Hermione Granger
Hermione adalah seorang murid yang terpilih di asrama Gryffindor di Sekolah Sihir Hogwarts dan merupakan sahabat terbaik Harry Potter dan Ron Weasley. Ia lahir pada tanggal 19 September 1979 yang membuat Hermione menjadi siswa tertua di antara teman sekelasnya. Hal ini terjadi karena Hogwarts hanya menerima siswa yang sudah berusia sebelas tahun pada saat masuk pada tahun ajaran pertama sekolah tersebut pada 1 September, dan Hermione terlalu muda untuk bergabung dengan kelas terdahulu.
Hermione menunjukkan kemampuan akademis yang lebih bila dibandingkan dengan sahabat dan teman sekelasnya walaupun ia kurang memiliki kematangan emosional. Ia selalu bereaksi negatif pada Ron yang selalu menggodanya, tidak tahan bila dipermalukan atau ketika teman-temannya berbuat hal yang konyol, dan biasanya melemparkan tubuhnya ke tempat tidur bila merasa kecewa.
Hermione mempunyai mata berwarna coklat, rambut ikal coklat, dan mempunyai gigi depan yang besar ketika pertama kali muncul. Banyak orang di sekolah yang menertawakan wajahnya, termasuk Professor Severus Snape dan pada tahun keempatnya dia diejek Rita Skeeter yang mengatakan bahwa dia adalah "wanita yang polos namun ambisius". Bagaimanapun juga, dalam film Harry Potter and the Goblet of Fire, dia menarik perhatian salah satu bintang Qudditch, Viktor Krum, dan akhirnya Hermione pun berdansa dengannya di pesta dansa. Hermione adalah salah satu murid terpintar di antara murid-murid lainnya, tetapi dia sedikit lebih sombong (terutama jika dibandingkan dengan Harry yang tergolong rendah hati), suka berlagak tahu semuanya, dan sangat tidak suka apabila diejek. Harry Potter dan Ron Weasley sangat tergantung padanya dalam hal-hal akademis. Dengan kepintarannya, Hermione terbukti bisa mengeluarkan trionya (Trio Emas) dari berbagai macam masalah yang ada, meskipun dia pun sering membuat masalah.
Hermione adalah siswi yang setia, berani dan mempunyai kesadaran politis yang kuat (yang mempengaruhi karirnya kelak), tetapi kadang-kadang mempunyai permasalahan yang sering mengganggunya, walaupun pada tahun pertamanya ia kalut dalam konsidi krisis (ketika diberitahu untuk menyalakan api saat terperangkap di Jerat Setan, dia malah menjawab “ Tapi tidak ada kayu!”), namun demikian dia telah berhasil melakukan sihir Menyalakan Api Gaib di awal-awal tahun pelajarannya, juga mau tidak mau dia ceritakan kepada Profesor Umbridge untuk menyelamatkan Harry di dalam Harry Potter and the Order of the Phoenix (dia mengakui bahwa ada suatu senjata di dalam hutan, dan membuat Dumbledore tewas), dan kegagalannya cukup menundukkan Pelahap Maut di dalam Departemen Misteri (dia kesunyian bukannya membingungkan dia, meninggalkan dia sadar, mengusulkan bahwa di dalam panas saat/momen, dia melupakan sekitar mantera tidak lisan [yang] melempar). Tentu saja, Akal Hermione adalah paling kuat dalam menganalisa sasaran dan memori, dan dia kadang-kadang mempunyai kesukaran ketika dipaksa untuk membuat menggigit penghakiman (suatu faktor yang adalah sering dibuang di (dalam) adaptasi film). Haruslah dicatat bagaimanapun, bahwa pada umumnya rencana nya Harry dan Ron ( kadang-kadang dengan enggan) mengikuti. Selagi dia dibuat kekeliruan, apapun juga dia menyarankan pada umumnya adalah tindakan yang terbaik.
Walaupun berbelas kasih, ia kadang-kadang sedikit canggung ketika berhubungan dengan orang banyak, meskipun berposisi sebagai " penghubung sosial" di dalam trio itu. Sebagai contoh yang bagus adalah usahanya yang ceroboh dalam menghibur Lavender Brown atas kelincinya yang mati. Penulis naskah Steve Kloves mengatakan Hermione itu sering menunjukkan " ketidakpahaman sepenuhnya mengenai bagaimana dia dapat memengaruhi orang lain". Menurut J. K. Rowling, Hermione sangat merasa tidak aman dan kadang-kadang merasa sangat tidak mampu. Untuk menutupinya, dia mencoba menjadi yang terbaik pada segalanya di sekolah, memperlihatkan suatu kepercayaan diri palsu yang dapat menyinggung orang lain. Hermione juga cenderung menyinggung orang lain dengan gamblangnya rasa keunggulan akhlak, yang sering ia paksakan kepada orang lain di masa lalunya. Meskipun demikian dia juga telah membuktikan keterampilannya dalam memahami perasaaan dan hubungan antar sesama, ini sering membuat perselisihan dengan Ron yang awalnya benar-benar tidak tahu mengenai persoalan seperti ini (Hermione menganggap kepekaan emosionalnya seukuran dengan sendok teh). Harry berkonsultasi dengan Hermione untuk meminta saran mengenai hubungannya dengan Cho Chang dan Ginny Weasley (meskipun dalam kasus Cho, hal inilah yang menyebabkan Harry putus dari Cho, karena Cho cemburu akan hubungannya dengan Hermione).
Fleur Delacour
Fleur berasal dari Perancis. Neneknya adalah veela, sehingga membuatnya seperempat veela. Ia mewarisi kecantikan veela yang memabukkan bagi para pria. Ia kurang lebih 3 tahun lebih tua dari Harry, jadi kemungkinan ia dilahirkan sekitar tahun 1977. Fleur memiliki seorang adik, Gabrielle Delacour yang kemungkinan 10 tahun lebih muda.
Tongkat Sihir Fleur 9,5 inci (25 cm), tidak bisa ditekuk, terbuat dari kayu mawar dan berisi sehelai rambut veela dari neneknya. Ia bisa berbahasa Inggris dengan lancar, namun dengan aksen Perancis yang kental.
Karena darah veela yang mengalir dalam tubuhnya, banyak anak laki-laki yang terpesona ketika melihat Fleur, bahkan melakukan hal-hal yang memalukan. Biarpun hal ini kadang-kadang menguntungkan, namun bisa juga membahayakan dirinya. Karena Voldermort dan para Pelahap Maut memiliki kecurigaan yang berlebihan kepada mereka yang bukan keturunan penyihir-murni. Fleur dapat dikategorikan berdarah campuran karena neneknya yang veela.
Di Hogwarts Fleur seringkali mengeluhkan tentang keadaan Hogwarts, tentang makanannya, dan menyuarakan keberatannya terhadap Harry sebagai juara keempat, yang dianggapnya terlalu muda. Ia adalah satu-satunya dari keempat juara yang berkomentar tentang hal ini.
Fleur memiliki seorang adik bernama Gabrielle Delacour yang berumur 8 tahun di Goblet of Fire. Gabrielle adalah sandera yang harus dibebaskan Fleur untuk Tugas Keduanya di Turnamen Triwizard, namun dia gagal. Harry memilih untuk menyelamatkan Gabrielle (biarpun sebenarnya tidak perlu) dan Fleur yang sangat terguncang berubah menjadi lebih ramah kepada Harry dan tidak lagi berkomentar soal Hogwarts.
Fleur tersingkir dari Turnamen Triwizard akibat campur tangan Voldermort, ia dipingsankan oleh Viktor Krum (yang di bawah pengaruh kutukan Imperius Barty Crouch Jr.). Di akhir cerita ia mengatakan pada Harry bahwa setelah lulus dia kemungkinan akan kembali ke Inggris untuk bekerja dan memperlancar bahasa Inggrisnya.
Dalam Harry Potter and the Order of the Phoenix disebutkan bahwa Fleur bekerja di Bank Gringotts, dan Bill membantu melancarkan bahasa Inggrisnya, mengindikasikan adanya hubungan istimewa antara keduanya (menurut Fred, Bill banyak memberi Fleur pelajaran privat).
Dalam Harry Potter and the Half-Blood Prince, terungkap bahwa Fleur dan Bill telah bertunangan dan akan segera menikah. Bill membawa Fleur ke The Burrow selama beberapa hari untuk mengenal keluarganya. Molly Weasley tidak menyukai Fleur dan tidak bisa mengerti bagaimana Bill bisa jatuh cinta padanya, karena menurut Molly, mereka berdua tidak memiliki kesamaan sedikitpun. Sementara Fleur juga tidak berusaha mengubah anggapan calon ibu mertuanya. Harry dan kawan-kawan mengira Molly lebih suka bila Bill jatuh cinta pada Nymphadora Tonks (sampai kemudian terungkap bahwa sebenarnya Tonks mencintai Lupin).
Ron, tidak membencinya. Dan bisa dimengerti, karena dalam The Goblet of Fire, Ron adalah salah satu anak laki-laki yang kehilangan akal (dalam cerita ia dikatakan sempat tidak bisa bicara) akibat pengaruh veela dari Fleur (kebalikan dari Harry yang tidak begitu terpengaruh, biarpun saat Fleur mencium pipinya, Harry senang juga), salah satu dari anak laki-laki yang banyak terpengaruh oleh pesona Fleur.
Fleur akhirnya mendapat restu Molly setelah Bill terluka akibat pertempuran di Hogwarts. Molly semula mengira pernikahan Bill akan batal, Fleur segera membantah. Mengatakan bahwa perlu lebih dari manusia serigala untuk menghentikan Bill mencintainya, demikian pula sebaliknya. Ia berkata bahwa ia cukup cantik untuk mereka berdua. Dan semua luka itu menunjukkan bahwa Bill pemberani. Kemudian Molly mengatakan tentang tiara milik bibi buyut Muriel yang kemungkinan bisa dipinjamnya untuk pernikahan, dan selanjutnya Fleur dan Molly sama-sama menangis dan berpelukan. Tampaknya hubungan Fleur dan keluarga Weasley membaik setelah insiden ini.
Fleur dan Bill menikah di awal Buku Ketujuh. Fleur menginginkan Ginny dan Gabrielle untuk menjadi pendampingnya. Pada tahun 1998 Fleur Delacour beserta suaminya ikut bertempur dalam pertempuran Hogwarts sebagai anggota Orde Phoenix dan ia berhasil bertahan hidup. Pada akhir buku ke 7, Bill dan Fleur Delacour Weasley mendapatkan seorang putri yang bernama Victoire Weasley. Kemudian, mereka mendapat 2 anak lagi, Dominique dan Louis. Salah satu anak Harry dan Ginny Weasley Potter (James Sirius) melihat Victoire berciuman dengan Teddy Remus Lupin, anak laki-laki Remus Lupin dan Nymphadora Tonks yang terbunuh dalam pertempuran di Hogwarts.
Luna Lovegood
Luna "Loony" Lovegood (Lahir ±1981) adalah salah satu tokoh fiksi dalam seri Harry Potter. Ia digambarkan sebagai seorang anak perempuan yang aneh dan kerap menggunakan aksesoris yang tidak lazim seperti kalung yang dibuat dari tutup botol butterbeer, dan menyelipkan tongkat sihirnya di belakang telinga untuk lebih aman.
Ayah Luna, Xenophilius Lovegood adalah editor dari The Quibbler, majalah unik yang berisikan (menurut Luna) "cerita-cerita penting yang perlu diketahui oleh publik". Tampaknya Luna mewarisi keunikan ('keanehan') dari ayahnya. Artikel-artikel di The Quibbler seringkali menggelikan dan bodoh. Harry Potter pada mulanya berpikir bahwa majalah ini adalah majalah lelucon, sampai ia menyadari bahwa Luna mempercayai isi majalah itu. Luna membela keyakinannya, ayahnya, dan majalah itu dari tokoh-tokoh lainnya, di antaranya dari Hermione Granger.
Luna Lovegood ( Diperankan oleh Evanna Lynch) merupakan teman dari Ginny Weasley (Adik Ron Weasley) yang berasal dari asrama Ravenclaw. Dia merupakan tokoh pendatang baru yang baik hati dan membantu Harry dan kawan-kawan untuk melawan Voldemort. Ia juga menjadi tokoh yang selalu menghibur Harry terutama saat ia kehilangan Sirius Black[HP5].
Tokoh yang pertama kali muncul pada Harry Potter and the Orde of Phoenix ini juga merupakan salah satu dari beberapa murid Hogwarts yang sepenuhnya percaya kepada Harry bahwa Voldemort telah kembali. Ia juga termasuk dalam anggota dari Dumbledore's Army (Laskar Dumbledore) dan ia bergabung dalam perang melawan pelahap maut di Kementerian Sihir. Di buku ketujuh (Relikui Kematian), ia menjadi pimpinan sementara Laskar Dumbledore, yang menentang rezim Severus Snape. Namun, pada masa libur Natal ia diculik Pelahap Maut, tetapi diselamatkan oleh Harry, Hermione, dan Ron. Kemudian ia turut berperang untuk mempertahankan Hogwarts pada akhir buku ketujuh, dan selamat.
Pada akhirnya, Luna menikah dengan Rolf Scamander, seorang ahli alam (naturalis), cucu dari Newt Scamander. Kemudian mempunyai anak kembar yaitu Lorcan dan Lysander Scamander. Seperti suaminya ia juga menjadi naturalis. Namun, menurut JK Rowling, setelah melakukan beberapa ekpedisi alam ke seluruh dunia, ia harus meyakini bahwa beberapa keyakinan ayahnya (seperti keberadaan Snorkack Tanduk-Kisut) adalah salah. luna adalah seorang pemikir post=modern.
Nymphadora Tonks
Tonks (yang tidak suka bila dipanggil dengan nama depannya) adalah wanita yang sangat bersemangat di usianya yang baru 20-an. Dia adalah salah satu Auror dan bergabung dalam Orde Phoenix. Sebagai seorang Metamorphmagus, dia bisa mengubah-ubah penampilannya, baik sebagai sarana penyamaran maupun untuk bersenang-senang saja. Meski Tonks adalah Auror yang handal, dia tidak terlalu bagus untuk mengerjakan pekerjaan rumah tangga dan cenderung canggung.Tonks bukan anggota asli dari Orde Phoenix karena di saat pertama kali Orde terbentuk, ia masih sangat muda. Dia bersekolah di Hogwarts pada tahun 1984 dan masuk asrama Hufflepuff, dan nilai-nilainya pastilah sangat bagus karena ia memenuhi kualifikasi untuk menjadi Auror di kemudian hari – meskipun secara pribadi ia termasuk orang yang tidak memiliki kemampuan untuk bersikap baik (menurut kepala asramanya). Ia seangkatan dengan Charlie Weasley. Tonks melewati 3 tahun pelatihan Auror dari Kementerian Sihir, dimana dia mendapat nilai tertinggi untuk Penyaruan dan Penyamaran, tapi kesulitan dengan Penyelidikan Diam-Diam dan Pelacakan.
Tonks berhubungan baik dengan Harry Potter, Hermione Granger dan Ginny Weasley. Mungkin disebabkan karena usianya yang tidak terpaut terlalu jauh dengan mereka. Sikapnya yang ramah dan kemampuannya menghibur (terutama dengan kemampuannya mengubah-ubah warna rambut dan bentuk hidungnya) membuat Tonks disukai. Dalam Half Blood Prince Tonks mengakui bahwa dia mencintai Remus Lupin.
Orang tuanya adalah Andromeda Tonks ( Terlahir Black ) dan Ted Tonks. Ayahnya Ted Tonks adalah penyihir kelahiran Muggle, sementara itu ibunya Andromeda adalah penyihir berdarah murni yang adalah putri dari Keluarga Black, yang sangat menjunjung tinggi kemurnian darah mereka. Oleh sebab itu, ketika Andromeda menikah dengan Ted, ia dikucilkan oleh keluarganya,serta dianggap sebagai pengkhianat. Kreacher, peri rumah Keluarga Black, tidak mau menerima perintah dari Tonks.
Orang tua Tonks tidak muncul dalam novel sejauh ini, dan nyaris tidak diketahui pasti detail tentang mereka. Tonks hanya disinggunya sedikit, bahwa Andromeda Tonks memiliki ilmu untuk membuat barang-barang tertata rapihan, dan Ted Tonks orang yang ‘slebor’. Andromeda yang orang yang bertanggung jawab memberi nama kepada puteri tunggalnya , Nymphadora pada Tonks, nama yang sangat dibencinya.
Ibunya ,Andromeda Tonks adalah sepupu Sirius Black, dan Andromeda Tonks juga merupakan kakak kandung dari Narcissa Malfoy (Istri dari Lucius Malfoy) dan adik dari Pelahap Maut Bellatrix Lestrange. Hubungan kekerabatan ini menjadikan Nymphadora Tonks sebenarnya adalah sepupu Draco Malfoydan keponakan dari Bellatrix Lestrange dan Narcissa Malfoy.
Dalam Pangeran Berdarah-Campuran, terungkap bahwa Tonks mencintai Remus Lupin, tapi merasa frustasi dan tertekan karena penolakan Lupin karena alasan bahwa Lupin "terlalu tua, terlalu miskin, ... terlalu berbahaya". Hal ini menjelaskan perubahan kepribadian dan rupa Tonks. Namun demikian, Lupin berhenti menolak setelah peristiwa kematian Dumbledore dan peristiwa digigitnya Bill Weasley oleh manusia serigala Fenrir Greyback. Hal ini menyebabkan kepribadian dan rupa Tonks kembali ke "normal"[HP6] Dalam buku seri terakhir Harry Potter dan Relikui Kematian ( Harry Potter and The Deathly Hallows ), Nymphadora Tonks mempunyai seorang anak laki-laki dari pernikahannya dengan Remus Lupin dan putranya diberi nama Teddy Lupin. Teddy Lupin juga adalah anak baptis Harry Potter. Nymphadora Tonks dan Remus Lupin tewas dalam pertempuran di Hogwarts[HP7] dalam usaha melawan Lord Voldemort dan para Pelahap Mautnya. Pada perang tersebut. Nymphadora dibunuh oleh Bellatrix Lestrange, sementara suaminya dibunuh oleh Antonin Dolohov.
Ginny Weasley
Dia adalah anak paling bungsu dari tujuh bersaudara di keluarga Arthur Weasley dan Molly Weasley, dan juga satu-satunya anak perempuan mereka.
Ginny Weasley memiliki perawakan kecil, dengan rambut merah menyala (turun-temurun dalam keluarga Weasley) dan juga berbola mata kecokelatan. Dia juga dikategorikan sebagai penyihir yang berbakat pada usianya, terutama dalam keahlian khususnya yaitu Kutukan-Kepak Kelelawar.
Ia sudah muncul sejak episode pertama, dimana ia bersama ibunya turut mengantar kakak-kakaknya ke Hogwarts, termasuk Ron, yang akan memulai tahun pertamanya di Hogwarts (bersama dengan Harry). Kemudian di episode kedua, ia mulai bersekolah di Hogwarts dan masuk asrama Gryffindor (seperti keluarga Weasley yang lain). Ia digambarkan sudah sangat menyukai Harry Potter namun dia malu untuk mengungkapkan perasaannya. Ia memegang peran kunci dalam kasus di episode ini, yaitu serangan siswa-siswi kelahiran muggle. Terungkap bahwa ialah yang membuka kamar rahasia. Ia dirasuki jiwa Tom Riddle (Voldemort muda) dari buku harian yang diselipkan di buku pelajarannya oleh Lucius Malfoy, yang berencana untuk memecat ayahnya dari Kementerian Sihir dengan plot tersebut. Ia lalu dibawa ke kamar rahasia. Namun Harry berhasil menyelamatkannya dam mengalahkan Riddle. Ia tidak banyak berperan di episode ketiga.Di episode keempat (Piala Api), ia lebih berperan sebagai karakter sampingan. Bersama keluarga Weasley lainnya, ia menyaksikan Piala Dunia Quidditch. Di pesta dansa Natal, ia pergi dengan Neville Longbottom. Kemudian, di buku kelima, ia bergabung dengan Laskar Dumbledore dan ia juga membantu Harry menenangkan emosinya, karena pada episode ini Harry sedang menghadapi tekanan emosi berat pasca kejadian di episode sebelumnya, dan beban misinya, melawan Voldemort. Lalu, ketika Harry mendapat larangan bermain Quidditch "seumur hidup" oleh Dolores Umbridge. Ginny menggantikannya sebagai Seeker Gryffindor. Ini membuktikan dia juga adalah pemain Quidditch yang hebat, terbukti dia dapat menggantikan Harry menjadi seeker dengan baik dan membawa Gryffindor merebut Piala Quidditch. Di akhir buku ia turut bertempur di Departemen Misteri bersama beberapa anggota LD.
Prestasi ini juga diulanginya di buku keenam ketika Harry menjalani detensi dari Profesor Snape (meskipun di buku keenam Ginny sebenarnya berposisi sebagai Chaser).Pada episode ini pula, ia masuk Klub Slug, klub siswa-siswi berbakat yang diharapkan terkenal oleh guru ramuan baru Horace Slughorn setelah ia mengutuk Zacharias Smith dengan senjata andalannya, Kutukan Kepak-kelelawar karena Zacharias terus menanyakan apa yang terjadi di Departemen Misteri di episode sebelumnya. Ketika Ginny mulai pacaran dengan Dean Thomas yang merupakan teman seangkatan Harry di Hogwarts saat ia kelas lima (dan juga merupakan anggota Laskar Dumbledore), Harry mulai cemburu dan sadar bahwa sebenarnya dia menyukai Ginny. Di bawah pengaruh ramuan keberuntungan (Felix Felicis) dan perlindungan Jubah Gaib, ia tak sengaja menyebabkan Ginny dan Dean putus; ia menubruk Ginny pada saat ia dan Dean sedang melewati lubang lukisan Nyonya Gemuk (pintu masuk asrama Gryffindor). Ginny merasa Dean terlalu protektif dengan dia dan akhirnya mereka berpisah. Harry akhirnya menyatakan cintanya dan menjadi pacar Ginny walaupun hubungan mereka terpaksa berakhir karena Harry takut jika Ginny akan menjadi korban Lord Voldemort jika Voldemort tahu bahwa Ginny mempunyai hubungan dengannya. Ia juga merupakan salah satu murid yang bertempur ketika Pelahap Maut menyerbu Hogwarts di akhir buku keenam.
Pada Harry Potter dan Relikui Kematian, sementara Harry dan kedua sahabatnya sedang berburu Horcrux. Ginny, Neville, dan Luna mengaktifkan kembali Laskar Dumbledore untuk melawan rezim kepala sekolah Severus Snape. Di akhir cerita ia beserta seluruh keluarganya bertempur di Pertempuran Hogwarts. Ia berhasil bertahan hidup dari pertempuran. Pada babak terakhir, ia, Hermione, dan Luna tengah bertempur melawan Pelahap Maut Bellatrix Lestrange. Bellatrix meluncurkan kutukan pembunuh (Avada Kedavra), yang hampir mengenai Ginny. Ini menyebabkan ibunya, Molly Weasley marah dan memutuskan memerangi Bellatrix sendiri, dan Bellatrix tewas terkena kutukan Molly.
Di akhir cerita Harry Potter Ginny menikah dengan Harry Potter dan memiliki tiga anak bernama James Sirius Potter, Albus Severus Potter , dan Lily Luna Potter. Menurut JK Rowling, ia bermain Quidditch untuk klub Holeyhead Harpies selama beberapa tahun sebelum pensiun untuk membangun keluarga bersama Harry. Kemudian ia bekerja di Daily Prophet sebagai koresponden Quidditch senior (di dunia kita serupa dengan wartawan olahraga).
Molly Weasley
Seorang ibu rumah tangga, istri dari Arthur Weasley dan ibu dari Bill, Charlie, Percy, Fred, George, Ron dan Ginny. Molly yang juga anggota Orde Phoenix, adalah kemenakan Ignatius Prewett (yang menikah dengan Lucretia Black). Pada masanya di Hogwarts, ia masuk asrama Gryffindor.
Molly menganggap Harry dan Hermione sebagai bagian dari keluarga Weasley. Harry terutama, diperlakukan dengan over-protektif karena dirinya yatim piatu dan tinggal dengan keluarga yang tidak memperlakukannya dengan baik. Ketika Molly membaca tulisan Rita Skeeter tentang cinta segitiga Harry, Hermione dan Krum, ia memperlakukan Hermione dengan dingin dan tidak ramah (mengiriminya telur paskah yang lebih kecil dibanding Harry maupun Ron) sampai Harry menjelaskan bahwa cerita tersebut hanyalah bohong belaka. Setelah itu Molly kembali memperlakukan Hermione seperti semula. Dalam Harry Potter and the Order of the Phoenix, Molly membela Harry dan menyatakan bahwa ia sudah seperti anaknya sendiri. Molly berusaha menjaga agar rumahnya teratur, sebuah tugas yang sulit dengan adanya Fred dan George. Molly sendiri sebenarnya tidak begitu taat pada peraturan, setidaknya ketika di Hogwarts, ia dan Arthur sering melanggar jam malam (lihat Buku Keempat). Molly juga mengajar ketujuh anak-anaknya di rumah sebelum mereka masuk Hogwarts, tampaknya ini adalah sebuah alternatif selain menyekolahkan anak-anak penyihir di sekolah Muggle.
Nama "Molly" kemungkinan berasal dari kata "mollycoddle" dalam bahasa Inggris yang berarti overprotektif terhadap seseorang. Arthur Weasley memanggilnya dengan nama "Mollywobbles" (bila mereka sedang berdua saja). Ketakutan terbesarnya adalah kematian anggota keluarga atau orang-orang yang dicintainya. Hal ini sangat wajar, karena saudaranya, Gideon dan Fabian Prewett, mati terbunuh. Itu sebabnya Molly benar-benar mengkhawatirkan keselamatan keluarganya. Setelah terjadi teror di Piala Dunia Quidditch, Molly benar-benar takut bahwa kata terakhir yang diucapkan pada Fred dan George adalah bahwa nilai OWL mereka tidak cukup tinggi. Dan dialah satu-satunya anggota keluarga Weasley yang menangisi kepergian Percy dari rumah.
Molly tidak setuju pada Sirius Black dan Mundungus Fletcher. Sirius karena Molly menganggap Sirius bertintak terburu-buru dan tidak bertanggung jawab, sedangkan Mundungus karena dia seharusnya yang menjaga Harry ketika Harry diserang Dementor (dan nyaris membuatnya dikeluarkan dari sekolah) dan karena Mundungus membawa kuali curian ke Markas Orde Phoenix. Sirius juga tidak setuju pada Molly, yang dianggapnya berlebihan dalam melindungi Harry dan memperlakukannya seperti anak kecil yang tidak bisa apa-apa. Namun baik Sirius dan Molly tampaknya berusaha meredam ketidaksetujuan mereka masing-masing, dan Molly tetap membantu Sirius untuk bersih-bersih dan memasak di Grimmauld Place.
Pada Harry Potter dan Pangeran Berdarah Campuran, Molly bertemu calon menantunya, Fleur Delacour, yang bertunangan dengan Bill. Ia semerta-merta tidak menyukai Fleur, seperti halnya Ginny dan Hermione, biarpun Molly enggan mengakuinya. Ia tidak habis pikir bagaimana Bill dan Fleur bisa saling mencintai, sementara karakter mereka begitu berbeda (dan juga kebangsaan). Molly menganggap pernikahan mereka terlalu terburu-buru, karena keadaan yang serba-tidak-pasti akibat teror Voldermort dan Pelahap Mautnya. Biarpun sebenarnya dia dan Arthur juga menikah di usia muda dan dalam waktu yang berbahaya pula. Ginny bahkan menyangka Molly mencoba menjodohkan Bill dengan Tonks dengan cara sering mengundang Tonks untuk makan malam, padahal sebenarnya Molly memberi nasihat pada Tonks mengenai masalah hubungan Tonks dengan Lupin. Molly akhirnya dapat menerima Fleur setelah Bill digigit oleh Fenrir Greyback dalam Serangan di Hogwarts. Molly mengira setelah Bill digigit (dan ada kemungkinan menjadi atau memiliki sifat manusia serigala) Fleur tidak akan mau menikahinya. Tapi Fleur mengejutkan Molly (dan semua orang) bahwa ia akan tetap mencintai Bill, dan demikian pula sebaliknya, dan bahwa luka-luka yang membekas pada Bill justru membuatnya bangga karena menandakan Bill adalah orang yang pemberani. Molly sangat menghargai pendapat Fleur ini dan akhirnya merestui hubungan mereka.
Molly adalah orang yang berhasil mengalahkan dan membunuh Bellatrix Lestrange pada pertempuran Hogwarts dikarenakan Bellatrix mencoba membunuh anak perempuan satu-satunya yaitu Ginny Weasley pada buku ke tujuh Harry Potter. Ia menantang Bellatrix dengan sebuah umpatan "Not my daughter, you bitch!" (diterjemahkan sebagai "Jangan putriku, jalang!"). Kutukan Molly menghantam Bellatrix tepat di dadanya, membunuhnya seketika. Namun, dalam film, digambarkan Bellatrix meledak menjadi debu setelah terkena kutukan Molly.
Bellatrix Lestrange
Diceritakan Bellatrix disebutkan pertama kali di penampilan pertamanya di Harry Potter and The Goblet of Fire ( Harry Potter dan Piala Api ) saat pembicaraan Kau Tahu Siapa dengan para pelahap mautnya. Bella saat itu menjadi tawanan dari Penjara bagi para penjahat sihir, Azkaban.
Bella adalah putri sulung dari pasangan penyihir murni dari keluarga Black, Cygnus Black dan istrinya Druella Black ( Terlahir Rosier ). Bellatrix Lahir tahun 1951-an dan meninggal pada tahun 1998.
Setelah Molly Weasley ( Terlahir Prewett ), ibu dari Ronald Weasley, sahabat karibnya Harry Potter serta Hermione Granger dalam pertempuran kedua melawan Kau Tahu Siapa ( Lord Voldemort ) di Sekolah Sihir Hogwarts akibat putri bungsu Molly Weasley, Ginny Weasley yang ingin dibunuh dengan salah satu dari tiga Kutukan Tak Termaafkan ( Unforgivable Curses ) oleh Bellatrix Lestrange.
Kutukan Tak Termaafkan ada tiga macam, yaitu:
Bellatrix Lestrange merupakan istri dari Rodolphus Lestrange yang juga Pelahap Maut. Bellatrix juga memiliki saudara ipar dari suaminya bernama Rabastan Lestrange yang juga Pelahap Maut. Namun Rodolphus dan Bellatrix tidak memiliki keturunan. Bella juga melukai pasangan Auror Frank dan Alice Longbottom dengan kutukan Cruciatus, salah satu dari Kutukan Tak Termaafkan (Unforgivable Curses).
Frank dan Alice Longbottom merupakan orang tua dari Neville Longbottom , sahabat dekat Harry Potter selain Ronald Weasley dan Hermione Granger. Bella melukai Frank dan Alice Longbottom bersama dengan suaminya Rodolphus Lestrange , saudara iparnya Rabastan Lestrange dan Barty Crouch Jr sehingga akhirnya dipenjarakan di Penjara Azkaban pada Pertempuran Pertama Dunia Sihir.
Keluarga :
Bellatrix Lestrange juga mempunyai dua saudara perempuan , yaitu :
Andromeda Tonks ( Terlahir Black ) yang menikah dengan Ted Tonks, penyihir kelahiran Muggle {bukan penyihir} dan memberinya keponakan perempuan, Nymphadora Tonks dan dihapus dari keluarganya yaitu Keluarga Black oleh Walburga Black, bibinya.
Narcissa Malfoy ( Terlahir Black ) adik bungsunya yang menikah dengan salah satu pelahap maut juga penyihir berdarah murni, Lucius Malfoy dan memberinya keponakan laki-laki, Draco Malfoy.
Bellatrix Lestrange juga dikenal sebagai salah satu tokoh antagonis dalam serial fiksi Harry Potter. Ia adalah seorang Pelahap Maut yang menganggap dirinya pelahap maut yang setia karena bersedia masuk ke Penjara Azkaban daripada mengkhianati Kau Tahu Siapa.
Bellatrix adalah sepupu jauh dari Sirius Black yang merupakan anggota Keluarga Black, dimana Keluarga Black memiliki rumah di Jalan Grimmauld Place No. 12 yang diwarisi oleh Sirius Black, dan dijadikan sebagai markas dari Orde Phoenix. Serupa dengan Andromeda Tonks, adik sepupunya Sirius Black juga dihapus dari keluarga Black oleh ibunya sendiri, Walburga Black. Walburga Black adalah istri dari Orion Black dan ibu dari Regulus Black. ( Menurut gambaran silsilah Keluarga Black oleh pengarangnya J.K Rowling).
Bellatrix tewas karena kalah dalam pertempuran Hogwarts dan ia dikalahkan oleh Molly Weasley karena kesal atas semua perbuatan bellatrix yang telah melukai anaknya George, membunuh Fred dan nyaris membahayakan Ginny.
Narcissa Malfoy
Narcissa Malfoy (terlahir Black) merupakan putri bungsu dari pasangan penyihir berdarah murni dari Keluarga Black yakni Cygnus Black dan istrinya Druella Black (Terlahir Rosier).
Cissy memiliki ciri-cirinya adalah mata berwarna biru dan berambut pirang (ciri keluarga Black).
Narcissa Malfoy Lahir tahun 1955 (menurut J.K Rowling). Narcissa adalah ibu dari Draco Malfoy dan istri dari pelahap maut Lucius Malfoy. Narcissa memiliki dua orang kakak perempuan yaitu Bellatrix Lestrange (Terlahir Black) dan Andromeda Tonks (Terlahir Black).
Narcissa adalah bibi dari pihak ibu dari Nymphadora Tonks Black. Setelah pertempuran di Hogwarts ia memiliki satu orang cucu laki-laki dari putra tunggalnya Draco dan bernama Scorpius Malfoy dengan penyihir berdarah murni Astoria Greengrass.
Astoria Greengrass adalah adik perempuan sahabat dan seangkatan Draco Malfoy di Hogwarts yang juga murid asrama Slytherin, yang bernama Daphne Greengrass.
Narcissa mempunyai ayah mertua bernama Abraxas Malfoy. Narcissa memiliki kakak ipar laki-laki dari kakak sulungnya Bellatrix yang bernama Rodolphus Lestrange dan saudara laki-laki Rodolphus Lestrange yaitu Rabastan Lestrange yang juga pelahap maut. Kakak ipar dari kakak kedua Narcissa berketurunan bukan penyihir (atau Mudblood / Muggle) bernaman Ted Tonks. Setelah kakaknya Andromeda Tonks menikah dengan Ted Tonks namanya dihapus dari keluarga Black oleh bibinya Walburga Black,ibu dari Sirius Black.
Narcissa tinggal di Malfoy Manor (Rumah Besar Keluarga Malfoy) bersama Suaminya Lucius Malfoy dan putra tunggalnya Draco Malfoy. Hampir semua keturunan keluarga Malfoy masuk di asrama Slytherin di Sekolah Sihir Hogwarts. Narcissa sendiri adalah salah satu siswi asrama Slytherin. Meskipun ia sepaham dengan suaminya mengenai kemurnian darah, tetapi ia lebih mencemaskan kekayaan keluarga dibandingkan membantu Voldemort dalam memperluas kekuasaan, sehingga ia tidak masuk jajaran Pelahap Maut.
Pada buku keenam Harry Potter dan Pangeran Berdarah Campuran, Narcissa mengunjungi Severus Snape bersama kakak sulungnya Bellatrix Lestrenge. Narcissa juga mengajukan dan membuat sumpah dengan Severus Snape di rumahnya di Spinner End. Sumpah ini di kenal dengan nama Unbreakable Vow atau Sumpah tak terlanggar di awal buku keenam Harry Potter untuk menyelamatkan putra yang disayanginya dari Pangeran Kegelapan yang memberi misi pada Draco untuk membantunya memasuki Sekolah Sihir Hogwarts. Ini menunjukkan bahwa ia sangat protektif terhadap anak tunggalnya itu.
Lily Potter
Lily Evans adalah penyihir kelahiran muggle (sebutan untuk manusia biasa tanpa bakat sihir). Walaupun demikian, Lily merupakan salah satu penyihir yang pintar dan juga menjadi murid kesayangan salah satu guru Hogwarts pada masanya, Horace Slughorn. Lily Evans merupakan adik dari Petunia Dursley (yang bernama Petunia Evans sebelum menikah dengan Vernon Dursley).
Setelah lulus dari Hogwarts, Lily menikah dengan James Potter dan melahirkan Harry James Potter. Namun Lily dan James meninggal pada tahun 1981, saat usia Harry baru berumur 1 tahun, akibat dibunuh oleh Lord Voldemort (karena petunjuk ramalan yang disebutkan di buku Harry Potter and The Order of Phoenix). Hampir setiap orang yang bertemu Harry akan melihat diri Lily di dalam dirinya karena Lily mewariskan warna matanya yang hijau ke Harry.Lily Potter adalah seorang penyihir kelahiran Muggle, putri muda Mr dan Mrs Evans dan adik Petunia. Dia belajar bahwa dia adalah seorang penyihir sebagai seorang anak, setelah Severus Snape, seorang bocah penyihir yang tinggal di dekatnya, diakui sebagai penyihir dan menceritakan keberadaan sihir. Kedua menjadi teman dekat, tapi persahabatan mereka menjadi tegang selama bertahun-tahun karena minat tak tertahankan Snape dalam Ilmu Hitam dan hasratnya untuk bergabung dengan Pelahap Maut. Lily mengakhiri persahabatan di tahun kelima mereka, setelah Snape menyebutnya Darah-lumpur. Dia menghadiri Sekolah Sihir Hogwarts dan Sihir 1971-1978 dan disortir ke asrama Gryffindor. Seorang mahasiswa berbakat, Lily adalah anggota Klub Slug dan dibuat Kepala Girl dalam tahun ketujuh. Setelah Hogwarts, Lily menikah dengan James Potter dan mereka memiliki seorang putra, Harry. Pasangan dan sahabat mereka (Sirius Black, Remus Lupin dan Peter Pettigrew) semua bergabung dengan Orde Phoenix selama Perang sihir Pertama, ia dan suaminya menentang Lord Voldemort sendiri tiga kali. Namun, Lily dan James dipaksa untuk pergi bersembunyi setelah nubuat dibuat tentang Lord Voldemort dan anak bayi mereka. James dan Lily telah dikhianati oleh Peter Pettigrew ke Lord Voldemort. Lily dibunuh oleh Voldemort pada tahun 1981, bersama dengan suaminya, sementara mereka berusaha untuk melindungi anak mereka. Lily sempat tampil lagi melalui Batu Kebangkitan, bersama dengan James, Sirius dan Remus pada tahun 1998. Setelah Perang sihir Kedua, Lily memiliki tiga cucu melalui putranya, Harry Potter, James Sirius Potter, Albus Severus Potter dan Lily Luna Potter, yang bernama setelah neneknya.
Hermione adalah seorang murid yang terpilih di asrama Gryffindor di Sekolah Sihir Hogwarts dan merupakan sahabat terbaik Harry Potter dan Ron Weasley. Ia lahir pada tanggal 19 September 1979 yang membuat Hermione menjadi siswa tertua di antara teman sekelasnya. Hal ini terjadi karena Hogwarts hanya menerima siswa yang sudah berusia sebelas tahun pada saat masuk pada tahun ajaran pertama sekolah tersebut pada 1 September, dan Hermione terlalu muda untuk bergabung dengan kelas terdahulu.
Hermione menunjukkan kemampuan akademis yang lebih bila dibandingkan dengan sahabat dan teman sekelasnya walaupun ia kurang memiliki kematangan emosional. Ia selalu bereaksi negatif pada Ron yang selalu menggodanya, tidak tahan bila dipermalukan atau ketika teman-temannya berbuat hal yang konyol, dan biasanya melemparkan tubuhnya ke tempat tidur bila merasa kecewa.
Hermione mempunyai mata berwarna coklat, rambut ikal coklat, dan mempunyai gigi depan yang besar ketika pertama kali muncul. Banyak orang di sekolah yang menertawakan wajahnya, termasuk Professor Severus Snape dan pada tahun keempatnya dia diejek Rita Skeeter yang mengatakan bahwa dia adalah "wanita yang polos namun ambisius". Bagaimanapun juga, dalam film Harry Potter and the Goblet of Fire, dia menarik perhatian salah satu bintang Qudditch, Viktor Krum, dan akhirnya Hermione pun berdansa dengannya di pesta dansa. Hermione adalah salah satu murid terpintar di antara murid-murid lainnya, tetapi dia sedikit lebih sombong (terutama jika dibandingkan dengan Harry yang tergolong rendah hati), suka berlagak tahu semuanya, dan sangat tidak suka apabila diejek. Harry Potter dan Ron Weasley sangat tergantung padanya dalam hal-hal akademis. Dengan kepintarannya, Hermione terbukti bisa mengeluarkan trionya (Trio Emas) dari berbagai macam masalah yang ada, meskipun dia pun sering membuat masalah.
Hermione adalah siswi yang setia, berani dan mempunyai kesadaran politis yang kuat (yang mempengaruhi karirnya kelak), tetapi kadang-kadang mempunyai permasalahan yang sering mengganggunya, walaupun pada tahun pertamanya ia kalut dalam konsidi krisis (ketika diberitahu untuk menyalakan api saat terperangkap di Jerat Setan, dia malah menjawab “ Tapi tidak ada kayu!”), namun demikian dia telah berhasil melakukan sihir Menyalakan Api Gaib di awal-awal tahun pelajarannya, juga mau tidak mau dia ceritakan kepada Profesor Umbridge untuk menyelamatkan Harry di dalam Harry Potter and the Order of the Phoenix (dia mengakui bahwa ada suatu senjata di dalam hutan, dan membuat Dumbledore tewas), dan kegagalannya cukup menundukkan Pelahap Maut di dalam Departemen Misteri (dia kesunyian bukannya membingungkan dia, meninggalkan dia sadar, mengusulkan bahwa di dalam panas saat/momen, dia melupakan sekitar mantera tidak lisan [yang] melempar). Tentu saja, Akal Hermione adalah paling kuat dalam menganalisa sasaran dan memori, dan dia kadang-kadang mempunyai kesukaran ketika dipaksa untuk membuat menggigit penghakiman (suatu faktor yang adalah sering dibuang di (dalam) adaptasi film). Haruslah dicatat bagaimanapun, bahwa pada umumnya rencana nya Harry dan Ron ( kadang-kadang dengan enggan) mengikuti. Selagi dia dibuat kekeliruan, apapun juga dia menyarankan pada umumnya adalah tindakan yang terbaik.
Walaupun berbelas kasih, ia kadang-kadang sedikit canggung ketika berhubungan dengan orang banyak, meskipun berposisi sebagai " penghubung sosial" di dalam trio itu. Sebagai contoh yang bagus adalah usahanya yang ceroboh dalam menghibur Lavender Brown atas kelincinya yang mati. Penulis naskah Steve Kloves mengatakan Hermione itu sering menunjukkan " ketidakpahaman sepenuhnya mengenai bagaimana dia dapat memengaruhi orang lain". Menurut J. K. Rowling, Hermione sangat merasa tidak aman dan kadang-kadang merasa sangat tidak mampu. Untuk menutupinya, dia mencoba menjadi yang terbaik pada segalanya di sekolah, memperlihatkan suatu kepercayaan diri palsu yang dapat menyinggung orang lain. Hermione juga cenderung menyinggung orang lain dengan gamblangnya rasa keunggulan akhlak, yang sering ia paksakan kepada orang lain di masa lalunya. Meskipun demikian dia juga telah membuktikan keterampilannya dalam memahami perasaaan dan hubungan antar sesama, ini sering membuat perselisihan dengan Ron yang awalnya benar-benar tidak tahu mengenai persoalan seperti ini (Hermione menganggap kepekaan emosionalnya seukuran dengan sendok teh). Harry berkonsultasi dengan Hermione untuk meminta saran mengenai hubungannya dengan Cho Chang dan Ginny Weasley (meskipun dalam kasus Cho, hal inilah yang menyebabkan Harry putus dari Cho, karena Cho cemburu akan hubungannya dengan Hermione).
Fleur Delacour
Fleur berasal dari Perancis. Neneknya adalah veela, sehingga membuatnya seperempat veela. Ia mewarisi kecantikan veela yang memabukkan bagi para pria. Ia kurang lebih 3 tahun lebih tua dari Harry, jadi kemungkinan ia dilahirkan sekitar tahun 1977. Fleur memiliki seorang adik, Gabrielle Delacour yang kemungkinan 10 tahun lebih muda.
Tongkat Sihir Fleur 9,5 inci (25 cm), tidak bisa ditekuk, terbuat dari kayu mawar dan berisi sehelai rambut veela dari neneknya. Ia bisa berbahasa Inggris dengan lancar, namun dengan aksen Perancis yang kental.
Karena darah veela yang mengalir dalam tubuhnya, banyak anak laki-laki yang terpesona ketika melihat Fleur, bahkan melakukan hal-hal yang memalukan. Biarpun hal ini kadang-kadang menguntungkan, namun bisa juga membahayakan dirinya. Karena Voldermort dan para Pelahap Maut memiliki kecurigaan yang berlebihan kepada mereka yang bukan keturunan penyihir-murni. Fleur dapat dikategorikan berdarah campuran karena neneknya yang veela.
Di Hogwarts Fleur seringkali mengeluhkan tentang keadaan Hogwarts, tentang makanannya, dan menyuarakan keberatannya terhadap Harry sebagai juara keempat, yang dianggapnya terlalu muda. Ia adalah satu-satunya dari keempat juara yang berkomentar tentang hal ini.
Fleur memiliki seorang adik bernama Gabrielle Delacour yang berumur 8 tahun di Goblet of Fire. Gabrielle adalah sandera yang harus dibebaskan Fleur untuk Tugas Keduanya di Turnamen Triwizard, namun dia gagal. Harry memilih untuk menyelamatkan Gabrielle (biarpun sebenarnya tidak perlu) dan Fleur yang sangat terguncang berubah menjadi lebih ramah kepada Harry dan tidak lagi berkomentar soal Hogwarts.
Fleur tersingkir dari Turnamen Triwizard akibat campur tangan Voldermort, ia dipingsankan oleh Viktor Krum (yang di bawah pengaruh kutukan Imperius Barty Crouch Jr.). Di akhir cerita ia mengatakan pada Harry bahwa setelah lulus dia kemungkinan akan kembali ke Inggris untuk bekerja dan memperlancar bahasa Inggrisnya.
Dalam Harry Potter and the Order of the Phoenix disebutkan bahwa Fleur bekerja di Bank Gringotts, dan Bill membantu melancarkan bahasa Inggrisnya, mengindikasikan adanya hubungan istimewa antara keduanya (menurut Fred, Bill banyak memberi Fleur pelajaran privat).
Dalam Harry Potter and the Half-Blood Prince, terungkap bahwa Fleur dan Bill telah bertunangan dan akan segera menikah. Bill membawa Fleur ke The Burrow selama beberapa hari untuk mengenal keluarganya. Molly Weasley tidak menyukai Fleur dan tidak bisa mengerti bagaimana Bill bisa jatuh cinta padanya, karena menurut Molly, mereka berdua tidak memiliki kesamaan sedikitpun. Sementara Fleur juga tidak berusaha mengubah anggapan calon ibu mertuanya. Harry dan kawan-kawan mengira Molly lebih suka bila Bill jatuh cinta pada Nymphadora Tonks (sampai kemudian terungkap bahwa sebenarnya Tonks mencintai Lupin).
Ron, tidak membencinya. Dan bisa dimengerti, karena dalam The Goblet of Fire, Ron adalah salah satu anak laki-laki yang kehilangan akal (dalam cerita ia dikatakan sempat tidak bisa bicara) akibat pengaruh veela dari Fleur (kebalikan dari Harry yang tidak begitu terpengaruh, biarpun saat Fleur mencium pipinya, Harry senang juga), salah satu dari anak laki-laki yang banyak terpengaruh oleh pesona Fleur.
Fleur akhirnya mendapat restu Molly setelah Bill terluka akibat pertempuran di Hogwarts. Molly semula mengira pernikahan Bill akan batal, Fleur segera membantah. Mengatakan bahwa perlu lebih dari manusia serigala untuk menghentikan Bill mencintainya, demikian pula sebaliknya. Ia berkata bahwa ia cukup cantik untuk mereka berdua. Dan semua luka itu menunjukkan bahwa Bill pemberani. Kemudian Molly mengatakan tentang tiara milik bibi buyut Muriel yang kemungkinan bisa dipinjamnya untuk pernikahan, dan selanjutnya Fleur dan Molly sama-sama menangis dan berpelukan. Tampaknya hubungan Fleur dan keluarga Weasley membaik setelah insiden ini.
Fleur dan Bill menikah di awal Buku Ketujuh. Fleur menginginkan Ginny dan Gabrielle untuk menjadi pendampingnya. Pada tahun 1998 Fleur Delacour beserta suaminya ikut bertempur dalam pertempuran Hogwarts sebagai anggota Orde Phoenix dan ia berhasil bertahan hidup. Pada akhir buku ke 7, Bill dan Fleur Delacour Weasley mendapatkan seorang putri yang bernama Victoire Weasley. Kemudian, mereka mendapat 2 anak lagi, Dominique dan Louis. Salah satu anak Harry dan Ginny Weasley Potter (James Sirius) melihat Victoire berciuman dengan Teddy Remus Lupin, anak laki-laki Remus Lupin dan Nymphadora Tonks yang terbunuh dalam pertempuran di Hogwarts.
Luna Lovegood
Luna "Loony" Lovegood (Lahir ±1981) adalah salah satu tokoh fiksi dalam seri Harry Potter. Ia digambarkan sebagai seorang anak perempuan yang aneh dan kerap menggunakan aksesoris yang tidak lazim seperti kalung yang dibuat dari tutup botol butterbeer, dan menyelipkan tongkat sihirnya di belakang telinga untuk lebih aman.
Ayah Luna, Xenophilius Lovegood adalah editor dari The Quibbler, majalah unik yang berisikan (menurut Luna) "cerita-cerita penting yang perlu diketahui oleh publik". Tampaknya Luna mewarisi keunikan ('keanehan') dari ayahnya. Artikel-artikel di The Quibbler seringkali menggelikan dan bodoh. Harry Potter pada mulanya berpikir bahwa majalah ini adalah majalah lelucon, sampai ia menyadari bahwa Luna mempercayai isi majalah itu. Luna membela keyakinannya, ayahnya, dan majalah itu dari tokoh-tokoh lainnya, di antaranya dari Hermione Granger.
Luna Lovegood ( Diperankan oleh Evanna Lynch) merupakan teman dari Ginny Weasley (Adik Ron Weasley) yang berasal dari asrama Ravenclaw. Dia merupakan tokoh pendatang baru yang baik hati dan membantu Harry dan kawan-kawan untuk melawan Voldemort. Ia juga menjadi tokoh yang selalu menghibur Harry terutama saat ia kehilangan Sirius Black[HP5].
Tokoh yang pertama kali muncul pada Harry Potter and the Orde of Phoenix ini juga merupakan salah satu dari beberapa murid Hogwarts yang sepenuhnya percaya kepada Harry bahwa Voldemort telah kembali. Ia juga termasuk dalam anggota dari Dumbledore's Army (Laskar Dumbledore) dan ia bergabung dalam perang melawan pelahap maut di Kementerian Sihir. Di buku ketujuh (Relikui Kematian), ia menjadi pimpinan sementara Laskar Dumbledore, yang menentang rezim Severus Snape. Namun, pada masa libur Natal ia diculik Pelahap Maut, tetapi diselamatkan oleh Harry, Hermione, dan Ron. Kemudian ia turut berperang untuk mempertahankan Hogwarts pada akhir buku ketujuh, dan selamat.
Pada akhirnya, Luna menikah dengan Rolf Scamander, seorang ahli alam (naturalis), cucu dari Newt Scamander. Kemudian mempunyai anak kembar yaitu Lorcan dan Lysander Scamander. Seperti suaminya ia juga menjadi naturalis. Namun, menurut JK Rowling, setelah melakukan beberapa ekpedisi alam ke seluruh dunia, ia harus meyakini bahwa beberapa keyakinan ayahnya (seperti keberadaan Snorkack Tanduk-Kisut) adalah salah. luna adalah seorang pemikir post=modern.
Nymphadora Tonks
Tonks (yang tidak suka bila dipanggil dengan nama depannya) adalah wanita yang sangat bersemangat di usianya yang baru 20-an. Dia adalah salah satu Auror dan bergabung dalam Orde Phoenix. Sebagai seorang Metamorphmagus, dia bisa mengubah-ubah penampilannya, baik sebagai sarana penyamaran maupun untuk bersenang-senang saja. Meski Tonks adalah Auror yang handal, dia tidak terlalu bagus untuk mengerjakan pekerjaan rumah tangga dan cenderung canggung.Tonks bukan anggota asli dari Orde Phoenix karena di saat pertama kali Orde terbentuk, ia masih sangat muda. Dia bersekolah di Hogwarts pada tahun 1984 dan masuk asrama Hufflepuff, dan nilai-nilainya pastilah sangat bagus karena ia memenuhi kualifikasi untuk menjadi Auror di kemudian hari – meskipun secara pribadi ia termasuk orang yang tidak memiliki kemampuan untuk bersikap baik (menurut kepala asramanya). Ia seangkatan dengan Charlie Weasley. Tonks melewati 3 tahun pelatihan Auror dari Kementerian Sihir, dimana dia mendapat nilai tertinggi untuk Penyaruan dan Penyamaran, tapi kesulitan dengan Penyelidikan Diam-Diam dan Pelacakan.
Tonks berhubungan baik dengan Harry Potter, Hermione Granger dan Ginny Weasley. Mungkin disebabkan karena usianya yang tidak terpaut terlalu jauh dengan mereka. Sikapnya yang ramah dan kemampuannya menghibur (terutama dengan kemampuannya mengubah-ubah warna rambut dan bentuk hidungnya) membuat Tonks disukai. Dalam Half Blood Prince Tonks mengakui bahwa dia mencintai Remus Lupin.
Orang tuanya adalah Andromeda Tonks ( Terlahir Black ) dan Ted Tonks. Ayahnya Ted Tonks adalah penyihir kelahiran Muggle, sementara itu ibunya Andromeda adalah penyihir berdarah murni yang adalah putri dari Keluarga Black, yang sangat menjunjung tinggi kemurnian darah mereka. Oleh sebab itu, ketika Andromeda menikah dengan Ted, ia dikucilkan oleh keluarganya,serta dianggap sebagai pengkhianat. Kreacher, peri rumah Keluarga Black, tidak mau menerima perintah dari Tonks.
Orang tua Tonks tidak muncul dalam novel sejauh ini, dan nyaris tidak diketahui pasti detail tentang mereka. Tonks hanya disinggunya sedikit, bahwa Andromeda Tonks memiliki ilmu untuk membuat barang-barang tertata rapihan, dan Ted Tonks orang yang ‘slebor’. Andromeda yang orang yang bertanggung jawab memberi nama kepada puteri tunggalnya , Nymphadora pada Tonks, nama yang sangat dibencinya.
Ibunya ,Andromeda Tonks adalah sepupu Sirius Black, dan Andromeda Tonks juga merupakan kakak kandung dari Narcissa Malfoy (Istri dari Lucius Malfoy) dan adik dari Pelahap Maut Bellatrix Lestrange. Hubungan kekerabatan ini menjadikan Nymphadora Tonks sebenarnya adalah sepupu Draco Malfoydan keponakan dari Bellatrix Lestrange dan Narcissa Malfoy.
Dalam Pangeran Berdarah-Campuran, terungkap bahwa Tonks mencintai Remus Lupin, tapi merasa frustasi dan tertekan karena penolakan Lupin karena alasan bahwa Lupin "terlalu tua, terlalu miskin, ... terlalu berbahaya". Hal ini menjelaskan perubahan kepribadian dan rupa Tonks. Namun demikian, Lupin berhenti menolak setelah peristiwa kematian Dumbledore dan peristiwa digigitnya Bill Weasley oleh manusia serigala Fenrir Greyback. Hal ini menyebabkan kepribadian dan rupa Tonks kembali ke "normal"[HP6] Dalam buku seri terakhir Harry Potter dan Relikui Kematian ( Harry Potter and The Deathly Hallows ), Nymphadora Tonks mempunyai seorang anak laki-laki dari pernikahannya dengan Remus Lupin dan putranya diberi nama Teddy Lupin. Teddy Lupin juga adalah anak baptis Harry Potter. Nymphadora Tonks dan Remus Lupin tewas dalam pertempuran di Hogwarts[HP7] dalam usaha melawan Lord Voldemort dan para Pelahap Mautnya. Pada perang tersebut. Nymphadora dibunuh oleh Bellatrix Lestrange, sementara suaminya dibunuh oleh Antonin Dolohov.
Ginny Weasley
Dia adalah anak paling bungsu dari tujuh bersaudara di keluarga Arthur Weasley dan Molly Weasley, dan juga satu-satunya anak perempuan mereka.
Ginny Weasley memiliki perawakan kecil, dengan rambut merah menyala (turun-temurun dalam keluarga Weasley) dan juga berbola mata kecokelatan. Dia juga dikategorikan sebagai penyihir yang berbakat pada usianya, terutama dalam keahlian khususnya yaitu Kutukan-Kepak Kelelawar.
Ia sudah muncul sejak episode pertama, dimana ia bersama ibunya turut mengantar kakak-kakaknya ke Hogwarts, termasuk Ron, yang akan memulai tahun pertamanya di Hogwarts (bersama dengan Harry). Kemudian di episode kedua, ia mulai bersekolah di Hogwarts dan masuk asrama Gryffindor (seperti keluarga Weasley yang lain). Ia digambarkan sudah sangat menyukai Harry Potter namun dia malu untuk mengungkapkan perasaannya. Ia memegang peran kunci dalam kasus di episode ini, yaitu serangan siswa-siswi kelahiran muggle. Terungkap bahwa ialah yang membuka kamar rahasia. Ia dirasuki jiwa Tom Riddle (Voldemort muda) dari buku harian yang diselipkan di buku pelajarannya oleh Lucius Malfoy, yang berencana untuk memecat ayahnya dari Kementerian Sihir dengan plot tersebut. Ia lalu dibawa ke kamar rahasia. Namun Harry berhasil menyelamatkannya dam mengalahkan Riddle. Ia tidak banyak berperan di episode ketiga.Di episode keempat (Piala Api), ia lebih berperan sebagai karakter sampingan. Bersama keluarga Weasley lainnya, ia menyaksikan Piala Dunia Quidditch. Di pesta dansa Natal, ia pergi dengan Neville Longbottom. Kemudian, di buku kelima, ia bergabung dengan Laskar Dumbledore dan ia juga membantu Harry menenangkan emosinya, karena pada episode ini Harry sedang menghadapi tekanan emosi berat pasca kejadian di episode sebelumnya, dan beban misinya, melawan Voldemort. Lalu, ketika Harry mendapat larangan bermain Quidditch "seumur hidup" oleh Dolores Umbridge. Ginny menggantikannya sebagai Seeker Gryffindor. Ini membuktikan dia juga adalah pemain Quidditch yang hebat, terbukti dia dapat menggantikan Harry menjadi seeker dengan baik dan membawa Gryffindor merebut Piala Quidditch. Di akhir buku ia turut bertempur di Departemen Misteri bersama beberapa anggota LD.
Prestasi ini juga diulanginya di buku keenam ketika Harry menjalani detensi dari Profesor Snape (meskipun di buku keenam Ginny sebenarnya berposisi sebagai Chaser).Pada episode ini pula, ia masuk Klub Slug, klub siswa-siswi berbakat yang diharapkan terkenal oleh guru ramuan baru Horace Slughorn setelah ia mengutuk Zacharias Smith dengan senjata andalannya, Kutukan Kepak-kelelawar karena Zacharias terus menanyakan apa yang terjadi di Departemen Misteri di episode sebelumnya. Ketika Ginny mulai pacaran dengan Dean Thomas yang merupakan teman seangkatan Harry di Hogwarts saat ia kelas lima (dan juga merupakan anggota Laskar Dumbledore), Harry mulai cemburu dan sadar bahwa sebenarnya dia menyukai Ginny. Di bawah pengaruh ramuan keberuntungan (Felix Felicis) dan perlindungan Jubah Gaib, ia tak sengaja menyebabkan Ginny dan Dean putus; ia menubruk Ginny pada saat ia dan Dean sedang melewati lubang lukisan Nyonya Gemuk (pintu masuk asrama Gryffindor). Ginny merasa Dean terlalu protektif dengan dia dan akhirnya mereka berpisah. Harry akhirnya menyatakan cintanya dan menjadi pacar Ginny walaupun hubungan mereka terpaksa berakhir karena Harry takut jika Ginny akan menjadi korban Lord Voldemort jika Voldemort tahu bahwa Ginny mempunyai hubungan dengannya. Ia juga merupakan salah satu murid yang bertempur ketika Pelahap Maut menyerbu Hogwarts di akhir buku keenam.
Pada Harry Potter dan Relikui Kematian, sementara Harry dan kedua sahabatnya sedang berburu Horcrux. Ginny, Neville, dan Luna mengaktifkan kembali Laskar Dumbledore untuk melawan rezim kepala sekolah Severus Snape. Di akhir cerita ia beserta seluruh keluarganya bertempur di Pertempuran Hogwarts. Ia berhasil bertahan hidup dari pertempuran. Pada babak terakhir, ia, Hermione, dan Luna tengah bertempur melawan Pelahap Maut Bellatrix Lestrange. Bellatrix meluncurkan kutukan pembunuh (Avada Kedavra), yang hampir mengenai Ginny. Ini menyebabkan ibunya, Molly Weasley marah dan memutuskan memerangi Bellatrix sendiri, dan Bellatrix tewas terkena kutukan Molly.
Di akhir cerita Harry Potter Ginny menikah dengan Harry Potter dan memiliki tiga anak bernama James Sirius Potter, Albus Severus Potter , dan Lily Luna Potter. Menurut JK Rowling, ia bermain Quidditch untuk klub Holeyhead Harpies selama beberapa tahun sebelum pensiun untuk membangun keluarga bersama Harry. Kemudian ia bekerja di Daily Prophet sebagai koresponden Quidditch senior (di dunia kita serupa dengan wartawan olahraga).
Molly Weasley
Seorang ibu rumah tangga, istri dari Arthur Weasley dan ibu dari Bill, Charlie, Percy, Fred, George, Ron dan Ginny. Molly yang juga anggota Orde Phoenix, adalah kemenakan Ignatius Prewett (yang menikah dengan Lucretia Black). Pada masanya di Hogwarts, ia masuk asrama Gryffindor.
Molly menganggap Harry dan Hermione sebagai bagian dari keluarga Weasley. Harry terutama, diperlakukan dengan over-protektif karena dirinya yatim piatu dan tinggal dengan keluarga yang tidak memperlakukannya dengan baik. Ketika Molly membaca tulisan Rita Skeeter tentang cinta segitiga Harry, Hermione dan Krum, ia memperlakukan Hermione dengan dingin dan tidak ramah (mengiriminya telur paskah yang lebih kecil dibanding Harry maupun Ron) sampai Harry menjelaskan bahwa cerita tersebut hanyalah bohong belaka. Setelah itu Molly kembali memperlakukan Hermione seperti semula. Dalam Harry Potter and the Order of the Phoenix, Molly membela Harry dan menyatakan bahwa ia sudah seperti anaknya sendiri. Molly berusaha menjaga agar rumahnya teratur, sebuah tugas yang sulit dengan adanya Fred dan George. Molly sendiri sebenarnya tidak begitu taat pada peraturan, setidaknya ketika di Hogwarts, ia dan Arthur sering melanggar jam malam (lihat Buku Keempat). Molly juga mengajar ketujuh anak-anaknya di rumah sebelum mereka masuk Hogwarts, tampaknya ini adalah sebuah alternatif selain menyekolahkan anak-anak penyihir di sekolah Muggle.
Nama "Molly" kemungkinan berasal dari kata "mollycoddle" dalam bahasa Inggris yang berarti overprotektif terhadap seseorang. Arthur Weasley memanggilnya dengan nama "Mollywobbles" (bila mereka sedang berdua saja). Ketakutan terbesarnya adalah kematian anggota keluarga atau orang-orang yang dicintainya. Hal ini sangat wajar, karena saudaranya, Gideon dan Fabian Prewett, mati terbunuh. Itu sebabnya Molly benar-benar mengkhawatirkan keselamatan keluarganya. Setelah terjadi teror di Piala Dunia Quidditch, Molly benar-benar takut bahwa kata terakhir yang diucapkan pada Fred dan George adalah bahwa nilai OWL mereka tidak cukup tinggi. Dan dialah satu-satunya anggota keluarga Weasley yang menangisi kepergian Percy dari rumah.
Molly tidak setuju pada Sirius Black dan Mundungus Fletcher. Sirius karena Molly menganggap Sirius bertintak terburu-buru dan tidak bertanggung jawab, sedangkan Mundungus karena dia seharusnya yang menjaga Harry ketika Harry diserang Dementor (dan nyaris membuatnya dikeluarkan dari sekolah) dan karena Mundungus membawa kuali curian ke Markas Orde Phoenix. Sirius juga tidak setuju pada Molly, yang dianggapnya berlebihan dalam melindungi Harry dan memperlakukannya seperti anak kecil yang tidak bisa apa-apa. Namun baik Sirius dan Molly tampaknya berusaha meredam ketidaksetujuan mereka masing-masing, dan Molly tetap membantu Sirius untuk bersih-bersih dan memasak di Grimmauld Place.
Pada Harry Potter dan Pangeran Berdarah Campuran, Molly bertemu calon menantunya, Fleur Delacour, yang bertunangan dengan Bill. Ia semerta-merta tidak menyukai Fleur, seperti halnya Ginny dan Hermione, biarpun Molly enggan mengakuinya. Ia tidak habis pikir bagaimana Bill dan Fleur bisa saling mencintai, sementara karakter mereka begitu berbeda (dan juga kebangsaan). Molly menganggap pernikahan mereka terlalu terburu-buru, karena keadaan yang serba-tidak-pasti akibat teror Voldermort dan Pelahap Mautnya. Biarpun sebenarnya dia dan Arthur juga menikah di usia muda dan dalam waktu yang berbahaya pula. Ginny bahkan menyangka Molly mencoba menjodohkan Bill dengan Tonks dengan cara sering mengundang Tonks untuk makan malam, padahal sebenarnya Molly memberi nasihat pada Tonks mengenai masalah hubungan Tonks dengan Lupin. Molly akhirnya dapat menerima Fleur setelah Bill digigit oleh Fenrir Greyback dalam Serangan di Hogwarts. Molly mengira setelah Bill digigit (dan ada kemungkinan menjadi atau memiliki sifat manusia serigala) Fleur tidak akan mau menikahinya. Tapi Fleur mengejutkan Molly (dan semua orang) bahwa ia akan tetap mencintai Bill, dan demikian pula sebaliknya, dan bahwa luka-luka yang membekas pada Bill justru membuatnya bangga karena menandakan Bill adalah orang yang pemberani. Molly sangat menghargai pendapat Fleur ini dan akhirnya merestui hubungan mereka.
Molly adalah orang yang berhasil mengalahkan dan membunuh Bellatrix Lestrange pada pertempuran Hogwarts dikarenakan Bellatrix mencoba membunuh anak perempuan satu-satunya yaitu Ginny Weasley pada buku ke tujuh Harry Potter. Ia menantang Bellatrix dengan sebuah umpatan "Not my daughter, you bitch!" (diterjemahkan sebagai "Jangan putriku, jalang!"). Kutukan Molly menghantam Bellatrix tepat di dadanya, membunuhnya seketika. Namun, dalam film, digambarkan Bellatrix meledak menjadi debu setelah terkena kutukan Molly.
Bellatrix Lestrange
Diceritakan Bellatrix disebutkan pertama kali di penampilan pertamanya di Harry Potter and The Goblet of Fire ( Harry Potter dan Piala Api ) saat pembicaraan Kau Tahu Siapa dengan para pelahap mautnya. Bella saat itu menjadi tawanan dari Penjara bagi para penjahat sihir, Azkaban.
Bella adalah putri sulung dari pasangan penyihir murni dari keluarga Black, Cygnus Black dan istrinya Druella Black ( Terlahir Rosier ). Bellatrix Lahir tahun 1951-an dan meninggal pada tahun 1998.
Setelah Molly Weasley ( Terlahir Prewett ), ibu dari Ronald Weasley, sahabat karibnya Harry Potter serta Hermione Granger dalam pertempuran kedua melawan Kau Tahu Siapa ( Lord Voldemort ) di Sekolah Sihir Hogwarts akibat putri bungsu Molly Weasley, Ginny Weasley yang ingin dibunuh dengan salah satu dari tiga Kutukan Tak Termaafkan ( Unforgivable Curses ) oleh Bellatrix Lestrange.
Kutukan Tak Termaafkan ada tiga macam, yaitu:
- Avada Kedavra
- Imperius
- Cruciatus
Bellatrix Lestrange merupakan istri dari Rodolphus Lestrange yang juga Pelahap Maut. Bellatrix juga memiliki saudara ipar dari suaminya bernama Rabastan Lestrange yang juga Pelahap Maut. Namun Rodolphus dan Bellatrix tidak memiliki keturunan. Bella juga melukai pasangan Auror Frank dan Alice Longbottom dengan kutukan Cruciatus, salah satu dari Kutukan Tak Termaafkan (Unforgivable Curses).
Frank dan Alice Longbottom merupakan orang tua dari Neville Longbottom , sahabat dekat Harry Potter selain Ronald Weasley dan Hermione Granger. Bella melukai Frank dan Alice Longbottom bersama dengan suaminya Rodolphus Lestrange , saudara iparnya Rabastan Lestrange dan Barty Crouch Jr sehingga akhirnya dipenjarakan di Penjara Azkaban pada Pertempuran Pertama Dunia Sihir.
Keluarga :
Bellatrix Lestrange juga mempunyai dua saudara perempuan , yaitu :
Andromeda Tonks ( Terlahir Black ) yang menikah dengan Ted Tonks, penyihir kelahiran Muggle {bukan penyihir} dan memberinya keponakan perempuan, Nymphadora Tonks dan dihapus dari keluarganya yaitu Keluarga Black oleh Walburga Black, bibinya.
Narcissa Malfoy ( Terlahir Black ) adik bungsunya yang menikah dengan salah satu pelahap maut juga penyihir berdarah murni, Lucius Malfoy dan memberinya keponakan laki-laki, Draco Malfoy.
Bellatrix Lestrange juga dikenal sebagai salah satu tokoh antagonis dalam serial fiksi Harry Potter. Ia adalah seorang Pelahap Maut yang menganggap dirinya pelahap maut yang setia karena bersedia masuk ke Penjara Azkaban daripada mengkhianati Kau Tahu Siapa.
Bellatrix adalah sepupu jauh dari Sirius Black yang merupakan anggota Keluarga Black, dimana Keluarga Black memiliki rumah di Jalan Grimmauld Place No. 12 yang diwarisi oleh Sirius Black, dan dijadikan sebagai markas dari Orde Phoenix. Serupa dengan Andromeda Tonks, adik sepupunya Sirius Black juga dihapus dari keluarga Black oleh ibunya sendiri, Walburga Black. Walburga Black adalah istri dari Orion Black dan ibu dari Regulus Black. ( Menurut gambaran silsilah Keluarga Black oleh pengarangnya J.K Rowling).
Bellatrix tewas karena kalah dalam pertempuran Hogwarts dan ia dikalahkan oleh Molly Weasley karena kesal atas semua perbuatan bellatrix yang telah melukai anaknya George, membunuh Fred dan nyaris membahayakan Ginny.
Narcissa Malfoy
Narcissa Malfoy (terlahir Black) merupakan putri bungsu dari pasangan penyihir berdarah murni dari Keluarga Black yakni Cygnus Black dan istrinya Druella Black (Terlahir Rosier).
Cissy memiliki ciri-cirinya adalah mata berwarna biru dan berambut pirang (ciri keluarga Black).
Narcissa Malfoy Lahir tahun 1955 (menurut J.K Rowling). Narcissa adalah ibu dari Draco Malfoy dan istri dari pelahap maut Lucius Malfoy. Narcissa memiliki dua orang kakak perempuan yaitu Bellatrix Lestrange (Terlahir Black) dan Andromeda Tonks (Terlahir Black).
Narcissa adalah bibi dari pihak ibu dari Nymphadora Tonks Black. Setelah pertempuran di Hogwarts ia memiliki satu orang cucu laki-laki dari putra tunggalnya Draco dan bernama Scorpius Malfoy dengan penyihir berdarah murni Astoria Greengrass.
Astoria Greengrass adalah adik perempuan sahabat dan seangkatan Draco Malfoy di Hogwarts yang juga murid asrama Slytherin, yang bernama Daphne Greengrass.
Narcissa mempunyai ayah mertua bernama Abraxas Malfoy. Narcissa memiliki kakak ipar laki-laki dari kakak sulungnya Bellatrix yang bernama Rodolphus Lestrange dan saudara laki-laki Rodolphus Lestrange yaitu Rabastan Lestrange yang juga pelahap maut. Kakak ipar dari kakak kedua Narcissa berketurunan bukan penyihir (atau Mudblood / Muggle) bernaman Ted Tonks. Setelah kakaknya Andromeda Tonks menikah dengan Ted Tonks namanya dihapus dari keluarga Black oleh bibinya Walburga Black,ibu dari Sirius Black.
Narcissa tinggal di Malfoy Manor (Rumah Besar Keluarga Malfoy) bersama Suaminya Lucius Malfoy dan putra tunggalnya Draco Malfoy. Hampir semua keturunan keluarga Malfoy masuk di asrama Slytherin di Sekolah Sihir Hogwarts. Narcissa sendiri adalah salah satu siswi asrama Slytherin. Meskipun ia sepaham dengan suaminya mengenai kemurnian darah, tetapi ia lebih mencemaskan kekayaan keluarga dibandingkan membantu Voldemort dalam memperluas kekuasaan, sehingga ia tidak masuk jajaran Pelahap Maut.
Pada buku keenam Harry Potter dan Pangeran Berdarah Campuran, Narcissa mengunjungi Severus Snape bersama kakak sulungnya Bellatrix Lestrenge. Narcissa juga mengajukan dan membuat sumpah dengan Severus Snape di rumahnya di Spinner End. Sumpah ini di kenal dengan nama Unbreakable Vow atau Sumpah tak terlanggar di awal buku keenam Harry Potter untuk menyelamatkan putra yang disayanginya dari Pangeran Kegelapan yang memberi misi pada Draco untuk membantunya memasuki Sekolah Sihir Hogwarts. Ini menunjukkan bahwa ia sangat protektif terhadap anak tunggalnya itu.
Lily Potter
Lily Evans adalah penyihir kelahiran muggle (sebutan untuk manusia biasa tanpa bakat sihir). Walaupun demikian, Lily merupakan salah satu penyihir yang pintar dan juga menjadi murid kesayangan salah satu guru Hogwarts pada masanya, Horace Slughorn. Lily Evans merupakan adik dari Petunia Dursley (yang bernama Petunia Evans sebelum menikah dengan Vernon Dursley).
Setelah lulus dari Hogwarts, Lily menikah dengan James Potter dan melahirkan Harry James Potter. Namun Lily dan James meninggal pada tahun 1981, saat usia Harry baru berumur 1 tahun, akibat dibunuh oleh Lord Voldemort (karena petunjuk ramalan yang disebutkan di buku Harry Potter and The Order of Phoenix). Hampir setiap orang yang bertemu Harry akan melihat diri Lily di dalam dirinya karena Lily mewariskan warna matanya yang hijau ke Harry.Lily Potter adalah seorang penyihir kelahiran Muggle, putri muda Mr dan Mrs Evans dan adik Petunia. Dia belajar bahwa dia adalah seorang penyihir sebagai seorang anak, setelah Severus Snape, seorang bocah penyihir yang tinggal di dekatnya, diakui sebagai penyihir dan menceritakan keberadaan sihir. Kedua menjadi teman dekat, tapi persahabatan mereka menjadi tegang selama bertahun-tahun karena minat tak tertahankan Snape dalam Ilmu Hitam dan hasratnya untuk bergabung dengan Pelahap Maut. Lily mengakhiri persahabatan di tahun kelima mereka, setelah Snape menyebutnya Darah-lumpur. Dia menghadiri Sekolah Sihir Hogwarts dan Sihir 1971-1978 dan disortir ke asrama Gryffindor. Seorang mahasiswa berbakat, Lily adalah anggota Klub Slug dan dibuat Kepala Girl dalam tahun ketujuh. Setelah Hogwarts, Lily menikah dengan James Potter dan mereka memiliki seorang putra, Harry. Pasangan dan sahabat mereka (Sirius Black, Remus Lupin dan Peter Pettigrew) semua bergabung dengan Orde Phoenix selama Perang sihir Pertama, ia dan suaminya menentang Lord Voldemort sendiri tiga kali. Namun, Lily dan James dipaksa untuk pergi bersembunyi setelah nubuat dibuat tentang Lord Voldemort dan anak bayi mereka. James dan Lily telah dikhianati oleh Peter Pettigrew ke Lord Voldemort. Lily dibunuh oleh Voldemort pada tahun 1981, bersama dengan suaminya, sementara mereka berusaha untuk melindungi anak mereka. Lily sempat tampil lagi melalui Batu Kebangkitan, bersama dengan James, Sirius dan Remus pada tahun 1998. Setelah Perang sihir Kedua, Lily memiliki tiga cucu melalui putranya, Harry Potter, James Sirius Potter, Albus Severus Potter dan Lily Luna Potter, yang bernama setelah neneknya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar