang tidak memperlakukannya dengan
baik. Ketika Molly membaca tulisan
Rita Skeeter
tentang cinta segitiga Harry, Hermione dan Krum, ia memperlakukan
Hermione dengan dingin dan tidak ramah (mengiriminya telur paskah yang
lebih kecil dibanding Harry maupun Ron) sampai Harry menjelaskan bahwa
cerita tersebut hanyalah bohong belaka. Setelah itu Molly kembali
memperlakukan Hermione seperti semula. Dalam
Harry Potter and the Order of the Phoenix, Molly membela Harry dan menyatakan bahwa ia sudah seperti anaknya sendiri. Molly berusaha menjaga agar rumahnya teratur, sebuah tugas yang sulit
dengan adanya Fred dan George. Molly sendiri sebenarnya tidak begitu
taat pada peraturan, setidaknya ketika di Hogwarts, ia dan Arthur sering
melanggar jam malam (lihat Buku Keempat). Molly juga mengajar ketujuh
anak-anaknya di rumah sebelum mereka masuk Hogwarts, tampaknya ini
adalah sebuah alternatif selain menyekolahkan anak-anak penyihir di
sekolah Muggle.
Nama "Molly" kemungkinan berasal dari kata "mollycoddle" dalam bahasa
Inggris yang berarti overprotektif terhadap seseorang. Arthur Weasley
memanggilnya dengan nama "Mollywobbles" (bila mereka sedang berdua
saja). Ketakutan terbesarnya adalah kematian anggota keluarga atau
orang-orang yang dicintainya. Hal ini sangat wajar, karena saudaranya,
Gideon dan Fabian Prewett, mati terbunuh. Itu sebabnya Molly benar-benar
mengkhawatirkan keselamatan keluarganya. Setelah terjadi teror di Piala
Dunia Quidditch, Molly benar-benar takut bahwa kata terakhir yang
diucapkan pada Fred dan George adalah bahwa nilai OWL mereka tidak cukup
tinggi. Dan dialah satu-satunya anggota keluarga Weasley yang menangisi
kepergian Percy dari rumah.
Molly tidak setuju pada
Sirius Black dan
Mundungus Fletcher.
Sirius karena Molly menganggap Sirius bertintak terburu-buru dan tidak
bertanggung jawab, sedangkan Mundungus karena dia seharusnya yang
menjaga Harry ketika Harry diserang
Dementor
(dan nyaris membuatnya dikeluarkan dari sekolah) dan karena Mundungus
membawa kuali curian ke Markas Orde Phoenix. Sirius juga tidak setuju
pada Molly, yang dianggapnya berlebihan dalam melindungi Harry dan
memperlakukannya seperti anak kecil yang tidak bisa apa-apa. Namun baik
Sirius dan Molly tampaknya berusaha meredam ketidaksetujuan mereka
masing-masing, dan Molly tetap membantu Sirius untuk bersih-bersih dan
memasak di Grimmauld Place.
Pada
Harry Potter dan Pangeran Berdarah Campuran, Molly bertemu calon menantunya,
Fleur Delacour,
yang bertunangan dengan Bill. Ia semerta-merta tidak menyukai Fleur,
seperti halnya Ginny dan Hermione, biarpun Molly enggan mengakuinya. Ia
tidak habis pikir bagaimana Bill dan Fleur bisa saling mencintai,
sementara karakter mereka begitu berbeda (dan juga kebangsaan). Molly
menganggap pernikahan mereka terlalu terburu-buru, karena keadaan yang
serba-tidak-pasti akibat teror Voldermort dan Pelahap Mautnya. Biarpun
sebenarnya dia dan Arthur juga menikah di usia muda dan dalam waktu yang
berbahaya pula. Ginny bahkan menyangka Molly mencoba menjodohkan Bill
dengan
Tonks
dengan cara sering mengundang Tonks untuk makan malam, padahal
sebenarnya Molly memberi nasihat pada Tonks mengenai masalah hubungan
Tonks dengan
Lupin. Molly akhirnya dapat menerima Fleur setelah Bill digigit oleh
Fenrir Greyback
dalam Serangan di Hogwarts. Molly mengira setelah Bill digigit (dan ada
kemungkinan menjadi atau memiliki sifat manusia serigala) Fleur tidak
akan mau menikahinya. Tapi Fleur mengejutkan Molly (dan semua orang)
bahwa ia akan tetap mencintai Bill, dan demikian pula sebaliknya, dan
bahwa luka-luka yang membekas pada Bill justru membuatnya bangga karena
menandakan Bill adalah orang yang pemberani. Molly sangat menghargai
pendapat Fleur ini dan akhirnya merestui hubungan mereka.
Molly adalah orang yang berhasil mengalahkan dan membunuh
Bellatrix Lestrange pada pertempuran
Hogwarts dikarenakan Bellatrix mencoba membunuh anak perempuan satu-satunya yaitu Ginny Weasley pada
buku ke tujuh Harry Potter. Ia menantang Bellatrix dengan sebuah umpatan
"Not my daughter, you bitch!" (diterjemahkan sebagai
"Jangan putriku, jalang!").
Kutukan Molly menghantam Bellatrix tepat di dadanya, membunuhnya
seketika. Namun, dalam film, digambarkan Bellatrix meledak menjadi debu
setelah terkena kutukan Molly.
Bellatrix Lestrange
Diceritakan Bellatrix disebutkan pertama kali di penampilan pertamanya di
Harry Potter and The Goblet of Fire (
Harry Potter dan Piala Api
) saat pembicaraan Kau Tahu Siapa dengan para pelahap mautnya. Bella
saat itu menjadi tawanan dari Penjara bagi para penjahat sihir,
Azkaban.
Bella
adalah putri sulung dari pasangan penyihir murni dari keluarga Black,
Cygnus Black dan istrinya Druella Black ( Terlahir Rosier ). Bellatrix
Lahir tahun 1951-an dan meninggal pada tahun 1998.
Setelah
Molly Weasley ( Terlahir Prewett ), ibu dari
Ronald Weasley, sahabat karibnya Harry Potter serta
Hermione Granger dalam pertempuran kedua melawan Kau Tahu Siapa (
Lord Voldemort
) di Sekolah Sihir Hogwarts akibat putri bungsu Molly Weasley, Ginny
Weasley yang ingin dibunuh dengan salah satu dari tiga Kutukan Tak
Termaafkan ( Unforgivable Curses ) oleh Bellatrix Lestrange.
Kutukan Tak Termaafkan ada tiga macam, yaitu:
- Avada Kedavra
- Imperius
- Cruciatus
Bellatrix Lestrange terbunuh oleh Kutukan
Molly Weasley dimana Harry Potter dan teman seangkatannya menyelesaikan pendidikannya pada tahun terakhir di Sekolah Sihir Hogwarts.
Bellatrix Lestrange merupakan istri dari
Rodolphus Lestrange yang juga
Pelahap Maut. Bellatrix juga memiliki saudara ipar dari suaminya bernama
Rabastan Lestrange yang juga
Pelahap Maut. Namun Rodolphus dan Bellatrix tidak memiliki keturunan. Bella juga melukai pasangan
Auror Frank dan Alice Longbottom dengan kutukan Cruciatus, salah satu dari Kutukan Tak Termaafkan (Unforgivable Curses).
Frank dan Alice Longbottom merupakan orang tua dari
Neville Longbottom , sahabat dekat Harry Potter selain Ronald Weasley dan Hermione Granger. Bella melukai
Frank dan Alice Longbottom bersama dengan suaminya Rodolphus Lestrange , saudara iparnya Rabastan Lestrange dan
Barty Crouch Jr sehingga akhirnya dipenjarakan di Penjara
Azkaban pada Pertempuran Pertama Dunia Sihir.
Keluarga :
Bellatrix Lestrange juga mempunyai dua saudara perempuan , yaitu :
Andromeda Tonks ( Terlahir Black ) yang menikah dengan
Ted Tonks, penyihir kelahiran Muggle {bukan penyihir} dan memberinya keponakan perempuan,
Nymphadora Tonks dan dihapus dari keluarganya yaitu Keluarga Black oleh
Walburga Black, bibinya.
Narcissa Malfoy ( Terlahir Black ) adik bungsunya yang menikah dengan salah satu pelahap maut juga penyihir berdarah murni,
Lucius Malfoy dan memberinya keponakan laki-laki,
Draco Malfoy.
Bellatrix Lestrange juga dikenal sebagai salah satu
tokoh antagonis dalam
serial fiksi Harry Potter. Ia adalah seorang
Pelahap Maut yang menganggap dirinya pelahap maut yang setia karena bersedia masuk ke Penjara
Azkaban daripada mengkhianati
Kau Tahu Siapa.
Bellatrix adalah sepupu jauh dari
Sirius Black yang merupakan anggota
Keluarga Black, dimana
Keluarga Black memiliki rumah di Jalan Grimmauld Place No. 12 yang diwarisi oleh
Sirius Black, dan dijadikan sebagai markas dari
Orde Phoenix. Serupa dengan Andromeda Tonks, adik sepupunya Sirius Black juga dihapus dari keluarga Black oleh ibunya sendiri,
Walburga Black. Walburga Black adalah istri dari
Orion Black dan ibu dari
Regulus Black. ( Menurut gambaran silsilah Keluarga Black oleh pengarangnya J.K Rowling).
Bellatrix tewas karena kalah dalam pertempuran
Hogwarts dan ia dikalahkan oleh
Molly Weasley karena kesal atas semua perbuatan bellatrix yang telah melukai anaknya George, membunuh Fred dan nyaris membahayakan Ginny.
Narcissa Malfoy
Narcissa Malfoy (terlahir Black) merupakan putri bungsu dari pasangan penyihir berdarah murni dari
Keluarga Black yakni
Cygnus Black dan istrinya
Druella Black (Terlahir Rosier).
Cissy memiliki ciri-cirinya adalah mata berwarna biru dan berambut pirang (ciri keluarga Black).
Narcissa Malfoy Lahir tahun
1955 (menurut J.K Rowling). Narcissa adalah ibu dari
Draco Malfoy dan istri dari pelahap maut
Lucius Malfoy. Narcissa memiliki dua orang kakak perempuan yaitu
Bellatrix Lestrange (Terlahir Black) dan
Andromeda Tonks (Terlahir Black).
Narcissa adalah bibi dari pihak ibu dari
Nymphadora Tonks Black. Setelah pertempuran di
Hogwarts ia memiliki satu orang cucu laki-laki dari putra tunggalnya Draco dan bernama
Scorpius Malfoy dengan penyihir berdarah murni
Astoria Greengrass.
Astoria Greengrass adalah adik perempuan sahabat dan seangkatan Draco Malfoy di Hogwarts yang juga murid asrama Slytherin, yang bernama
Daphne Greengrass.
Narcissa
mempunyai ayah mertua bernama Abraxas Malfoy. Narcissa memiliki kakak
ipar laki-laki dari kakak sulungnya Bellatrix yang bernama
Rodolphus Lestrange dan saudara laki-laki
Rodolphus Lestrange yaitu
Rabastan Lestrange yang juga pelahap maut. Kakak ipar dari kakak kedua Narcissa berketurunan bukan penyihir (atau Mudblood / Muggle) bernaman
Ted Tonks. Setelah kakaknya
Andromeda Tonks menikah dengan Ted Tonks namanya dihapus dari keluarga Black oleh bibinya
Walburga Black,ibu dari
Sirius Black.
Narcissa tinggal di
Malfoy Manor
(Rumah Besar Keluarga Malfoy) bersama Suaminya Lucius Malfoy dan putra
tunggalnya Draco Malfoy. Hampir semua keturunan keluarga Malfoy masuk di
asrama
Slytherin di Sekolah Sihir
Hogwarts. Narcissa sendiri adalah salah satu siswi asrama
Slytherin.
Meskipun ia sepaham dengan suaminya mengenai kemurnian darah, tetapi ia
lebih mencemaskan kekayaan keluarga dibandingkan membantu
Voldemort dalam memperluas kekuasaan, sehingga ia tidak masuk jajaran
Pelahap Maut.
Pada buku keenam
Harry Potter dan Pangeran Berdarah Campuran, Narcissa mengunjungi
Severus Snape bersama kakak sulungnya Bellatrix Lestrenge. Narcissa juga mengajukan dan membuat sumpah dengan Severus Snape di rumahnya di
Spinner End. Sumpah ini di kenal dengan nama Unbreakable Vow atau Sumpah tak terlanggar di awal buku keenam
Harry Potter
untuk menyelamatkan putra yang disayanginya dari Pangeran Kegelapan
yang memberi misi pada Draco untuk membantunya memasuki Sekolah Sihir
Hogwarts. Ini menunjukkan bahwa ia sangat protektif terhadap anak
tunggalnya itu.
Lily Potter
Lily Evans adalah penyihir kelahiran muggle (sebutan untuk
manusia biasa tanpa bakat sihir). Walaupun demikian, Lily merupakan
salah satu penyihir yang pintar dan juga menjadi murid kesayangan salah
satu guru
Hogwarts pada masanya,
Horace Slughorn. Lily Evans merupakan adik dari
Petunia Dursley (yang bernama Petunia Evans sebelum menikah dengan
Vernon Dursley).
Setelah lulus dari
Hogwarts, Lily menikah dengan
James Potter dan melahirkan
Harry James Potter. Namun Lily dan James meninggal pada tahun 1981, saat usia Harry baru berumur 1 tahun, akibat dibunuh oleh
Lord Voldemort (karena petunjuk ramalan yang disebutkan di buku
Harry Potter and The Order of Phoenix).
Hampir setiap orang yang bertemu Harry akan melihat diri Lily di dalam
dirinya karena Lily mewariskan warna matanya yang hijau ke Harry.
Lily Potter adalah seorang penyihir kelahiran Muggle, putri muda Mr dan Mrs Evans dan adik Petunia. Dia belajar bahwa dia adalah seorang penyihir sebagai seorang anak, setelah Severus Snape, seorang bocah penyihir yang tinggal di dekatnya, diakui sebagai penyihir dan menceritakan keberadaan sihir. Kedua menjadi teman dekat, tapi persahabatan mereka menjadi tegang selama bertahun-tahun karena minat tak tertahankan Snape dalam Ilmu Hitam dan hasratnya untuk bergabung dengan Pelahap Maut. Lily mengakhiri persahabatan di tahun kelima mereka, setelah Snape menyebutnya Darah-lumpur. Dia menghadiri Sekolah Sihir Hogwarts dan Sihir 1971-1978 dan disortir ke asrama Gryffindor. Seorang mahasiswa berbakat, Lily adalah anggota Klub Slug dan dibuat Kepala Girl dalam tahun ketujuh. Setelah Hogwarts, Lily menikah dengan James Potter dan mereka memiliki seorang putra, Harry. Pasangan dan sahabat mereka (Sirius Black, Remus Lupin dan Peter Pettigrew) semua bergabung dengan Orde Phoenix selama Perang sihir Pertama, ia dan suaminya menentang Lord Voldemort sendiri tiga kali. Namun, Lily dan James dipaksa untuk pergi bersembunyi setelah nubuat dibuat tentang Lord Voldemort dan anak bayi mereka. James dan Lily telah dikhianati oleh Peter Pettigrew ke Lord Voldemort. Lily dibunuh oleh Voldemort pada tahun 1981, bersama dengan suaminya, sementara mereka berusaha untuk melindungi anak mereka. Lily sempat tampil lagi melalui Batu Kebangkitan, bersama dengan James, Sirius dan Remus pada tahun 1998. Setelah Perang sihir Kedua, Lily memiliki tiga cucu melalui putranya, Harry Potter, James Sirius Potter, Albus Severus Potter dan Lily Luna Potter, yang bernama setelah neneknya.