Selasa, 21 Mei 2013

More Webs

http://www.pottermore.com/


http://www.kelontongsihir.com/


http://hpmor.com/?gclid=CM6KtYPIp7cCFWRU4godnRkACg


beberapa web menuju virtual HARRY POTTER yang lain:


http://harrypotter.warnerbros.co.uk/games/home.html


http://www.harrypotterwizardscollection.com/


http://harrypotter.wikia.com/wiki/Harry_Potter_and_the_Deathly_Hallows:_Part_2


http://www.mugglenet.com/


http://harrypotter.scholastic.com/


http://www.the-leaky-cauldron.org/


http://www.hp-lexicon.org/index-2.html


http://www.harryweb.net/modules.php?name=explore

Harry Potter and the Deathly Hallows

Harry Potter and The Deathly Hallows Part 1

 Kini telah tiba saatnya buat Harry Potter (Daniel Radcliffe), Hermione Granger (Emma Watson), dan Ron Weasley (Rupert Grint) untuk menjalankan tugas mulia mereka: mencari dan menghancurkan kunci kekuatan Voldemort (Ralph Fiennes). Mereka bertiga tak punya banyak waktu karena Voldemort sudah merencanakan membakar peperangan yang selama ini selalu dikhawatirkan.

Kali ini tiga sahabat ini harus berjuang sendiri karena tak ada lagi Professor Dumbledore (Michael Gambon) yang akan mengawal mereka bertiga. Dalam perjalanan berbahaya ini Harry secara tak sengaja menemukan rahasia kuno: legenda Deathly Hallows. Bila legenda ini benar maka kisah kuno ini akan memberikan Voldemort kekuatan yang selama ini ia impikan.

Di saat yang sama, peperangan sudah tak terelakkan lagi. Voldemort mengirim Death Eaters untuk mengambil alih Hogwarts. Death Eaters tak hanya ditugaskan menguasai Hogwarts namun juga mencari Harry Potter dan menyerahkannya hidup-hidup pada Voldemort. Sekarang tiba saatnya buat Harry Potter untuk memenuhi takdirnya sebagai yang terpilih.

Review
Harry Potter adalah Daniel Radcliffe. Hermione Granger adalah Emma Watson. Ron Weasley adalah Rupert Grint. Tak bisa dipungkiri memang kalau ketiga aktor/ aktris ini memang sudah identik dengan karakter yang mereka perankan sejak hampir sepuluh tahun yang lalu itu. Fakta itu saja sudah membuat HARRY POTTER AND THE DEATHLY HALLOWS bagian pertama ini menang di atas kertas. Satu dasawarsa sudah mereka bertiga menemani kita dan waktu yang cukup lama itu telah mengukir sebuah kesan yang sangat kuat di benak penonton.

Serial Harry Potter memang sudah mendekati tamat. Satu film lagi dan usai sudah kisah fantasi ini. Mungkin fakta itu juga yang membuat film ini jadi lebih spesial ketimbang bagian-bagian sebelumnya. Tapi tunggu dulu. Jadi sentimentil memang boleh tapi bagaimana pun film ini tetap punya nilai yang tetap tak bisa dikesampingkan. Dari sisi visual, jelas tak ada yang perlu dikhawatirkan dari film ini. Seperti biasa, adegan-adegan fantastis bisa dibuat begitu nyata seolah memang benar-benar terjadi namun tentu saja bukan itu saja masalahnya.

Soal alur cerita memang tak perlu banyak disinggung karena versi novelnya sudah terbit lebih dulu dan rasanya tak pantas kalau kita meremehkan hasil karya JK Rowling yang sudah mendapat penghargaan di mana-mana. Lagi pula, film ini juga nyaris sama persis dengan versi bukunya meski ada sedikit tambahan yang tak begitu signifikan. Yang jelas, keputusan 'membelah' bagian ini menjadi dua adalah keputusan yang tepat karena rasanya akan lebih sulit kalau harus memampatkan semua plot dan subplot itu ke dalam satu film saja. Jadi ini bukan sekedar trik marketing untuk mengeruk uang lebih banyak.

Kalau naskah sudah beres dan visual tak perlu diragukan, yang terakhir adalah akting para pendukungnya. Dan di sisi ini pun lagi-lagi film ini sama sekali tak mengecewakan. Selain mungkin masing-masing aktor/ aktris sudah paham benar dengan karakter yang mereka perankan, campur tangan sutradara David Yates dalam menghidupkan karya tulis ini pun tak bisa dipandang sebelah mata. Singkat kata, bagian pertama dai HARRY POTTER AND THE DEATHLY HALLOWS ini tak hanya layak jadi pengeruk dolar tapi juga sebuah film yang menghibur meski nuansa bagian ini lebih kelam dari film-film sebelumnya.

Download Subtitle Indonesia : DVDRip-DEFACED/Bluray-TWiZTED
Download Film : DVDRip-DEFACED CD1 | CD2


 Harry Potter and The Deathly Hallows Part 2


Voldemort (Ralph Fiennes) telah berhasil mendapatkan Elder Wand setelah ia membongkar makam Dumbledore (Michael Gambon). Voldemort yakin kini tak ada lagi yang bisa menghalanginya. Harry Potter (Daniel Radcliffe) pun tak akan bisa berbuat apa-apa lagi sekarang.

Tanpa sepengetahuan Voldemort, Harry Potter ternyata melihatnya dari sisi lain. Harry tahu ia lebih baik mencari Horcruxes milik Voldemort daripada memburu Elder Wand. Masalahnya, salah satu Horcruxes ini ternyata ada di Hogwarts dan Harry, Hermione, dan Ron harus kembali ke tempat mereka mengawali perjalanan berbahaya ini. Celakanya, Voldemort pun menyusul ke Hogwarts dan berencana menghancurkan semua yang ada di sana.

Pertempuran pun tak bisa lagi dihindarkan. Entah sudah berapa banyak korban yang jatuh namun Voldemort tak akan berhenti sampai ia berhasil membunuh Harry Potter. Di saat-saat genting ini, sebuah misteri akhirnya terungkap. Bisa jadi, untuk mengalahkan Voldemort, Harry harus ikut jadi korban juga. Apakah ini akhir dari perjalanan hidup Harry Potter?

Review
Keputusan untuk 'membelah' bagian pamungkas menjadi dua sepertinya memang bukan semata untuk tujuan mengumpulkan lebih banyak uang. Tak bisa dibayangkan seberapa panjang durasi film seandainya keduanya disatukan. Malahan ada risiko pemotongan yang membuat bagian penutup ini jadi terasa tergesa-gesa. Untungnya semua itu tak dilakukan dan coda ini jadi sebuah tontonan yang memuaskan.

Bisa jadi bagian terakhir ini sebenarnya didasarkan pada setengah bagian dari versi bukunya dan karena itu durasi film ini jadi lumayan singkat. Singkat bukan berarti tak berkesan karena alur kisah ditata dengan rapi sehingga 'ketegangan' terasa dibangun dengan baik hingga puncaknya. Versi film ini juga tetap mempertahankan alur asli yang ditulis JK Rowling meskipun ada sedikit perbedaan yang tak mempengaruhi kisah ini secara keseluruhan.

Secara visual film ini juga sangat menghibur. Departemen visual effect sepertinya bekerja keras untuk mewujudkan imajinasi JK Rowling menjadi sesuatu yang bisa dilihat mata. Spektakuler sudah pasti namun yang lebih penting adalah kata 'efektif' karena mengobral visual effect saja punya risiko merusak sebuah film secara keseluruhan. Visual effect film ini memang efektif dalam artian tidak sampai menggeser para aktor yang bermain di dalamnya.

Yang paling menyenangkan adalah saat melihat bagian penutup ini berhasil menjadi sebuah hidangan penutup yang sangat berkesan. Tak rugi mengikuti serial ini selama sepuluh tahun karena ending ini memang sangat memuaskan.

Download Subtitle Indonesia : Bluray-MHD/DVDRip-LTW | DVDRip-COCAiN
Download Film: Bluray-MHD | DVDRip-LTW | DVDRip-COCAiN




Mereka Yang Telah Pergi

Albus Dumbledore

Di buku, Dumbledore digambarkan sebagai seorang penyihir klasik; tinggi dan kurus, dengan rambut panjang keperakan. Ia memiliki mata biru, hidung yang mancung dan bengkok, dan jari-jari yang panjang. Ia mengenakan kacamata bulan-setengah. Ia pernah dikatakan memiliki bekas luka diatas lututnya yang penyebabnya tidak diketahui. Menurut alur cerita Harry Potter, Dumbledore lahir pada tahun 1881 dan meninggal pada tahun 1997, yang berarti ia berumur 116 tahun. Ia biasanya terlihat mengenakan jubah panjang dengan berbagai warna dan motif yang biasanya bermotif bulan dan bintang.
Beberapa kritik mengatakan beberapa kesamaan antara Dumbledore dan penyihir klasik, Merlin dan Gandalf dari Lord of the Rings.
Dalam seri-seri Harry Potter, Dumbledore tidak mementingkan "kemurnian darah" dan percaya bahwa pilihan setiap individu mencerminkan karakter setiap orang, ia berkata, "masalahnya bukan bagaimana seseorang lahir, tapi orang seperti apakah mereka pada saat mereka besar". Voldemort menganggap Dumbledore sebagai "pahlawan bagi para Darah Lumpur dan Muggle". Tidak seperti penyihir lain, Dumbledore tidak takut untuk mengatakan nama Voldemort (dan mencoba membujuk orang lain untuk memanggilnya menggunakan nama Voldemort pada saat pertempuran pertama) dan memanggilnya "Tom" saat berdebat dengannya.
Beberapa karakter dalam buku sering menganggap kelemahan terbesarnya adalah kemauannya untuk mempercayai orang-orang yang menurut orang lain tidak bisa dipercaya. Ia terlihat mempunyai selera humor yang bagus. Ia sangat sabar, dan selalu tenang. Ia juga selalu sopan terhadap siapa saja, bahkan terhadap musuh-musuhnya. Ia adalah seorang pecinta musik.
Selain seorang penyihir yang cerdas dan bijaksana, ia juga adalah seorang yang eksentrik.
Di usia muda, Dumbledore selalu memperlihatkan kemampuan sihir yang sangat hebat dan di ujian N.E.W.Tnya, "...melakukan hal-hal dengan tongkatnya yang tidak pernah dilihat (oleh para penguji) sebelumnya".
Dumbledore juga seorang ahli kimia yang bekerja dengan Nicolas Flamel, pembuat Batu Bertuah, dan ia juga menemukan dua belas kegunaan darah naga. Ia dapat membuat patronus, yang berbentuk phoenix. Ialah yang menemukan metode pengiriman pesan ke orang lain melalui Mantra Patronus, kemampuan yang hanya diajarkannya kepada anggota Orde Phoenix.
Ia juga dapat menciptakan api Gubraithian (api sihir abadi). Ia juga mengklaim bahwa ia dapat menjadi tidak terlihat tanpa perlu menggunakan Jubah Gaib. Dumbledore juga memiliki kemampuan dalam Occlumency dan Legilimency. Dumbledore juga seorang ahli transfigurasi (mengingat ia merupakan guru transfigurasi sebelum menjadi Kepala Sekolah). Di Harry Potter dan Orde Phoenix, Dumbledore mentranfigurasi ribuan potongan kaca menjadi pasir dalam sekejap. Ia dapat berbicara Mermish, Gobbledegook, dan ia mengerti Parseltounge.

Sirius Black

Sirius Black (1959-Juni 1996) pertama kali muncul dalam Harry Potter dan Batu Bertuah sebagai seorang penyihir yang meminjamkan motor terbang kepada Hagrid sesaat setelah Voldemort membunuh James dan Lily Potter. Sirius juga merupakan ayah baptis Harry Potter, putera tunggal James dan Lily Potter, kedua sahabatnya. Karakternya mendapat perhatian dalam Harry Potter dan Tawanan Azkaban, di mana ia berperan sebagai seorang tawanan. Sirius juga merupakan animagus,seperti ketiga sahabatnya yang lain. Dalam hal ini,Sirius dapat berubah menjadi seekor anjing hitam. Di buku ke 5 (Harry Potter dan Orde Phoenix) ia dibunuh oleh sepupunya, Bellatrix ketika tengah bertempur bersama Orde Phoenix di Kementerian Sihir.Sirius Black III (1959 [6] - 18 Juni 1996), juga dikenal dengan julukan Padfoot, adalah seorang penyihir darah murni, putra dari Orion dan Walburga Hitam dan kakak dari Regulus oleh sedikit lebih dari setahun. Meskipun ia adalah pewaris dari House of Black, Sirius tidak setuju dengan keyakinan keluarganya dalam kemurnian darah dan menantang tradisi ketika ia diurutkan ke Gryffindor bukan Slytherin di Hogwarts School of Sihir, yang dihadiri 1971-1978. Sebagai hubungan Sirius 'dengan kerabatnya memburuk, ia mendapatkan persahabatan di James Potter, Remus Lupin, dan Peter Pettigrew. Empat teman, juga dikenal sebagai perampok, bergabung dengan Orde Phoenix untuk melawan Lord Voldemort dan para Pelahap Mautnya selama Perang sihir Pertama. Sirius juga menjadi godfather Harry Potter, putra James dan Lily Potter. Ketika Pettigrew mengkhianati Potters ke Voldemort, Sirius berusaha untuk membalas dendam pada Pettigrew. Namun, Pettigrew mampu membingkai Sirius untuk pengkhianatan tentang Potters, pembunuhan dua belas Muggle, dan dipentaskan pembunuhan Pettigrew sebelum Sirius bisa mencapai hal ini. Sirius dikirim ke Azkaban selama tiga belas tahun, akhirnya menjadi satu-satunya orang yang dikenal untuk melarikan diri penjara tanpa bantuan dengan mengubah ke dalam bentuk Animagus tentang anjing hitam besar bingung dengan "Grim." Sirius terkena pengkhianatan Pettigrew kepada temannya Remus tua dan anak baptisnya. Setelah Lord Voldemort kembali pada tahun 1995, Sirius bergabung kembali Ordo. Dia dibunuh oleh sepupunya Bellatrix Lestrange selama Pertempuran Departemen Misteri dan kemudian dibersihkan dari semua tuduhan oleh Kementerian Sihir.Dia sempat tampil lagi melalui Batu Kebangkitan untuk Harry, bersama dengan James, Lily dan Remus pada tahun 1998.

Severus Snape 


Severus Snape adalah guru Ramuan dan Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam dan kepala sekolah di Hogwarts dalam kisah Harry Potter. Dia berhidung bengkok seperti paruh elang, berambut klimis-hitam-pendek.
Snape terlahir dari pasangan Tobias Snape, seorang Muggle, dan Eileen Prince yang penyihir. Masa kecil Snape jarang sekali disinggung dalam buku. Tapi di Harry Potter and the Order of the Phoenix ketika Harry belajar Occlumency dari Snape, dapat disimpulkan bahwa Snape sering kali menyaksikan, bahkan mungkin menjadi korban kekerasan ayahnya. Di saat remaja pun Snape adalah murid yang tidak populer karena kesukaannya pada ilmu hitam.
Snape satu angkatan di Hogwarts dengan James Potter, Sirius Black, Remus Lupin, dan Peter Pettigrew. Tapi Sirius dan James sangat membencinya, demikian pula sebaliknya. Di setiap kesempatan, mereka, terutama Sirius seringkali mengolok-olok Snape, baik secara mental maupun fisik.
Pada suatu hari, Sirius berencana untuk membuat lelucon yang berbahaya terhadap Snape. Sirius memberitahu Snape kemana Lupin pergi setiap bulan purnama, dengan harapan Snape akan terluka atau bahkan terbunuh ketika Lupin tengah bertransformasi menjadi manusia serigala. Snape yang serba-ingin-tahu bermaksud membuktikan hal ini. Tetapi di saat-saat terakhir James menghalangi Snape, menyelamatkan hidupnya. Meski demikian Snape telah melihat wujud Lupin sebagai manusia serigala. Snape berjanji pada Dumbledore untuk tidak memberitahu siapa pun tentang Lupin. Sejak itu Snape makin membenci Sirius, James, dan Lupin (meski sebenarnya Lupin tidak membencinya). Meski James menyelamatkannya, Snape menganggap itu demi kepentingan James sendiri, supaya tidak dikeluarkan dari Hogwarts. Kebencian ini terus berlanjut sampai mereka dewasa.
Sirius mengatakan pada Harry bahwa Snape yang masuk Slytherin, bergabung dengan geng Slytherin seperti Bellatrix dan Rodolphus Lestrange, Avery, Wilkes and Evan Rosier, yang dikemudian hari menjadi Pelahap Maut. Snape adalah anggota Orde Phoenix, meskipun hingga akhir cerita kesetiaannya dipertanyakan. Baik Dumbledore maupun Voldemort beranggapan Snape ada di pihak mereka.
Dalam buku ketujuh, diungkapkan bahwa Snape sebenarnya mencintai dan berteman dengan Lily Evans sejak kecil, dan keduanya selalu bersama sampai masuk Hogwarts. Karena perbedaan pendapat dan salah faham, keduanya berpisah pada jalan masing-masing. Diungkapkan pula James membenci Snape sejak pertama kali bertemu di Hogwarts Express dan saling menghina. Karena laporannya pada Voldemort tentang Ramalan, membuat dia menyesali perbuatannya; Voldemort jadi mengejar Harry Potter, anak dari Lily Potter. Kemudian dia menemui Dumbledore dan mengubah kesetiaannya dari Pelahap Maut menjadi Orde Phoenix, dan menjadi mata-mata bagi Voldemort. Setelah kematian keluarga Potter, Snape bersumpah agar menjaga dan mengawasi Harry dan berubah menjadi menyayanginya (dia menangis setelah mengetahui bahwa Harry harus mati sebelum mengalahkan Voldemort), meskipun pada awalnya dia membenci Harry yang sangat mirip dengan ayahnya namun memiliki mata ibunya.
Kebencian Snape pada Harry sudah tampak sejak pertama kali mereka bertemu di Hogwarts. Bahkan Harry mengira Snape yang hendak mencuri Batu Bertuah. Snape menyelamatkan Harry ketika Quirell memantrai sapunya, namun Harry tetap membencinya. Begitu pun Snape, yang selalu mempersulit Harry dalam pelajaran, dan senantiasa mencari-cari kesempatan untuk mengeluarkan Harry dari Hogwarts.
Dalam Harry Potter and the Prisoner of Azkaban, Snape membuatkan ramuan untuk Lupin setiap bulan, untuk mengurangi rasa sakit akibat transformasi menjadi manusia serigala. Hal ini mungkin atas suruhan Dumbledore, karena Harry seringkali mendapati Snape "menatap jijik" pada Lupin. Terbukti pada akhir tahun ajaran, Snape secara "tidak sengaja" keceplosan bahwa Lupin adalah manusia serigala, karena kemarahan akibat lolosnya Sirius Black dari genggamannya.
Di akhir Harry Potter and the Goblet of Fire, ketika Dumbledore berusaha meyakinkan Fudge bahwa Voldemort telah kembali, Snape menunjukkan Tanda Kegelapan yang tampak jelas di lengannya, menandakan bahwa Voldemort benar-benar kembali. Tapi Fudge mengabaikannya. Kemudian Dumbledore segera mengutusnya untuk sebuah tugas rahasia, yang kemudian terungkap dalam Order of the Phoenix, yaitu memata-matai Voldemort dan menjadi agen ganda.
Dalam Harry Potter and the Order of The Phoenix, Snape atas suruhan Dumbledore memberi pelajaran Occlumency pada Harry. Snape dipilih karena dia adalah Occlumens yang hebat. Tapi pelajaran ini gagal total. Harry curiga Snape justru membuka pikirannya agar dapat dimasuki Voldemort, sementara Snape marah besar ketika Harry kepergok melihat kenangan terburuknya dalam Pensieve. Menjelang akhir cerita, menurut Dumbledore, Snape memastikan bahwa Sirius baik-baik saja ketika Harry mendapat penglihatan bahwa Sirius tertangkap oleh Voldemort. Snape pun mencari Harry ke Hutan Terlarang ketika ia dan Umbridge tidak juga kembali. Dan Snape segera mengontak anggota Orde Phoenix lain untuk segera membantu Harry di Kementerian. Disini terdapat indikasi bahwa Snape sebenarnya berpihak pada Orde, karena komunikasi Orde adalah dengan Patronus, yang hanya dapat dilakukan oleh penyihir putih. Ini disebabkan karena Mantra Patronus membutuhkan pikiran positif agar berfungsi sepenuhnya, sesuatu yang tidak dimiliki oleh para Pelahap Maut.
Snape menjadi kepala sekolah Hogwarts, setelah Kementerian Sihir diambil alih oleh Pelahap Maut. Snape juga ditugaskan untuk memberikan pedang Godric Gryffindor pada Harry tanpa ketahuan identitasnya. Menjelang Pertempuran Hogwarts, ia melarikan diri setelah sempat berduel melawan Minerva McGonagall. Sampai akhirnya dia dibunuh oleh Voldemort, penyamarannya sebagai Pelahap Maut tidak terungkap, dan menjadi musuh Orde Phoenix dan Guru Hogwarts. Dalam keadaan sekarat, dia memberikan memorinya pada Harry, dan memohon Harry untuk melihatnya. Hal ini menunjukan kepada siapa sebenarnya kesetiannya selama ini, kepada Orde Phoenix yang di bawah Dumbledore bukan kepada Pelahap Maut di bawah Voldemort, meskipun semata-mata karena kecintaannya pada Lily Evans. Hal ini terungkap di mana patronusnya adalah rusa betina yaitu patronus yang sama dengan Lily, yang ditunjukannya ke Dumbledore untuk membuktikan perasaannya selama ini kepada Lily. Memori itu juga memberikan informasi bahwa Harry adalah Horcrux terakhir, yang tanpa sengaja dibuat Voldemort pada hari kejatuhannya yang pertama (31 Oktober 1981), sehingga ia "harus mati" untuk memusnahkan bagian jiwa Voldemort di tubuhnya. Inilah faktor utama kemenangan Harry atas Voldemort di akhir cerita.
Menurut J.K Rowling, karena Snape melarikan diri dengan masih menjabat kepala sekolah Hogwarts, lukisannya tidak dipajang di kantor Kepala Sekolah di akhir cerita. Harry kemudian berjuang meyakinkan pihak Kementerian Sihir untuk memajang lukisan Snape, sekaligus menjelaskan kepada masyarakat sihir mengenai kesetiaan Snape yang sebenarnya, dan peranannya dalam memerangi Voldemort.

Dobby

Dobby adalah peri rumah yang unik. Tidak seperti para peri rumah lainnya, ia menginginkan kebebasan. Ia dipaksa untuk menjaga banyak rahasia hitam ketika ia masih menjadi peri rumah dari keluarga Malfoy. Ia (seperti peri rumah lainnya) selalu menyebut dirinya dengan kata ganti orang ketiga.
Tetapi, sayangnya di Harry Potter and The Deathly Hallows, ia mati karena dibunuh karena pisau yang dilemparkan Bellatrix Lestrange menembus tubuh Dobby. Dobby pun dimakamkan di rumah Bill dan Fleur di Shell Cottage. Karena Dobby membantu Harry dan Ron keluar dari penjara bank Gringgots saat mereka ingin menghancurkan Horcrux Voldemort yang berada di lemari besi milik Bellatrix sementara Hermione diinterogasi oleh bellatrix Lastrange.Dobby (28 Juni (tahun tidak diketahui), - Maret 1998) adalah seorang peri-rumah yang melayani keluarga Malfoy. Master Nya Wizards gelap yang merawatnya dengan kejam. Pada tahun 1992, ia mencoba untuk memperingatkan Harry Potter plot untuk memiliki Kamar Rahasia dibuka kembali yang ia datang untuk mengetahui melalui kontak antara master dan Lord Voldemort. Dobby terus menyakiti dirinya sendiri dengan berbagai cara, misalnya Alas tangannya, dan membenturkan kepalanya ke lampu. Dia merasa ini diperlukan karena ia tidak mematuhi tuannya, keluarga Malfoy. Pada akhir tahun itu sekolah, setelah Harry telah dikalahkan memori Tom Riddle dan Basilisk di Kamar Rahasia, ia menipu Lucius Malfoy dalam membebaskan Dobby dengan menempatkan buku harian Tom Riddle di dalam kaus kaki hitam sendiri, Lucius jijik, dipisahkan buku dari kaus kaki dan melemparkan kaus kaki ke udara, di mana Dobby menangkapnya.Setelah masa pengangguran, Dobby melanjutkan untuk bekerja di dapur di Hogwarts, untuk itu ia dibayar satu Galleon seminggu, dan mendapat satu hari libur setiap bulan. Albus Dumbledore juga mengatakan kepada Dobby bahwa dia bebas untuk memanggil dia "si tua sinting" jika dia ingin. Dia telah menemani ke Hogwarts oleh temannya Winky, yang baru saja dipecat dan telah setuju untuk pergi mencari pekerjaan. Pada tahun 1997, Dobby membantu Harry memata-matai Draco Malfoy dengan Kreacher. Pada tahun 1998, ia melanjutkan perintah Aberforth Dumbledore untuk menyelamatkan nyawa Harry dan teman-temannya Ron Weasley, Hermione Granger, Luna Lovegood, Dean Thomas, Mr Ollivander, dan Griphook dari Pelahap Maut di Malfoy Manor dan terluka parah oleh pisau Bellatrix Lestrange sebagai ia berhasil Apparate Harry dan Griphook ke tempat yang aman di Shell Cottage. Harry menggali kuburan Dobby di taman Shell Cottage tanpa menggunakan sihir dan meletakkan mayat Dobby dalam. Setelah Harry selesai mengubur salah satu teman yang paling setia, ia mengukir batu mengatakan "Di sini terbaring Dobby, A Elf Gratis." menempatkannya di mana Dobby dimakamkan.Dobby sering dikucilkan karena tidak memiliki "rasa malu yang tepat" tentang menjadi keluar dari pekerjaan, cara peri-rumah (termasuk teman Winky nya) paling bertindak. Dobby umumnya senang untuk bebas, meskipun ia menikmati bekerja (sebagai lebih dari hobi daripada karir). Dia sangat gembira untuk keluar dari tangan kasar dari Malfoy tapi sama senang untuk bergabung dengan staf Hogwarts, di mana ia bisa datang dan pergi sesuka hatinya, tidak memiliki banyak tugas, dan orang-orang yang memang memiliki yang cukup sederhana. Dobby meminta beberapa kompensasi untuk karyanya dan akhirnya ia dan Dumbledore datang ke suatu perjanjian, dan sebagainya mulai Dobby baru, hidup bahagia terdekat teman-temannya terdekat: Harry, Ron, dan Hermione.

Remus Lupin and Tonks


Remus John Lupin (lahir 10 Maret 1959 dan meninggal 2 Mei 1998), nama panggilannya Moony, adalah karakter fiksi dari seri Harry Potter karangan J.K. Rowling. Dia tampil pertama kali dalam Harry Potter and the Prisoner of Azkaban sebagai guru Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam. Di film karakter ini diperankan oleh David Thewlis.
Ada bukti-bukti yang menunjukkan bahwa Lupin adalah penyihir yang jauh lebih hebat daripada yang diperlihatkannya. Di jilid ketiga, ia membuat api di tangannya yang kosong, ini menunjukkan kemampuannya menciptakan sihir tanpa tongkat. Di jilid kelima, dia adalah satu-satunya petarung, selain Dumbledore, yang tidak terluka, terbunuh, maupun pingsan dalam pertempuran di Departemen Misteri.
Lupin digigit oleh manusia serigala jahat, Fenrir Greyback, ketika masih kecil dan untuk seterusnya menjadi manusia serigala. Orangtuanya mencoba segala cara untuk mencari obatnya. Ketika keluarganya mengira bahwa ia tidak dapat masuk sekolah, Dumbledore yang sudah menjabat Kepala Sekolah Hogwarts kala itu memberinya izin untuk masuk Hogwarts. Sebuah rumah dibangun di Hogsmeade dengan sebuah jalan masuk rahasia di bawah Dedalu Perkasa. Lupin diselundupkan ke dalam rumah ini untuk bertransformasi setiap bulan, untuk menjamin keselamatan dirinya dan orang lain. Transformasi dari manusia menjadi manusia serigala amatlah menyakitkan, dan ketika terisolasi dari manusia, atau ketika ditemani dengan hewan lain, manusia serigala akan menyakiti dirinya sendiri dengan gigi dan cakarnya disebabkan oleh rasa frustasinya karena tidak bisa menyerang makhluk lain. Penduduk desa mengira jeritan Lupin adalah suara hantu. Oleh sebab itu gubuk tersebut diberi nama "Shrieking Shack" (gubuk menjerit) dan dikenal sebagai tempat paling berhantu di Inggris. Meskipun tempat ini sama sekali tidak berhantu, Dumbledore menyebarkan rumor ini supaya penduduk desa tidak menyelidiki tempat ini.
Lupin berusaha menyembunyikan keadaan dirinya, tapi kawan-kawan terdekatnya, (James Potter, Sirius Black, dan Peter Pettigrew) mengetahui rahasia ini di tahun kedua mereka. Di kelas lima mereka mempelajari bagaimana menjadi Animagus untuk menemani Lupin selama masa transformasi. Manusia serigala hanya berbahaya terhadap manusia. Dia diberi nama panggilan "Moony" oleh kawan-kawannya karena kondisi dirinya yang bertransformasi setiap bulan purnama. Di kelas enam, Sirius membuat lelucon (yang berbahaya) terhadap Snape (Sirius, James, dan Peter membencinya, sementara Lupin tidak punya alasan untuk membencinya sampai di buku ke-6). Sirius memberitahu pada Snape kemana Lupin pergi setiap bulan, tahu bahwa Snape akan terbunuh bila ia mendekati Lupin ketika ia bertransformasi. Snape, yang berharap mereka akan memperoleh kesulitan, mengikuti petunjuk Sirius. James menghentikan Snape di tengah jalan untuk menyelamatkan dirinya, tapi Snape telah melihat Lupin bertransformasi, dan berjanji pada Dumbledore untuk merahasiakannya. Snape tidak pernah memaafkan Sirius (juga James dan Lupin) untuk lelucon itu dan yakin bahwa motif James menyelamatkannya adalah untuk kepentingan pribadinya, yaitu supaya tidak dikeluarkan dari Hogwarts. Dan meskipun Lupin tidak mengetahui sedikitpun tentang lelucon ini, Snape tetap membenci dan menyalahkan dirinya juga.Lupin adalah seorang Prefek, biarpun ia kesulitan mendisiplinkan teman-temannya. Dalam sebuah wawancara, Rowling menghubungkan hal ini dengan keingingan Lupin untuk disukai, "karena ia telah begitu sering tidak disukai". Kesalahan utama Lupin adalah dia senang disukai. Sirius mengatakan bahwa Lupin adalah "anak baik" di Orde Phoenix, dan Rowling mengatakan bahwa dia adalah orang yang "dewasa". Sirius mengatakan bahwa Lupin tidak pernah andil dalam kenakalan mereka (terutama pada Snape), tapi Lupin menyesali dirinya karena tidak pernah menyuruh James dan Sirius untuk berhenti. Lupin juga salah satu pembuat Peta Perampok, yang akhirnya jatuh ke tangan Harry. Lupin adalah salah satu anggota awal Orde Phoenix.Rowling pernah mengatakan bahwa Lupin adalah jenis guru yang ia inginkan. Baik hati dan mampu menampilkan yang terbaik dari setiap orang (misalnya meningkatkan kepercayaan diri Neville dengan cara mengajarinya untuk menghadapi boggart). Fakta bahwa dirinya adalah manusia serigala dan membutuhkan ramuan untuk mencegahnya menyakiti orang lain selama hidupnya membuat Lupin adalah simbol dari konsekuensi kecurigaan dan pengucilan, dan juga reaksi negatif masyarakat terhadap penyakit dan kecacatan.Remus mengajar di Sekolah Sihir Hogwarts dan Sihir sebagai Guru Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam selama tahun ajaran 1993-1994. Dia juga seorang guru Harry Potter, putra James, yang dia diajarkan bagaimana untuk menyulap Patronus, tapi mengundurkan diri setelah Severus Snape mengungkapkan kepada publik bahwa Remus itu manusia serigala. Dia berperang melawan Pelahap Maut sekali lagi dalam Perang sihir Kedua, di mana ia kehilangan temannya Sirius. Pada tahun 1997, Remus menikah Orde sesama anggota Nymphadora Tonks dan memiliki seorang putra, Teddy Lupin. Remus bertempur di Pertempuran Hogwarts, di mana istrinya dibunuh oleh Bellatrix Lestrange. Remus juga dibunuh oleh Pelahap Maut, Antonin Dolohov, selama pertempuran yang sama pada tahun 1998. Namun, ia sempat tampil lagi melalui Batu Kebangkitan untuk Harry, bersama dengan James, Lily, dan Sirius pada tahun 1998.

 Fred Weasley

Fred dan George Weasley adalah karakter fiktif dalam serial Harry Potter karangan J.K Rowling. Lahir tanggal 1 April 1978, tepat pada April Fool's Day. Mereka adalah putra keempat (kembar) dari pasangan Arthur Weasley dan Molly Weasley. Fred dan George biasa disebut sebagai si kembar Weasley, dua-duanya sama-sama jail dan suka mengusili orang, tetapi mereka tidak jahat. Mereka sering menciptakan lelucon yang lucu dan bermain-main.
Sahabat karib mereka di Hogwarts adalah Lee Jordan, dan mereka bertiga selalu berusaha menciptakan ramuan atau bahan-bahan terbaru yang bisa digunakan untuk menjaili orang. Pada tahun kelima Harry, si kembar Weasley sudah menciptakan Kudapan Kabur, yang berfungsi untuk membuat diri kita sakit sehingga dapat keluar dari kelas. Sejauh ini Kudapan Kabur bermacam-macam jenisnya, seperti Nogat Mimisan, Pastiles Pemuntah, Permen Pingsan, dan lain-lain. Ciptaan pertama si kembar Weasley yang tampil di buku keempat adalah Permen Lidah-Liar yang termakan oleh Dudley dan berbagai jenis krim.
Fred dan George kabur dari Hogwarts dengan sapu terbang yang sebelumnya ditahan Dolores Umbridge pada tahun terakhir mereka, atau pada tahun kelima Harry. Mereka lalu menyewa sebuah toko di Diagon Alley yang diberi nama Sihir Sakti Weasley (Weasleys' Wizard Wheezes), yang sangat laku pembeli. Dalam Pertempuran Hogwarts,kembar ini turut bertempur untuk membela Hogwarts. Namun, Fred tewas saat melawan Pelahap Maut dalam sebuah ledakan akibat kutukan, yang disaksikan oleh Percy Weasley. Namun, George selamat dan melanjutkan usaha Weasleys' Wizard Wheezes bersama Ron, sebelum Ron memutuskan keluar untuk menjadi Auror bersama Harry Potter. George kemudian menikah dengan Angelina Johnson dan memiliki 2 anak, Fred dan Roxanne.Si kembar Weasley pada film Harry Potter diperankan oleh Oliver dan James Phelps.Fred Weasley (1 April, 1978 - 2 Mei 1998) adalah seorang penyihir darah murni, putra Arthur Weasley dan Molly Weasley (née Prewett), saudara Bill, Charlie, Percy, Ron dan Ginny Weasley, dan saudara kembar George Weasley. Ia masih balita selama puncak Perang sihir Pertama dan tiga ketika Lord Voldemort jatuh untuk pertama kalinya. Ia menghadiri Sekolah Sihir Hogwarts dan Sihir 1989-1996 dan diurutkan ke Gryffindor rumah. Baik dia dan saudara kembarnya adalah siswa populer, dikenal karena rasa humor, lelucon, dan Beater untuk tim Quidditch Gryffindor. Pada tahun ketujuh mereka, mereka bergabung Laskar Dumbledore.Sebuah lelucon brilian dan penemu, Fred meninggalkan Hogwarts segera sebelum wisuda untuk menjadi pengusaha sukses, bersama saudara kembarnya, George, dan membuka toko Weasley 'lelucon Sihir Sakti di Diagon Alley. Fred juga anggota Orde Phoenix, ia berjuang dalam Pertempuran Tujuh Potters pada tahun 1997 dan merupakan komentator untuk Potterwatch selama puncak Perang Kedua Sihir. Pada tahun 1998, Fred berpartisipasi dalam Pertempuran Hogwarts, membela lorong-lorong benteng dengan saudara kembarnya. Sementara berjuang bersama saudaranya, Percy, ia tewas dalam ledakan.

James and Lily Potter 


James Potter adalah ayah dari Harry Potter dan suami dari Lily Evans. Berbeda dengan Lily, James adalah penyihir berdarah murni. James Potter dilahirkan pada tahun 1959 di Inggris.
James juga bersekolah di Hogwarts dari tahun 1970 dan lulus pada tahun 1977. Sama seperti Harry, James juga masuk asrama Gryffindor. Di Hogwarts James bersahabat dengan Sirius Black, Remus Lupin, dan Peter Pettigrew. Bersama Sirius, James juga dikenal sebagai murid yang cerdas sekaligus nakal. Keduanya sering sekali terkena hukuman (atau detensi). Untuk mengatasi pemisahan tempat detensi, James dan Sirius menggunakan cermin dua arah sehingga mereka tetap bisa berkomunikasi satu sama lain meskipun terpisah. Dari ketiga sahabatnya, James lebih dekat dengan Sirius. Sirius juga merupakan pendamping James di pernikahannya dengan Lily dan hampir merupakan pemegang rahasia keluarga Potter (sebelum akhirnya dialihkan ke Peter Pettigrew untuk mengelabui Lord Voldemort).
James Potter merupakan animagus tak terdaftar. Ia mengambil bentuk rusa jantan sehingga dijuluki Prongs oleh ketiga sahabatnya. Mereka pula yang menciptakan Marauder's Map (Peta Perampok) yang dapat memperlihatkan denah Hogwarts dan sekitarnya, termasuk posisi orang-orang di dalam Hogwarts.
Pada masa pertempuran melawan Lord Voldemort dan para Pelahap Mautnya, James dan Lily tergabung dalam Orde Phoenix yang dipimpin oleh Albus Dumbledore. Keduanya diceritakan berhasil meloloskan diri dari Lord Voldemort sebanyak 3 kali.
Keluarga Potter tinggal di Godric's Hollow sampai akhirnya rumah itu dihancurkan oleh Lord Voldemort bersamaan dengan terbunuhnya James dan Lily.
Lily Evans adalah penyihir kelahiran muggle (sebutan untuk manusia biasa tanpa bakat sihir). Walaupun demikian, Lily merupakan salah satu penyihir yang pintar dan juga menjadi murid kesayangan salah satu guru Hogwarts pada masanya, Horace Slughorn. Lily Evans merupakan adik dari Petunia Dursley (yang bernama Petunia Evans sebelum menikah dengan Vernon Dursley).
Setelah lulus dari Hogwarts, Lily menikah dengan James Potter dan melahirkan Harry James Potter. Namun Lily dan James meninggal pada tahun 1981, saat usia Harry baru berumur 1 tahun, akibat dibunuh oleh Lord Voldemort (karena petunjuk ramalan yang disebutkan di buku Harry Potter and The Order of Phoenix). Hampir setiap orang yang bertemu Harry akan melihat diri Lily di dalam dirinya karena Lily mewariskan warna matanya yang hijau ke Harry.

Cerdas,Cantik dan Unik

Hermione Granger


Hermione adalah seorang murid yang terpilih di asrama Gryffindor di Sekolah Sihir Hogwarts dan merupakan sahabat terbaik Harry Potter dan Ron Weasley. Ia lahir pada tanggal 19 September 1979 yang membuat Hermione menjadi siswa tertua di antara teman sekelasnya. Hal ini terjadi karena Hogwarts hanya menerima siswa yang sudah berusia sebelas tahun pada saat masuk pada tahun ajaran pertama sekolah tersebut pada 1 September, dan Hermione terlalu muda untuk bergabung dengan kelas terdahulu.
Hermione menunjukkan kemampuan akademis yang lebih bila dibandingkan dengan sahabat dan teman sekelasnya walaupun ia kurang memiliki kematangan emosional. Ia selalu bereaksi negatif pada Ron yang selalu menggodanya, tidak tahan bila dipermalukan atau ketika teman-temannya berbuat hal yang konyol, dan biasanya melemparkan tubuhnya ke tempat tidur bila merasa kecewa.
Hermione mempunyai mata berwarna coklat, rambut ikal coklat, dan mempunyai gigi depan yang besar ketika pertama kali muncul. Banyak orang di sekolah yang menertawakan wajahnya, termasuk Professor Severus Snape dan pada tahun keempatnya dia diejek Rita Skeeter yang mengatakan bahwa dia adalah "wanita yang polos namun ambisius". Bagaimanapun juga, dalam film Harry Potter and the Goblet of Fire, dia menarik perhatian salah satu bintang Qudditch, Viktor Krum, dan akhirnya Hermione pun berdansa dengannya di pesta dansa. Hermione adalah salah satu murid terpintar di antara murid-murid lainnya, tetapi dia sedikit lebih sombong (terutama jika dibandingkan dengan Harry yang tergolong rendah hati), suka berlagak tahu semuanya, dan sangat tidak suka apabila diejek. Harry Potter dan Ron Weasley sangat tergantung padanya dalam hal-hal akademis. Dengan kepintarannya, Hermione terbukti bisa mengeluarkan trionya (Trio Emas) dari berbagai macam masalah yang ada, meskipun dia pun sering membuat masalah.
Hermione adalah siswi yang setia, berani dan mempunyai kesadaran politis yang kuat (yang mempengaruhi karirnya kelak), tetapi kadang-kadang mempunyai permasalahan yang sering mengganggunya, walaupun pada tahun pertamanya ia kalut dalam konsidi krisis (ketika diberitahu untuk menyalakan api saat terperangkap di Jerat Setan, dia malah menjawab “ Tapi tidak ada kayu!”), namun demikian dia telah berhasil melakukan sihir Menyalakan Api Gaib di awal-awal tahun pelajarannya, juga mau tidak mau dia ceritakan kepada Profesor Umbridge untuk menyelamatkan Harry di dalam Harry Potter and the Order of the Phoenix (dia mengakui bahwa ada suatu senjata di dalam hutan, dan membuat Dumbledore tewas), dan kegagalannya cukup menundukkan Pelahap Maut di dalam Departemen Misteri (dia kesunyian bukannya membingungkan dia, meninggalkan dia sadar, mengusulkan bahwa di dalam panas saat/momen, dia melupakan sekitar mantera tidak lisan [yang] melempar). Tentu saja, Akal Hermione adalah paling kuat dalam menganalisa sasaran dan memori, dan dia kadang-kadang mempunyai kesukaran ketika dipaksa untuk membuat menggigit penghakiman (suatu faktor yang adalah sering dibuang di (dalam) adaptasi film). Haruslah dicatat bagaimanapun, bahwa pada umumnya rencana nya Harry dan Ron ( kadang-kadang dengan enggan) mengikuti. Selagi dia dibuat kekeliruan, apapun juga dia menyarankan pada umumnya adalah tindakan yang terbaik.
Walaupun berbelas kasih, ia kadang-kadang sedikit canggung ketika berhubungan dengan orang banyak, meskipun berposisi sebagai " penghubung sosial" di dalam trio itu. Sebagai contoh yang bagus adalah usahanya yang ceroboh dalam menghibur Lavender Brown atas kelincinya yang mati. Penulis naskah Steve Kloves mengatakan Hermione itu sering menunjukkan " ketidakpahaman sepenuhnya mengenai bagaimana dia dapat memengaruhi orang lain". Menurut J. K. Rowling, Hermione sangat merasa tidak aman dan kadang-kadang merasa sangat tidak mampu. Untuk menutupinya, dia mencoba menjadi yang terbaik pada segalanya di sekolah, memperlihatkan suatu kepercayaan diri palsu yang dapat menyinggung orang lain. Hermione juga cenderung menyinggung orang lain dengan gamblangnya rasa keunggulan akhlak, yang sering ia paksakan kepada orang lain di masa lalunya. Meskipun demikian dia juga telah membuktikan keterampilannya dalam memahami perasaaan dan hubungan antar sesama, ini sering membuat perselisihan dengan Ron yang awalnya benar-benar tidak tahu mengenai persoalan seperti ini (Hermione menganggap kepekaan emosionalnya seukuran dengan sendok teh). Harry berkonsultasi dengan Hermione untuk meminta saran mengenai hubungannya dengan Cho Chang dan Ginny Weasley (meskipun dalam kasus Cho, hal inilah yang menyebabkan Harry putus dari Cho, karena Cho cemburu akan hubungannya dengan Hermione).

Fleur Delacour

Fleur berasal dari Perancis. Neneknya adalah veela, sehingga membuatnya seperempat veela. Ia mewarisi kecantikan veela yang memabukkan bagi para pria. Ia kurang lebih 3 tahun lebih tua dari Harry, jadi kemungkinan ia dilahirkan sekitar tahun 1977. Fleur memiliki seorang adik, Gabrielle Delacour yang kemungkinan 10 tahun lebih muda.
Tongkat Sihir Fleur 9,5 inci (25 cm), tidak bisa ditekuk, terbuat dari kayu mawar dan berisi sehelai rambut veela dari neneknya. Ia bisa berbahasa Inggris dengan lancar, namun dengan aksen Perancis yang kental.
Karena darah veela yang mengalir dalam tubuhnya, banyak anak laki-laki yang terpesona ketika melihat Fleur, bahkan melakukan hal-hal yang memalukan. Biarpun hal ini kadang-kadang menguntungkan, namun bisa juga membahayakan dirinya. Karena Voldermort dan para Pelahap Maut memiliki kecurigaan yang berlebihan kepada mereka yang bukan keturunan penyihir-murni. Fleur dapat dikategorikan berdarah campuran karena neneknya yang veela.
Di Hogwarts Fleur seringkali mengeluhkan tentang keadaan Hogwarts, tentang makanannya, dan menyuarakan keberatannya terhadap Harry sebagai juara keempat, yang dianggapnya terlalu muda. Ia adalah satu-satunya dari keempat juara yang berkomentar tentang hal ini.
Fleur memiliki seorang adik bernama Gabrielle Delacour yang berumur 8 tahun di Goblet of Fire. Gabrielle adalah sandera yang harus dibebaskan Fleur untuk Tugas Keduanya di Turnamen Triwizard, namun dia gagal. Harry memilih untuk menyelamatkan Gabrielle (biarpun sebenarnya tidak perlu) dan Fleur yang sangat terguncang berubah menjadi lebih ramah kepada Harry dan tidak lagi berkomentar soal Hogwarts.
Fleur tersingkir dari Turnamen Triwizard akibat campur tangan Voldermort, ia dipingsankan oleh Viktor Krum (yang di bawah pengaruh kutukan Imperius Barty Crouch Jr.). Di akhir cerita ia mengatakan pada Harry bahwa setelah lulus dia kemungkinan akan kembali ke Inggris untuk bekerja dan memperlancar bahasa Inggrisnya.
Dalam Harry Potter and the Order of the Phoenix disebutkan bahwa Fleur bekerja di Bank Gringotts, dan Bill membantu melancarkan bahasa Inggrisnya, mengindikasikan adanya hubungan istimewa antara keduanya (menurut Fred, Bill banyak memberi Fleur pelajaran privat).
Dalam Harry Potter and the Half-Blood Prince, terungkap bahwa Fleur dan Bill telah bertunangan dan akan segera menikah. Bill membawa Fleur ke The Burrow selama beberapa hari untuk mengenal keluarganya. Molly Weasley tidak menyukai Fleur dan tidak bisa mengerti bagaimana Bill bisa jatuh cinta padanya, karena menurut Molly, mereka berdua tidak memiliki kesamaan sedikitpun. Sementara Fleur juga tidak berusaha mengubah anggapan calon ibu mertuanya. Harry dan kawan-kawan mengira Molly lebih suka bila Bill jatuh cinta pada Nymphadora Tonks (sampai kemudian terungkap bahwa sebenarnya Tonks mencintai Lupin).
Ron, tidak membencinya. Dan bisa dimengerti, karena dalam The Goblet of Fire, Ron adalah salah satu anak laki-laki yang kehilangan akal (dalam cerita ia dikatakan sempat tidak bisa bicara) akibat pengaruh veela dari Fleur (kebalikan dari Harry yang tidak begitu terpengaruh, biarpun saat Fleur mencium pipinya, Harry senang juga), salah satu dari anak laki-laki yang banyak terpengaruh oleh pesona Fleur.
Fleur akhirnya mendapat restu Molly setelah Bill terluka akibat pertempuran di Hogwarts. Molly semula mengira pernikahan Bill akan batal, Fleur segera membantah. Mengatakan bahwa perlu lebih dari manusia serigala untuk menghentikan Bill mencintainya, demikian pula sebaliknya. Ia berkata bahwa ia cukup cantik untuk mereka berdua. Dan semua luka itu menunjukkan bahwa Bill pemberani. Kemudian Molly mengatakan tentang tiara milik bibi buyut Muriel yang kemungkinan bisa dipinjamnya untuk pernikahan, dan selanjutnya Fleur dan Molly sama-sama menangis dan berpelukan. Tampaknya hubungan Fleur dan keluarga Weasley membaik setelah insiden ini.
Fleur dan Bill menikah di awal Buku Ketujuh. Fleur menginginkan Ginny dan Gabrielle untuk menjadi pendampingnya. Pada tahun 1998 Fleur Delacour beserta suaminya ikut bertempur dalam pertempuran Hogwarts sebagai anggota Orde Phoenix dan ia berhasil bertahan hidup. Pada akhir buku ke 7, Bill dan Fleur Delacour Weasley mendapatkan seorang putri yang bernama Victoire Weasley. Kemudian, mereka mendapat 2 anak lagi, Dominique dan Louis. Salah satu anak Harry dan Ginny Weasley Potter (James Sirius) melihat Victoire berciuman dengan Teddy Remus Lupin, anak laki-laki Remus Lupin dan Nymphadora Tonks yang terbunuh dalam pertempuran di Hogwarts.

Luna Lovegood

Luna "Loony" Lovegood (Lahir ±1981) adalah salah satu tokoh fiksi dalam seri Harry Potter. Ia digambarkan sebagai seorang anak perempuan yang aneh dan kerap menggunakan aksesoris yang tidak lazim seperti kalung yang dibuat dari tutup botol butterbeer, dan menyelipkan tongkat sihirnya di belakang telinga untuk lebih aman.
Ayah Luna, Xenophilius Lovegood adalah editor dari The Quibbler, majalah unik yang berisikan (menurut Luna) "cerita-cerita penting yang perlu diketahui oleh publik". Tampaknya Luna mewarisi keunikan ('keanehan') dari ayahnya. Artikel-artikel di The Quibbler seringkali menggelikan dan bodoh. Harry Potter pada mulanya berpikir bahwa majalah ini adalah majalah lelucon, sampai ia menyadari bahwa Luna mempercayai isi majalah itu. Luna membela keyakinannya, ayahnya, dan majalah itu dari tokoh-tokoh lainnya, di antaranya dari Hermione Granger.
Luna Lovegood ( Diperankan oleh Evanna Lynch) merupakan teman dari Ginny Weasley (Adik Ron Weasley) yang berasal dari asrama Ravenclaw. Dia merupakan tokoh pendatang baru yang baik hati dan membantu Harry dan kawan-kawan untuk melawan Voldemort. Ia juga menjadi tokoh yang selalu menghibur Harry terutama saat ia kehilangan Sirius Black[HP5].
Tokoh yang pertama kali muncul pada Harry Potter and the Orde of Phoenix ini juga merupakan salah satu dari beberapa murid Hogwarts yang sepenuhnya percaya kepada Harry bahwa Voldemort telah kembali. Ia juga termasuk dalam anggota dari Dumbledore's Army (Laskar Dumbledore) dan ia bergabung dalam perang melawan pelahap maut di Kementerian Sihir. Di buku ketujuh (Relikui Kematian), ia menjadi pimpinan sementara Laskar Dumbledore, yang menentang rezim Severus Snape. Namun, pada masa libur Natal ia diculik Pelahap Maut, tetapi diselamatkan oleh Harry, Hermione, dan Ron. Kemudian ia turut berperang untuk mempertahankan Hogwarts pada akhir buku ketujuh, dan selamat.
Pada akhirnya, Luna menikah dengan Rolf Scamander, seorang ahli alam (naturalis), cucu dari Newt Scamander. Kemudian mempunyai anak kembar yaitu Lorcan dan Lysander Scamander. Seperti suaminya ia juga menjadi naturalis. Namun, menurut JK Rowling, setelah melakukan beberapa ekpedisi alam ke seluruh dunia, ia harus meyakini bahwa beberapa keyakinan ayahnya (seperti keberadaan Snorkack Tanduk-Kisut) adalah salah. luna adalah seorang pemikir post=modern.

Nymphadora Tonks

Tonks (yang tidak suka bila dipanggil dengan nama depannya) adalah wanita yang sangat bersemangat di usianya yang baru 20-an. Dia adalah salah satu Auror dan bergabung dalam Orde Phoenix. Sebagai seorang Metamorphmagus, dia bisa mengubah-ubah penampilannya, baik sebagai sarana penyamaran maupun untuk bersenang-senang saja. Meski Tonks adalah Auror yang handal, dia tidak terlalu bagus untuk mengerjakan pekerjaan rumah tangga dan cenderung canggung.Tonks bukan anggota asli dari Orde Phoenix karena di saat pertama kali Orde terbentuk, ia masih sangat muda. Dia bersekolah di Hogwarts pada tahun 1984 dan masuk asrama Hufflepuff, dan nilai-nilainya pastilah sangat bagus karena ia memenuhi kualifikasi untuk menjadi Auror di kemudian hari – meskipun secara pribadi ia termasuk orang yang tidak memiliki kemampuan untuk bersikap baik (menurut kepala asramanya). Ia seangkatan dengan Charlie Weasley. Tonks melewati 3 tahun pelatihan Auror dari Kementerian Sihir, dimana dia mendapat nilai tertinggi untuk Penyaruan dan Penyamaran, tapi kesulitan dengan Penyelidikan Diam-Diam dan Pelacakan.
Tonks berhubungan baik dengan Harry Potter, Hermione Granger dan Ginny Weasley. Mungkin disebabkan karena usianya yang tidak terpaut terlalu jauh dengan mereka. Sikapnya yang ramah dan kemampuannya menghibur (terutama dengan kemampuannya mengubah-ubah warna rambut dan bentuk hidungnya) membuat Tonks disukai. Dalam Half Blood Prince Tonks mengakui bahwa dia mencintai Remus Lupin.
Orang tuanya adalah Andromeda Tonks ( Terlahir Black ) dan Ted Tonks. Ayahnya Ted Tonks adalah penyihir kelahiran Muggle, sementara itu ibunya Andromeda adalah penyihir berdarah murni yang adalah putri dari Keluarga Black, yang sangat menjunjung tinggi kemurnian darah mereka. Oleh sebab itu, ketika Andromeda menikah dengan Ted, ia dikucilkan oleh keluarganya,serta dianggap sebagai pengkhianat. Kreacher, peri rumah Keluarga Black, tidak mau menerima perintah dari Tonks.
Orang tua Tonks tidak muncul dalam novel sejauh ini, dan nyaris tidak diketahui pasti detail tentang mereka. Tonks hanya disinggunya sedikit, bahwa Andromeda Tonks memiliki ilmu untuk membuat barang-barang tertata rapihan, dan Ted Tonks orang yang ‘slebor’. Andromeda yang orang yang bertanggung jawab memberi nama kepada puteri tunggalnya , Nymphadora pada Tonks, nama yang sangat dibencinya.
Ibunya ,Andromeda Tonks adalah sepupu Sirius Black, dan Andromeda Tonks juga merupakan kakak kandung dari Narcissa Malfoy (Istri dari Lucius Malfoy) dan adik dari Pelahap Maut Bellatrix Lestrange. Hubungan kekerabatan ini menjadikan Nymphadora Tonks sebenarnya adalah sepupu Draco Malfoydan keponakan dari Bellatrix Lestrange dan Narcissa Malfoy.
Dalam Pangeran Berdarah-Campuran, terungkap bahwa Tonks mencintai Remus Lupin, tapi merasa frustasi dan tertekan karena penolakan Lupin karena alasan bahwa Lupin "terlalu tua, terlalu miskin, ... terlalu berbahaya". Hal ini menjelaskan perubahan kepribadian dan rupa Tonks. Namun demikian, Lupin berhenti menolak setelah peristiwa kematian Dumbledore dan peristiwa digigitnya Bill Weasley oleh manusia serigala Fenrir Greyback. Hal ini menyebabkan kepribadian dan rupa Tonks kembali ke "normal"[HP6] Dalam buku seri terakhir Harry Potter dan Relikui Kematian ( Harry Potter and The Deathly Hallows ), Nymphadora Tonks mempunyai seorang anak laki-laki dari pernikahannya dengan Remus Lupin dan putranya diberi nama Teddy Lupin. Teddy Lupin juga adalah anak baptis Harry Potter. Nymphadora Tonks dan Remus Lupin tewas dalam pertempuran di Hogwarts[HP7] dalam usaha melawan Lord Voldemort dan para Pelahap Mautnya. Pada perang tersebut. Nymphadora dibunuh oleh Bellatrix Lestrange, sementara suaminya dibunuh oleh Antonin Dolohov.

 Ginny Weasley

Dia adalah anak paling bungsu dari tujuh bersaudara di keluarga Arthur Weasley dan Molly Weasley, dan juga satu-satunya anak perempuan mereka.
Ginny Weasley memiliki perawakan kecil, dengan rambut merah menyala (turun-temurun dalam keluarga Weasley) dan juga berbola mata kecokelatan. Dia juga dikategorikan sebagai penyihir yang berbakat pada usianya, terutama dalam keahlian khususnya yaitu Kutukan-Kepak Kelelawar.
Ia sudah muncul sejak episode pertama, dimana ia bersama ibunya turut mengantar kakak-kakaknya ke Hogwarts, termasuk Ron, yang akan memulai tahun pertamanya di Hogwarts (bersama dengan Harry). Kemudian di episode kedua, ia mulai bersekolah di Hogwarts dan masuk asrama Gryffindor (seperti keluarga Weasley yang lain). Ia digambarkan sudah sangat menyukai Harry Potter namun dia malu untuk mengungkapkan perasaannya. Ia memegang peran kunci dalam kasus di episode ini, yaitu serangan siswa-siswi kelahiran muggle. Terungkap bahwa ialah yang membuka kamar rahasia. Ia dirasuki jiwa Tom Riddle (Voldemort muda) dari buku harian yang diselipkan di buku pelajarannya oleh Lucius Malfoy, yang berencana untuk memecat ayahnya dari Kementerian Sihir dengan plot tersebut. Ia lalu dibawa ke kamar rahasia. Namun Harry berhasil menyelamatkannya dam mengalahkan Riddle. Ia tidak banyak berperan di episode ketiga.Di episode keempat (Piala Api), ia lebih berperan sebagai karakter sampingan. Bersama keluarga Weasley lainnya, ia menyaksikan Piala Dunia Quidditch. Di pesta dansa Natal, ia pergi dengan Neville Longbottom. Kemudian, di buku kelima, ia bergabung dengan Laskar Dumbledore dan ia juga membantu Harry menenangkan emosinya, karena pada episode ini Harry sedang menghadapi tekanan emosi berat pasca kejadian di episode sebelumnya, dan beban misinya, melawan Voldemort. Lalu, ketika Harry mendapat larangan bermain Quidditch "seumur hidup" oleh Dolores Umbridge. Ginny menggantikannya sebagai Seeker Gryffindor. Ini membuktikan dia juga adalah pemain Quidditch yang hebat, terbukti dia dapat menggantikan Harry menjadi seeker dengan baik dan membawa Gryffindor merebut Piala Quidditch. Di akhir buku ia turut bertempur di Departemen Misteri bersama beberapa anggota LD.
Prestasi ini juga diulanginya di buku keenam ketika Harry menjalani detensi dari Profesor Snape (meskipun di buku keenam Ginny sebenarnya berposisi sebagai Chaser).Pada episode ini pula, ia masuk Klub Slug, klub siswa-siswi berbakat yang diharapkan terkenal oleh guru ramuan baru Horace Slughorn setelah ia mengutuk Zacharias Smith dengan senjata andalannya, Kutukan Kepak-kelelawar karena Zacharias terus menanyakan apa yang terjadi di Departemen Misteri di episode sebelumnya. Ketika Ginny mulai pacaran dengan Dean Thomas yang merupakan teman seangkatan Harry di Hogwarts saat ia kelas lima (dan juga merupakan anggota Laskar Dumbledore), Harry mulai cemburu dan sadar bahwa sebenarnya dia menyukai Ginny. Di bawah pengaruh ramuan keberuntungan (Felix Felicis) dan perlindungan Jubah Gaib, ia tak sengaja menyebabkan Ginny dan Dean putus; ia menubruk Ginny pada saat ia dan Dean sedang melewati lubang lukisan Nyonya Gemuk (pintu masuk asrama Gryffindor). Ginny merasa Dean terlalu protektif dengan dia dan akhirnya mereka berpisah. Harry akhirnya menyatakan cintanya dan menjadi pacar Ginny walaupun hubungan mereka terpaksa berakhir karena Harry takut jika Ginny akan menjadi korban Lord Voldemort jika Voldemort tahu bahwa Ginny mempunyai hubungan dengannya. Ia juga merupakan salah satu murid yang bertempur ketika Pelahap Maut menyerbu Hogwarts di akhir buku keenam.
Pada Harry Potter dan Relikui Kematian, sementara Harry dan kedua sahabatnya sedang berburu Horcrux. Ginny, Neville, dan Luna mengaktifkan kembali Laskar Dumbledore untuk melawan rezim kepala sekolah Severus Snape. Di akhir cerita ia beserta seluruh keluarganya bertempur di Pertempuran Hogwarts. Ia berhasil bertahan hidup dari pertempuran. Pada babak terakhir, ia, Hermione, dan Luna tengah bertempur melawan Pelahap Maut Bellatrix Lestrange. Bellatrix meluncurkan kutukan pembunuh (Avada Kedavra), yang hampir mengenai Ginny. Ini menyebabkan ibunya, Molly Weasley marah dan memutuskan memerangi Bellatrix sendiri, dan Bellatrix tewas terkena kutukan Molly.
Di akhir cerita Harry Potter Ginny menikah dengan Harry Potter dan memiliki tiga anak bernama James Sirius Potter, Albus Severus Potter , dan Lily Luna Potter. Menurut JK Rowling, ia bermain Quidditch untuk klub Holeyhead Harpies selama beberapa tahun sebelum pensiun untuk membangun keluarga bersama Harry. Kemudian ia bekerja di Daily Prophet sebagai koresponden Quidditch senior (di dunia kita serupa dengan wartawan olahraga).

Molly Weasley

Seorang ibu rumah tangga, istri dari Arthur Weasley dan ibu dari Bill, Charlie, Percy, Fred, George, Ron dan Ginny. Molly yang juga anggota Orde Phoenix, adalah kemenakan Ignatius Prewett (yang menikah dengan Lucretia Black). Pada masanya di Hogwarts, ia masuk asrama Gryffindor.
Molly menganggap Harry dan Hermione sebagai bagian dari keluarga Weasley. Harry terutama, diperlakukan dengan over-protektif karena dirinya yatim piatu dan tinggal dengan keluarga yang tidak memperlakukannya dengan baik. Ketika Molly membaca tulisan Rita Skeeter tentang cinta segitiga Harry, Hermione dan Krum, ia memperlakukan Hermione dengan dingin dan tidak ramah (mengiriminya telur paskah yang lebih kecil dibanding Harry maupun Ron) sampai Harry menjelaskan bahwa cerita tersebut hanyalah bohong belaka. Setelah itu Molly kembali memperlakukan Hermione seperti semula. Dalam Harry Potter and the Order of the Phoenix, Molly membela Harry dan menyatakan bahwa ia sudah seperti anaknya sendiri. Molly berusaha menjaga agar rumahnya teratur, sebuah tugas yang sulit dengan adanya Fred dan George. Molly sendiri sebenarnya tidak begitu taat pada peraturan, setidaknya ketika di Hogwarts, ia dan Arthur sering melanggar jam malam (lihat Buku Keempat). Molly juga mengajar ketujuh anak-anaknya di rumah sebelum mereka masuk Hogwarts, tampaknya ini adalah sebuah alternatif selain menyekolahkan anak-anak penyihir di sekolah Muggle.
Nama "Molly" kemungkinan berasal dari kata "mollycoddle" dalam bahasa Inggris yang berarti overprotektif terhadap seseorang. Arthur Weasley memanggilnya dengan nama "Mollywobbles" (bila mereka sedang berdua saja). Ketakutan terbesarnya adalah kematian anggota keluarga atau orang-orang yang dicintainya. Hal ini sangat wajar, karena saudaranya, Gideon dan Fabian Prewett, mati terbunuh. Itu sebabnya Molly benar-benar mengkhawatirkan keselamatan keluarganya. Setelah terjadi teror di Piala Dunia Quidditch, Molly benar-benar takut bahwa kata terakhir yang diucapkan pada Fred dan George adalah bahwa nilai OWL mereka tidak cukup tinggi. Dan dialah satu-satunya anggota keluarga Weasley yang menangisi kepergian Percy dari rumah.
Molly tidak setuju pada Sirius Black dan Mundungus Fletcher. Sirius karena Molly menganggap Sirius bertintak terburu-buru dan tidak bertanggung jawab, sedangkan Mundungus karena dia seharusnya yang menjaga Harry ketika Harry diserang Dementor (dan nyaris membuatnya dikeluarkan dari sekolah) dan karena Mundungus membawa kuali curian ke Markas Orde Phoenix. Sirius juga tidak setuju pada Molly, yang dianggapnya berlebihan dalam melindungi Harry dan memperlakukannya seperti anak kecil yang tidak bisa apa-apa. Namun baik Sirius dan Molly tampaknya berusaha meredam ketidaksetujuan mereka masing-masing, dan Molly tetap membantu Sirius untuk bersih-bersih dan memasak di Grimmauld Place.
Pada Harry Potter dan Pangeran Berdarah Campuran, Molly bertemu calon menantunya, Fleur Delacour, yang bertunangan dengan Bill. Ia semerta-merta tidak menyukai Fleur, seperti halnya Ginny dan Hermione, biarpun Molly enggan mengakuinya. Ia tidak habis pikir bagaimana Bill dan Fleur bisa saling mencintai, sementara karakter mereka begitu berbeda (dan juga kebangsaan). Molly menganggap pernikahan mereka terlalu terburu-buru, karena keadaan yang serba-tidak-pasti akibat teror Voldermort dan Pelahap Mautnya. Biarpun sebenarnya dia dan Arthur juga menikah di usia muda dan dalam waktu yang berbahaya pula. Ginny bahkan menyangka Molly mencoba menjodohkan Bill dengan Tonks dengan cara sering mengundang Tonks untuk makan malam, padahal sebenarnya Molly memberi nasihat pada Tonks mengenai masalah hubungan Tonks dengan Lupin. Molly akhirnya dapat menerima Fleur setelah Bill digigit oleh Fenrir Greyback dalam Serangan di Hogwarts. Molly mengira setelah Bill digigit (dan ada kemungkinan menjadi atau memiliki sifat manusia serigala) Fleur tidak akan mau menikahinya. Tapi Fleur mengejutkan Molly (dan semua orang) bahwa ia akan tetap mencintai Bill, dan demikian pula sebaliknya, dan bahwa luka-luka yang membekas pada Bill justru membuatnya bangga karena menandakan Bill adalah orang yang pemberani. Molly sangat menghargai pendapat Fleur ini dan akhirnya merestui hubungan mereka.
Molly adalah orang yang berhasil mengalahkan dan membunuh Bellatrix Lestrange pada pertempuran Hogwarts dikarenakan Bellatrix mencoba membunuh anak perempuan satu-satunya yaitu Ginny Weasley pada buku ke tujuh Harry Potter. Ia menantang Bellatrix dengan sebuah umpatan "Not my daughter, you bitch!" (diterjemahkan sebagai "Jangan putriku, jalang!"). Kutukan Molly menghantam Bellatrix tepat di dadanya, membunuhnya seketika. Namun, dalam film, digambarkan Bellatrix meledak menjadi debu setelah terkena kutukan Molly.

Bellatrix Lestrange

Diceritakan Bellatrix disebutkan pertama kali di penampilan pertamanya di Harry Potter and The Goblet of Fire ( Harry Potter dan Piala Api ) saat pembicaraan Kau Tahu Siapa dengan para pelahap mautnya. Bella saat itu menjadi tawanan dari Penjara bagi para penjahat sihir, Azkaban.
Bella adalah putri sulung dari pasangan penyihir murni dari keluarga Black, Cygnus Black dan istrinya Druella Black ( Terlahir Rosier ). Bellatrix Lahir tahun 1951-an dan meninggal pada tahun 1998.
Setelah Molly Weasley ( Terlahir Prewett ), ibu dari Ronald Weasley, sahabat karibnya Harry Potter serta Hermione Granger dalam pertempuran kedua melawan Kau Tahu Siapa ( Lord Voldemort ) di Sekolah Sihir Hogwarts akibat putri bungsu Molly Weasley, Ginny Weasley yang ingin dibunuh dengan salah satu dari tiga Kutukan Tak Termaafkan ( Unforgivable Curses ) oleh Bellatrix Lestrange.
Kutukan Tak Termaafkan ada tiga macam, yaitu:
  1. Avada Kedavra
  2. Imperius
  3. Cruciatus
Bellatrix Lestrange terbunuh oleh Kutukan Molly Weasley dimana Harry Potter dan teman seangkatannya menyelesaikan pendidikannya pada tahun terakhir di Sekolah Sihir Hogwarts.
Bellatrix Lestrange merupakan istri dari Rodolphus Lestrange yang juga Pelahap Maut. Bellatrix juga memiliki saudara ipar dari suaminya bernama Rabastan Lestrange yang juga Pelahap Maut. Namun Rodolphus dan Bellatrix tidak memiliki keturunan. Bella juga melukai pasangan Auror Frank dan Alice Longbottom dengan kutukan Cruciatus, salah satu dari Kutukan Tak Termaafkan (Unforgivable Curses).
Frank dan Alice Longbottom merupakan orang tua dari Neville Longbottom , sahabat dekat Harry Potter selain Ronald Weasley dan Hermione Granger. Bella melukai Frank dan Alice Longbottom bersama dengan suaminya Rodolphus Lestrange , saudara iparnya Rabastan Lestrange dan Barty Crouch Jr sehingga akhirnya dipenjarakan di Penjara Azkaban pada Pertempuran Pertama Dunia Sihir.
Keluarga :
Bellatrix Lestrange juga mempunyai dua saudara perempuan , yaitu :
Andromeda Tonks ( Terlahir Black ) yang menikah dengan Ted Tonks, penyihir kelahiran Muggle {bukan penyihir} dan memberinya keponakan perempuan, Nymphadora Tonks dan dihapus dari keluarganya yaitu Keluarga Black oleh Walburga Black, bibinya.
Narcissa Malfoy ( Terlahir Black ) adik bungsunya yang menikah dengan salah satu pelahap maut juga penyihir berdarah murni, Lucius Malfoy dan memberinya keponakan laki-laki, Draco Malfoy.
Bellatrix Lestrange juga dikenal sebagai salah satu tokoh antagonis dalam serial fiksi Harry Potter. Ia adalah seorang Pelahap Maut yang menganggap dirinya pelahap maut yang setia karena bersedia masuk ke Penjara Azkaban daripada mengkhianati Kau Tahu Siapa.
Bellatrix adalah sepupu jauh dari Sirius Black yang merupakan anggota Keluarga Black, dimana Keluarga Black memiliki rumah di Jalan Grimmauld Place No. 12 yang diwarisi oleh Sirius Black, dan dijadikan sebagai markas dari Orde Phoenix. Serupa dengan Andromeda Tonks, adik sepupunya Sirius Black juga dihapus dari keluarga Black oleh ibunya sendiri, Walburga Black. Walburga Black adalah istri dari Orion Black dan ibu dari Regulus Black. ( Menurut gambaran silsilah Keluarga Black oleh pengarangnya J.K Rowling).
Bellatrix tewas karena kalah dalam pertempuran Hogwarts dan ia dikalahkan oleh Molly Weasley karena kesal atas semua perbuatan bellatrix yang telah melukai anaknya George, membunuh Fred dan nyaris membahayakan Ginny.

Narcissa Malfoy

 Narcissa Malfoy (terlahir Black) merupakan putri bungsu dari pasangan penyihir berdarah murni dari Keluarga Black yakni Cygnus Black dan istrinya Druella Black (Terlahir Rosier).
Cissy memiliki ciri-cirinya adalah mata berwarna biru dan berambut pirang (ciri keluarga Black).
Narcissa Malfoy Lahir tahun 1955 (menurut J.K Rowling). Narcissa adalah ibu dari Draco Malfoy dan istri dari pelahap maut Lucius Malfoy. Narcissa memiliki dua orang kakak perempuan yaitu Bellatrix Lestrange (Terlahir Black) dan Andromeda Tonks (Terlahir Black).
Narcissa adalah bibi dari pihak ibu dari Nymphadora Tonks Black. Setelah pertempuran di Hogwarts ia memiliki satu orang cucu laki-laki dari putra tunggalnya Draco dan bernama Scorpius Malfoy dengan penyihir berdarah murni Astoria Greengrass.
Astoria Greengrass adalah adik perempuan sahabat dan seangkatan Draco Malfoy di Hogwarts yang juga murid asrama Slytherin, yang bernama Daphne Greengrass.
Narcissa mempunyai ayah mertua bernama Abraxas Malfoy. Narcissa memiliki kakak ipar laki-laki dari kakak sulungnya Bellatrix yang bernama Rodolphus Lestrange dan saudara laki-laki Rodolphus Lestrange yaitu Rabastan Lestrange yang juga pelahap maut. Kakak ipar dari kakak kedua Narcissa berketurunan bukan penyihir (atau Mudblood / Muggle) bernaman Ted Tonks. Setelah kakaknya Andromeda Tonks menikah dengan Ted Tonks namanya dihapus dari keluarga Black oleh bibinya Walburga Black,ibu dari Sirius Black.
Narcissa tinggal di Malfoy Manor (Rumah Besar Keluarga Malfoy) bersama Suaminya Lucius Malfoy dan putra tunggalnya Draco Malfoy. Hampir semua keturunan keluarga Malfoy masuk di asrama Slytherin di Sekolah Sihir Hogwarts. Narcissa sendiri adalah salah satu siswi asrama Slytherin. Meskipun ia sepaham dengan suaminya mengenai kemurnian darah, tetapi ia lebih mencemaskan kekayaan keluarga dibandingkan membantu Voldemort dalam memperluas kekuasaan, sehingga ia tidak masuk jajaran Pelahap Maut.
Pada buku keenam Harry Potter dan Pangeran Berdarah Campuran, Narcissa mengunjungi Severus Snape bersama kakak sulungnya Bellatrix Lestrenge. Narcissa juga mengajukan dan membuat sumpah dengan Severus Snape di rumahnya di Spinner End. Sumpah ini di kenal dengan nama Unbreakable Vow atau Sumpah tak terlanggar di awal buku keenam Harry Potter untuk menyelamatkan putra yang disayanginya dari Pangeran Kegelapan yang memberi misi pada Draco untuk membantunya memasuki Sekolah Sihir Hogwarts. Ini menunjukkan bahwa ia sangat protektif terhadap anak tunggalnya itu.

Lily Potter

Lily Evans adalah penyihir kelahiran muggle (sebutan untuk manusia biasa tanpa bakat sihir). Walaupun demikian, Lily merupakan salah satu penyihir yang pintar dan juga menjadi murid kesayangan salah satu guru Hogwarts pada masanya, Horace Slughorn. Lily Evans merupakan adik dari Petunia Dursley (yang bernama Petunia Evans sebelum menikah dengan Vernon Dursley).
Setelah lulus dari Hogwarts, Lily menikah dengan James Potter dan melahirkan Harry James Potter. Namun Lily dan James meninggal pada tahun 1981, saat usia Harry baru berumur 1 tahun, akibat dibunuh oleh Lord Voldemort (karena petunjuk ramalan yang disebutkan di buku Harry Potter and The Order of Phoenix). Hampir setiap orang yang bertemu Harry akan melihat diri Lily di dalam dirinya karena Lily mewariskan warna matanya yang hijau ke Harry.Lily Potter adalah seorang penyihir kelahiran Muggle, putri muda Mr dan Mrs Evans dan adik Petunia. Dia belajar bahwa dia adalah seorang penyihir sebagai seorang anak, setelah Severus Snape, seorang bocah penyihir yang tinggal di dekatnya, diakui sebagai penyihir dan menceritakan keberadaan sihir. Kedua menjadi teman dekat, tapi persahabatan mereka menjadi tegang selama bertahun-tahun karena minat tak tertahankan Snape dalam Ilmu Hitam dan hasratnya untuk bergabung dengan Pelahap Maut. Lily mengakhiri persahabatan di tahun kelima mereka, setelah Snape menyebutnya Darah-lumpur. Dia menghadiri Sekolah Sihir Hogwarts dan Sihir 1971-1978 dan disortir ke asrama Gryffindor. Seorang mahasiswa berbakat, Lily adalah anggota Klub Slug dan dibuat Kepala Girl dalam tahun ketujuh. Setelah Hogwarts, Lily menikah dengan James Potter dan mereka memiliki seorang putra, Harry. Pasangan dan sahabat mereka (Sirius Black, Remus Lupin dan Peter Pettigrew) semua bergabung dengan Orde Phoenix selama Perang sihir Pertama, ia dan suaminya menentang Lord Voldemort sendiri tiga kali. Namun, Lily dan James dipaksa untuk pergi bersembunyi setelah nubuat dibuat tentang Lord Voldemort dan anak bayi mereka. James dan Lily telah dikhianati oleh Peter Pettigrew ke Lord Voldemort. Lily dibunuh oleh Voldemort pada tahun 1981, bersama dengan suaminya, sementara mereka berusaha untuk melindungi anak mereka. Lily sempat tampil lagi melalui Batu Kebangkitan, bersama dengan James, Sirius dan Remus pada tahun 1998. Setelah Perang sihir Kedua, Lily memiliki tiga cucu melalui putranya, Harry Potter, James Sirius Potter, Albus Severus Potter dan Lily Luna Potter, yang bernama setelah neneknya.